24 Juli 2009

Supir Angkot dari masa ke masa


Supir Angkot dari masa Kejayaan ke masa Keterpurukan:
Studi Kasus Penurunan Penghasilan Supir Angkot Di Kabupaten Purwakarta


oleh Irvan Setiawan

Pendahuluan

Angkot, sebuah nama yang sangat lazim untuk kendaraan angkutan umum jenis minibus 1000 cc - 1500 cc, menjadi roda angkutan utama di kabupaten Purwakarta yang dimulai pada tahun 80-an. Kala itu merek kendaraan yang digunakan kebanyakan adalah daihatsu zebra 55 wide, berbentuk seperti kotak sabun berpenumpang kurang lebih 10 orang. Hanya ada 3 rute utama untuk menjelajahi seluruh wilayah di kota Purwakarta, yaitu rute atau jalur 1, 2, dan 3. Ketiga jalur tersebut selalu menjadi rebutan penumpang terutama pada pagi, siang dan sore hari. Dan lagi, sangat sedikit jumlah angkot yang ada pada waktu itu.

Alhasil dari minimnya jumlah kendaraan untuk melayani sekian banyak penumpang adalah penghasilan yang sangat lumayan bagi supir ataupun juragan angkot. Bahkan, pada waktu itu, seorang pemilik angkot dapat menambah armadanya hanya dalam waktu satu tahun saja.

Saat ini, jika tidak salah, telah ada sekitar 13 rute untuk melayani wilayah di seluruh kota Purwakarta. Ketigabelas rute tersebut masing-masing memiliki sangat banyak armada. Bahkan, untuk jalur 1 saja ada sekitar 200 kendaraan. Sudah tentu para penumpang dapat lebih leluasa untuk mendapatkan angkot, sementara supir angkot sendiri harus rela untuk menunggu penuh muatan. Dengan kata lain, efek yang terjadi sebagaimana hukum atau prinsip ekonomi berbicara "Jumlah barang yang berlimpah akan menurunkan harga jual".

bersambung...

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Automotive | Bloggerized by Free Blogger Templates | Hot Deal