27 Desember 2011

Peralatan dan Perlengkapan


Peralatan dan perlengkapan hidup dbuat atas dasar pengetahuan yang dimiliki manusia. Sistem pengetahuan tersebut dinamakan teknologi. J.J.Honigman dalam “ The world of man “, mengatakan bahwa teknologi adalah segala tindakan baku yang digunakan manusia untuk mengubah alam, termasuk tubuhnya sendiri, tubuh orang lain

Teknologi adalah cara manusia membuat, memakai, memelihara seluruh peralatannya, bahkan bertindak selama hidupnya. Munculnya teknologi disebabkan karena manusia berupaya melaksanakan matapencaharian hidupnya, mengorganisasi masyarakatnya, mengekspresikan rasa keindahan dalam memproduksi hasil-hasil keseniannya.

Teknologi bermula dari hal-hal yang sederhana, menciptakan sesuatu untuk mengatasi persoalan yang ada pada kehidupan sehari-hari misalnya pembuatan makanan,,pembuatan pakaian , pembuatan rumah, pembuatan jalan. Teknologi kemudian berkembang kepada hal-hal yang lebih rumit dan komplek. Dengan demikian diperlukan tingkat teknologi yang lebih tinggi..

Teknologi berasal dari kata "teknik". Masyarakat memiliki teknik tersendiri dalam membuat atau memproduksi suatu alat sehingga ada kekhasan atas ciri teknik dari alat yang dibuat oleh masyarakat tersebut. Menurut Sastrapratedja, fenomena teknik pada masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Rasionalitas artinya teknik selalu bertindak sesuai rencana dengan perhitungan rasional.
  2. Artifisialitas artinya selalu membuat sesuatu yang tidak alamiah
  3. Otomatisme artinya dalam organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Selain itu juga mampu merubah kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis.
  4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
  5. Monisme artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
  6. Universalisme artinya mampu melampaui batas-batas kebudayaan dan ideology, bahkan dapat menguasai kebudayaan
  7. Otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri
Sumber:
http://muslikhatun-antropologi.blogspot.com/2010/11/ilmu-pengetahuan-dan-teknologi.html

seni Rupa


PENGERTIAN
Seni tradisional adalah unsur kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu kaum/puak/suku/bangsa tertentu. Seni tradisional yang ada di suatu daerah berbeda dengan yang ada di daerah lain, meski pun tidak menutup kemungkinan adanya seni tradisional yang mirip antara dua daerah yang berdekatan.

CIRI-CIRI
  • Penciptaannya selalu berdasarkan pada filosofi sebuah aktivitas dalam suatu budaya, bisa berupa aktivitas religius maupun seremonial.
  • Terikat dengan pakem-pakem tertentu.
Contoh Wayang kulit, wayang golek, wayang beber, ornamen pada rumah-rumah tradisional di tiap daerah, batik, songket, dan lain-lain. 

Seni Tradisional Seni tradisional, dapat disebut dengan seni rakyat merupakan bentuk seni yang diproduksi oleh suatu kebudayaan tertentu oleh rakyat jelata, pekerja atau orang lain. Seni tradisional dibuat utamanya untuk kegunaan, lebih dari estetika. Seni tradisional biasanya hanya mengacu pada suatu kebudayaan tertentu dan berbeda antara satu dengan yang lain, walaupun terkadang bisa sama karena pengaruh kebudayaan. Keragaman lokasi geografis dan keragaman jenis seni tradisional tidak memungkinkan untuk mendeskripsikannya secara keseluruhan. 
Seni tradisional kian menghilang dikarenakan modernisasi, industrialisasi ataupun pengaruh luar. Hal tersebut dianggap sebagai fenomena bagi kalangan tertentu. 

Ciri khusus
  • Bersifat distinktif, antara kebudayaan satu dengan yang lain berbeda
  • Mengutamakan kegunaan, lebih dari estetika
  • Dianggap naïf karena tidak mengindahkan kaidah seni
  • Bersifat impulsif, hanya spontanitas saja
  • Tidak terpengaruh aliran dalam akademisi dan ruang lingkup seni murni 

Sumber:
http://ipahipeh.blog.fisip.uns.ac.id/2010/12/30/seni-rupa-tradisional/



Tabu


Tabu atau pantangan adalah suatu pelarangan sosial yang kuat terhadap kata, benda, tindakan, atau orang yang dianggap tidak diinginkan oleh suatu kelompok, budaya, atau masyarakat. Pelanggaran tabu biasanya tidak dapat diterima dan dapat dianggap menyerang. Beberapa tindakan atau kebiasaan yang bersifat tabu bahkan dapat dilarang secara hukum dan pelanggarannya dapat menyebabkan pemberian sanksi keras. Tabu dapat juga membuat malu, aib, dan perlakuan kasar dari lingkungan sekitar.

Secara umum, tabu dianggap telah ada sebelum munculnya teisme dan dari periode sebelum adanya semua jenis agama.Secara khusus, tabu adalah Ungkapan yang tidak boleh diungkapkan dalam suasana tertentu dalam hubungannya dengan kepercayaan. Ungkapan tabu ada karena adanya larangan untuk mengucapkan kata-kata tertentu. Ungkapan tabu disiasati supaya tidak secara vulgar diucapkan.

