<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255</id><updated>2012-01-08T22:24:07.163+07:00</updated><category term='etnografi'/><category term='gallery'/><category term='berita'/><category term='mitos'/><category term='antropolog'/><category term='olahraga tradisional'/><category term='Levi – Strauss'/><category term='folklore'/><category term='pendidikan'/><category term='teori'/><category term='tips and trick'/><category term='kesehatan'/><category term='pekerjaan'/><category term='Fungsionalisme'/><category term='seni 2D'/><category term='obat'/><category term='seni 3D'/><category term='seni pertunjukan'/><category term='tabu'/><category term='sistem kemasyarakatan'/><category term='fauna'/><category term='kuliner'/><category term='senjata'/><category term='sex'/><category term='alam laut'/><category term='alat produksi'/><category term='metodologi'/><category term='celempung'/><category term='Strukturalisme'/><category term='keramik'/><category term='aliran kepercayaan'/><category term='rumahtangga'/><category term='flora'/><category term='film'/><category term='komik'/><category term='alam darat'/><category term='kujang'/><category term='upacara tradisional'/><category term='silat'/><title type='text'>Danu PS</title><subtitle type='html'>-----------------------------------------------------</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>72</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-7863398049984973171</id><published>2012-01-07T20:03:00.002+07:00</published><updated>2012-01-07T20:03:47.187+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obat'/><title type='text'>Mual pada saat Kehamilan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Tq-JzvyIozs/TwhCi7c4AaI/AAAAAAAAAJo/TGMP6f0em5g/s1600/hamil.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Tq-JzvyIozs/TwhCi7c4AaI/AAAAAAAAAJo/TGMP6f0em5g/s1600/hamil.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehamilan merupakan sebuah siklus yang dialami oleh wanita. Saat kehamilan, gejala yang dapat dikatakan cukup mengganggu terkadang dialami di antaranya mual (&lt;i&gt;morning sickness&lt;/i&gt;) pada saat hamil muda (1 sampai dengan 2 bulan). Menurut dunia kedokteran modern, penyebab mual adalah akibat peningkatan kadar hormon Progesteron dan HCG (&lt;i&gt;human chorionic gonadotrophine&lt;/i&gt;) dalam serum darah ibu. yang dapat menyebabkan &lt;i&gt;morning sickness&lt;/i&gt;. Peningkatan Hormon Progesteron memengaruhi sistem pencernaan ibu hamil. Hormon ini memperlambat semua fungsi metabolisme termasuk sistem pencernaan. Akibatnya, proses mencerna makanan membutuhkan waktu lebih lama yang pada ujungnya memicu rasa mual. (&lt;a href="http://oketips.com/8522/tips-anti-mual-4-penyebab-morning-sickness-saat-kehamilan/"&gt;oketips&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila berkepanjangan, patut dicurigai adanya infeksi bakteri &lt;i&gt;Helicobacter pylori&lt;/i&gt;. Bakteri ini dapat dikatakan cukup berbahaya karena apabila tidak dilakukan perawatan secara intensif dapat menyebabkan ibu hamil mengalami mual-muntah hingga usia kandungan 20 minggu. Salah satu tandanya adalah apapun yang dikonsumsi akan dimuntahkan kembali. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas ibu hamil sehari-hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Cara Mengatasi &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, jangan makan sekaligus dalam porsi yang besar, tapi cobalah untuk makan sedikit-sedikit dalam porsi kecil namun sering. Hal ini untuk mencegah perut kosong dan mempertahankan kestabilan kadar gula darah. Makanlah banyak makanan yang tinggi karbohidrat, dan tinggi protein. Jangan lupa untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayur sebagai pelengkap gizi seimbang.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, konsumsi suplemen yang mengandung vitamin B6 untuk mengurangi mual yang berlebihan. Hindari makanan yang berbau tajam, rokok, dan bau yang menyengat lainnya. Hindari bergerak dengan gerakan refleks dan cepat. Bergeraklah perlahan-lahan, terutama saat bangun pagi.(&lt;a href="http://uraeka.com/792/mengatasi-mual-yang-berlebihan-saat-hamil"&gt;uraeka&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, mengkonsumsi pereda mual tradisional seperti jahe, kencur, pala sesuai selera anda, misalnya dibuat minuman ataupun langsung dikunyah. Ada juga jenis perede mual tradisional lainnya yaitu daun dadap&amp;nbsp; (4 lmbar) dan daun asam yang masih muda (2 lembar). Cara menggunakannya: Rebuslah bahan-bahan diatas dengan air yang diperlukan sampai mendidih.  Biarkan saja sampai airnya tinggal kira-kira 1 gelas saja. Setelah itu angkat dan dinginkan.  Minumlah ramuan ini kepada ibu yang menderita tersebut setiap hari 3 ka!i, dengan dosis sekali minum sebanyak 1/4 geias. (&lt;a href="http://obatkuno.com/obat-tradisional-menghilangkan-rasa-mual-pada-waktu-haml.htm"&gt;obatkuno&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-7863398049984973171?