Ungkapan tabu menurut Ullman dibagi 3:
  1. Tabu karena sesuatu yang menakutkan
  2. Tabu karena sesuatu yang tidak mengenakkan
  3. Tabu karena sesuatu yang tidak pantas

Menurut Mahmud Fasya, ungkapan tabu dibagi jadi 2:
Dimensi horizontal (habluminannas) yaitu sesuatu yang tidak mengenakkan & tidak pantas
Dimensi vertikal (hubungannya dengan Tuhan atau yang berbau gaib) yaitu sesuatu yang menakutkan

Tabu karena sesuatu yang menakutkan
  • Warisan dari animisme dan dinamisme
  • Contoh: pada masyarakat Jawa merasa tabu menyebut kata ‘tikus’, sehingga harus disanjung dengan panggilan ‘den bagus’.
  • Contoh: pada masyarakat Sunda (Ciamis), kelelawar tidak boleh disebut ‘lalay’, tetapi ‘buah labu’.

Ungkapan tabu yg relasi manusia dg manusia masih berlaku hingga sekarang, kaitannya dengan sopan santun. Ungkapan tabu ini berhubungan juga dg nilai rasa sosial. Nilai rasa sosial selalu berkembang tiap zamannya.

Strategi menghindari ungkapan tabu dalam Bahasa Indonesia
  • Gunakan eufimisme (nilai rasanya lebih halus)
  • Mengganti bunyi, contoh menyebutkan kata ‘anjing’ dengan kata ‘anjrit’ (bagi orang Sunda), ‘asu’ dengan ‘asem’ (bagi orang Jawa).
  • Abreviasi (pemendekan), contoh ‘miss V’ utk ‘vagina’, ‘sekwilda’ = ‘sekitar wilayah dada’, ‘perek’ = ‘perempuan rekrutan’.
  • Metafora atau kiasan, contoh utk ‘celana dalam’ = ‘segitiga pengaman’, ‘burung’ utk menyebutkan kemaluan laki-laki.
  • Menggunakan kata lain (sinonim)
  • Diganti dengan bahasa asing, contoh ‘pantat’ diganti ‘dubur’, ‘kotoran’ diganti ‘feses, tinja’.
  • Menciptakan kata dengan ‘tuna’, contoh tunasusila.
  • Mengikuti perkembangan zaman, contoh kata ‘kuli’ diganti jadi ‘pekerja, karyawan’.
  • Ungkapan yang memberi kesan lebih baik atau menciptakan ungkapan yang baru.


Sumber:
  • Sitaresmi, Nunung, Fasya, Mahmud. 2011. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Bandung: UPI Press
  • Ungkapan Tabu. dalam http://robita.wordpress.com/2011/06/11/ungkapan-tabu/
  • Tabu. dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Tabu

Mitos


Mitos atau mite (myth) adalah cerita prosa rakyat yang tokohnya para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain pada masa lampau dan dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya.Mitos itu sendiri, ada yang berasal dari indonesia dan ada juga yang berasal dari luar negeri. 

Mitos yang berasal dari luar negeri pada umumnya telah mengalami perubahan dan pengolahan lebih lanjut, sehingga tidak terasa asing lagi yang disebabkan oleh proses adaptasi karena perubahan zaman. Menurut Moens-Zoeb, orang jawa bukan saja telah mengambil mitos-mitos dari India, melainkan juga telah mengadopsi dewa-dewa Hindu sebagai dewa Jawa. Bahkan orang Jawa pun percaya bahwa mitos-mitos tersebut terjadi di Jawa. Di Jawa Timur misalnya, Gunung Semeru dianggap oleh orang Hindu Jawa dan Bali sebagai gunung suci Mahameru atau sedikitnya sebagai Puncak Mahameru yang dipindahkan dari India ke Pulau Jawa. 

Mitos di Indonesia biasanya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, terjadinya susunan para dewa, terjadinya manusia pertama, dunia dewata, dan terjadinya makanan pokok. Mengenai mite terjadinya padi, dikenal adanya Dewi Sri yang dianggap sebagai dewi padi orang Jawa. Menurut versi Jawa Timur, Dewi Sri adalah putri raja Purwacarita. Ia mempunyai seorang saudara laki-laki yang bernama Sadana. Pada suatu hari selagi tidur, Sri dan Sadana disihir oleh ibu tirinya dan Sadana diubah menjadi seekor burung layang-layang sedangkan Sri diubah menjadi ular sawah. 

Aliran Kepercayaan


Aliran kepercayaan merupakan bagian dari nilai budaya yang tertanam pada diri masyarakat dan diterapkan sebagai cara pandang untuk melakoni kehidupannya. Cara pandang tersebut sebenarnya dapat mengacu pada agama yang bersumber dari kitab sepertihalnya yang ada dalam agama-agama besar dunia. Berbeda halnya dengan agama besar, aliran kepercayaan atau yang lebih dikenal dengan agama lokal meyakini bahwa cara pandang mereka didasarkan atas apa yang diajarkan oleh nenek moyang (karuhun) dalam menata kehidupan baik dalam lingkungan mereka ataupun saat menghadapi dunia di luar lingkungan mereka. Tatanan kehidupan karuhun kemudian diformulasikan dalam suatu konsep mengenai keteraturan dalam menghadapi dan memotivasi kehidupan. Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan Geertz. Beliau mengatakan bahwa :
Agama adalah suatu sistem simbol yang bertindak untuk memantapkan perasaan-perasaan (moods) dan motivasi-motivasi secara kuat, menyeluruh, dan bertahan lama pada diri manusia, dengan cara memformulasikan konsepsi-konsepsi mengenai hukum/keteraturan (order), dan menyelimuti konsepsi-konsepsi tersebut dengan suatu aturan tertentu yang mencerminkan kenyataan, sehingga perasaan-perasaan dan motivasi-motivasi tersebut, nampaknya secara tersendiri (unik) adalah nyata ada. (Geertz, 1973:90)


Sumber:
Geertz, Clifford 1973 The Interpretation of Culture, New York: Basic.
Ade Makmur Kartawinata. 2002. Amalan Agama Lokal dalam Komunitas Terpinggir Di Jawa Barat: Kajian Antropologi Agama. Makalah dalam Simposium Kebudayaan Indonesia – Malaysia VIII 8 – 9 Oktober 2002.

Upacara Tradisional


Bani Sudardi menyebutkan bahwa upacara tradisional merupakan bagian dari sistem religi. Dalam sistem religi terdapat 3 unsur, yaitu: 
1. Sistem keyakinan 
2. Sistem upacara keagamaan 
3. Masyarakat pendukung 

Sistem keyakinan adalah suatu konsep yang hidup di masyarakat. Sistem ini bisa menyangkut berbagai hal seperti kosmogoni, kosmologi, mitologi, legenda, dan sebagainya. Sistem keyakinan tersebut merupakan hal yang dipercaya masyarakat pemilikinya dan dianggap benar-benar terjadi. Upacara tradisional terdapat sistem upacara yang harus diikuti oleh peserta upacara. Sistem upacara adalah suatu bentuk reaktualisasi adanya sistem kepercayaan. Di antara ketiga unsur dari sistem religi, sistem upacara merupakan unsur yang paling nyata dan tentu saja menarik perhatian. Bentuk sistem upacara itu beragam bentuknya yang terdiri dari: 
1. Bersaji 
2. Berkorban 
3. Berdoa 
4. Makan bersama dengan makanan suci 
5. Prosesi 
6. Tarian suci 
7. Nyanyian suci 
8. Drama suci 
9. Puasa 
10. Intoksikasi 
11. Bertapa 
12. bersamadi 

Dari berbagai bentuk sistem upacara ini, ada 4 hal utama yang merupakan unsurnya, yaitu: 
1. Tempat 
2. Saat 
3. Benda dan alat 
4. Orang yang melakukan 

Suatu ritual atau upacara tradisional memiliki makna tertentu. Makna tersebut kadang-kadang tidak tunggal. Makna suatu ritus dapat dibagi menjadi 7 bagian, yaitu:
1. Aktualisasi peristiwa mistis
2. Kerinduan pada kekuatan adikodrati
3. Proyeksi suatu cita-cita
4. Tolak bala
5. Pengaturan sosial/katub sosial
6. Hiburan
7. Kritik sosial

Sumber:
Bani Sudardi. 2009. Makna Ritus da Upacara Tradisional di Pesisir Utara Jawa. Surakarta: Universitas Sebelas Maret

Sistem Kemasyarakatan


Definisi Etimologis 
Masyarakat berasal dari kata dalam bahasa Arab, “musyarak”. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas -entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Definisi Konseptual
Selo Sumardjan Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.


1. Karl Marx
Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok -kelompok yang terbagi secara ekonomi.

2. Emile Durkheim
Masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi - pribadi yang merupakan anggotanya.

3. Paul B. Horton & C. Hunt
Masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.

4. Syaikh Taqyuddin An-Nabhani
Sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.

Definisi Operasional 
Masyarakat adalah sekelompok orang atau kumpulan komunitas manusia yang menempati satu wilayah tertentu dengan merasa adanya keterikatan satu sama lain, juga adanya interaksi yang disesuaikan dengan adat istiadat wilayah tersebut yang sifatnya berkesinambungan; serta merupakan kesatuan hidup bersama yang memiliki kebiasaan tertentu, norma, hukum, serta aturan yang mengatur semua pola tingkah laku warga yang harus dipatuhi oleh seluruh anggotanya; tentunya membutuhkan keamanan dan kesejahteraan secara bersama.

Sistem Kepercayaan


Ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara bersamaan, muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini, yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat, manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta. Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan.Agama (bahasa Inggris: Religion, yang berasar dari bahasa Latin religare, yang berarti "menambatkan"), adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. (Wikipedia)

 
Design by Automotive | Bloggerized by Free Blogger Templates | Hot Deal