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/7863398049984973171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2012/01/mual-pada-saat-kehamilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/7863398049984973171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/7863398049984973171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2012/01/mual-pada-saat-kehamilan.html' title='Mual pada saat Kehamilan'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Tq-JzvyIozs/TwhCi7c4AaI/AAAAAAAAAJo/TGMP6f0em5g/s72-c/hamil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-9108035323725659765</id><published>2012-01-06T22:49:00.005+07:00</published><updated>2012-01-06T22:49:48.957+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flora'/><title type='text'>Kersen</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-MLsMevh1jyI/TwcWQF_3fwI/AAAAAAAAAJg/ftIq8-bfFe4/s1600/kersen.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-MLsMevh1jyI/TwcWQF_3fwI/AAAAAAAAAJg/ftIq8-bfFe4/s1600/kersen.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kersen (latin: &lt;i&gt;Muntingia calabura&lt;/i&gt;) merupakan jenis tanaman yang sangat mudah tumbuh. tinggi sampai 12 m, meski umumnya hanya sekitar 3-6 m saja. Selalu hijau dan terus menerus berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Cabang-cabang mendatar, menggantung di ujungnya; membentuk naungan yang rindang. Ranting-ranting berambut halus bercampur dengan rambut kelenjar; demikian pula daunnya. Daun-daun terletak mendatar, berseling; helaian daun tidak simetris, bundar telur lanset, tepinya bergerigi dan berujung runcing, 1-4 × 4-14 cm, sisi bawah berambut kelabu rapat; bertangkai pendek. Daun penumpu yang sebelah meruncing bentuk benang, lk. 0,5 cm, agak lama lalu mengering dan rontok, sementara sebelah lagi rudimenter (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kersen"&gt;wikipedia&lt;/a&gt;). Akar pohon kersen tergolong menjalar hingga terkadang, apabila berada dekat rumah dapat mengakibatkan retak pada dinding atau lantai. Pertumbuhan pohon ceri sangat cepat, dalam waktu kurang dari 3 tahun pohon ini sudah bisa mencapai tinggi 5-10 meter. Dan tentu saja semakin cepat pula memenuhi keinginan&amp;nbsp; penanamnya untuk memberikan keteduhan dari rimbunnya dedaunan pohon ceri/ kersen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Zat-zat yang terkandung dalam kersen&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Air (77,8 gram), Protein (0,384 gram), Lemak (1,56 Gram), Karbohidrat (17,9 gram), Serat (4,6 gram), Abu (1,14 gram), Kalsium (124,6 mg), Fosfor (84mg), Besi (1,18 mg), Karoten (0,019g), Tianin (0,065g), Ribofalin (0,037g), Niacin (0,554 g) dan kandungan Vitamin C (80,5 mg) nilai Energi yang dihasilkan adalah 380KJ/100 gram, (&lt;a href="http://id.shvoong.com/medicine-and-health/2181675-khasiat-buah-kersen/"&gt;shvoong&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manfaat Daun dan Buah Kersen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Segi kandungan gizinya buah kersen tidak kalah dengan buah yang lain misalnya mangga. Kandungan vitamin C buah mangga 30 mg, sedangkan pada buah kersen 80,5 mg, selain itu kandungan kalsium pada buah kersen 124,6 mg, jauh lebih banyak dari buah mangga yang hanya 15 mg. Dengan memakannya sebanyak 5 - 10 butir buah kersen yang sudah matang, busang air besar langsung lancar kembali. (&lt;a href="http://indonesiaindonesia.com/f/106571-khasiat-buah-kersen/"&gt;indonesiaindonesia&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt; Antiseptik – Rebusan daun kersen ini ternyata mempunyai khasiat dapat membunuh mikroba atau sebagai antiseptik. Rebusan daun kersen terbukti dapat membunuh bakteri sbb: C. Diptheriae , S. Aureus, P. Vulgaris, S. Epidemidis, dan K. Rhizophil. Diduga aktivitas anti bakteri dari daun kersen ini disebabbkan oleh adanya kandungan senyawa seperti tanin, flavonoids dan saponin yang dimilikinya.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt; Antiinflamasi – Rebusan daun kersen juga mempunyai khasiat untuk mengurangi radang (antiinflamasi) dan juga menurunkan panas.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt; Antitumor – Daun kersen dilaporkan juga mempunyai efek anti tumor, dimana kandungan senyawa flavonoid yang dipunyai daun kersen ini ternyata dapat menghambat pertumbuhan sel kanker secara invitro/laboratoris.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt; Anti Uric Acid (Asam Urat) – Di Indonesia secara tradisional buah kersen telah digunakan untuk mengobati asam urat dengan cara mengkonsumsi buah kersen sebayak 9 butir 3 kali sehari. Hal ini terbukti dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari penyakit asam urat tsb.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Antidiabetes – 50 – 100 g daun kersen yang telah dicuci bersih direbus dalam 1 liter air hingga mendidih dan tersisa separuhnya. Hasil rebusan itu diminum 2 kali sehari. Jika menggunakan ekstrak daun kering, 2 – 5 g diseduh dalam 200 ml air. (&lt;a href="http://id.shvoong.com/medicine-and-health/2181675-khasiat-buah-kersen/"&gt;shvoong&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-9108035323725659765?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/9108035323725659765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2012/01/kersen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/9108035323725659765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/9108035323725659765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2012/01/kersen.html' title='Kersen'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-MLsMevh1jyI/TwcWQF_3fwI/AAAAAAAAAJg/ftIq8-bfFe4/s72-c/kersen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-4035210380524554828</id><published>2012-01-06T22:26:00.001+07:00</published><updated>2012-01-06T22:26:30.773+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flora'/><title type='text'>Jengkol</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ciri-Ciri&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9xKp_kFx5d0/TwcSVa3fqpI/AAAAAAAAAJY/3oBkrC-pxD0/s1600/jengkol.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-9xKp_kFx5d0/TwcSVa3fqpI/AAAAAAAAAJY/3oBkrC-pxD0/s1600/jengkol.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jering atau jengkol (Archidendron pauciflorum, sinonim: A. jiringa, Pithecellobium jiringa, dan P. lobatum). Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae. Buahnya berupa polongdan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua.Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat mengilap. Tanaman ini biasa dijumpai di wilayah Asia Tenggara. Bijinya digemari di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan (Wikipedia). Jengkol tergolong jenis pohon besar menjulang karena dapat mencapai tinggi 10-26 meter. Warna buahnya lembayung tua. Setelah tua, bentuk polong buahnya menjadi cembung dan di tempat yang mengandung biji ukurannya membesar. Tiap polong dapat berisi 5-7 biji. Bijinya berkulit ari tipis dan berwarna cokelat mengilap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Manfaat Jengkol&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa unsur penting untuk tubuh yang terkandung dalam jengkol di antaranya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Kalsium &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kandungan kalsium jengkol tergolong tinggi, yaitu 140 mg/ 100 g. Kalsium sendiri dapat berfungsi untuk mengatur proses biologis dalam tubuh serta mampu membantu pembentukan tulang dan gigi. Pada usia dewasa, mengkonsumsi kalsium (800 mg per hari) sangat perlu untuk menjaga kesehatan tulang. Sedangkan di masa pertumbuhan, kandungan kalsium sangat penting untuk membentuk tulang yang kuat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Karbohidrat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Vitamin A&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Vitamin B&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Minyak atsiri&lt;/div&gt;6. Protein &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jengkol merupakan sumber protein yang baik, yaitu 23,3 g per 100 g bahan. Kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18,3 g per 100 g. Kebutuhan protein setiap individu tentu saja berbeda-beda. Selain untuk membantu pertumbuhan dan pemeliharaan, protein juga berfungsi membangun enzim, hormon, dan imunitas tubuh. Karena itu, protein sering disebut zat pembangun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Fosfor &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kandungan fosfor pada jengkol (166,7 mg/100 g) juga sangat penting untuk pembentukan tulang dan gigi, serta untuk penyimpanan dan pengeluaran energi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Zat Besi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jengkol mengandung 4,7 g per 100 g. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Gejala-gejala orang yang mengalami anemia defisiensi zat besi adalah kelelahan, lemah, pucat dan kurang bergairah, sakit kepala dan mudah marah, tidak mampu berkonsentrasi, serta rentan terhadap infeksi. Penderita anemia kronis menunjukkan bentuk kuku seperti sendok dan rapuh, pecah-pecah pada sudut mulut, lidah sulit menelan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa penyakit yang dapat ditanganidengan konsumsi jengkol adalah penderita diabetes, anemia dan sangatbaik untuk pembentukan tulang dan gigi. Berdasarkan penelitian Soemitro(1987), senyawa aktif dalam kulit halus buah cenderung menunjukkan efekpenurunan kadar gula darah yang besar, sehingga baik untuk penderitadiabetes. (OL-08) (&lt;a href="http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/02/03/2079/3/Kalsium-Jengkol-Perkuat-Tulang"&gt;Media Indonesia&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Zat Berbahaya dalam Jengkol&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Asam Jengkolat&lt;br /&gt;Asam jengkolat merupakan salah satu komponen yang terdapat pada biji jengkol. Strukturnya mirip dengan asam amino (pembentuk protein), tetapi tidak dapat dicerna. Oleh karena itu tidak dapat memberikan manfaat apa-apa pada tubuh. Bahkan pada berbagai buku kimia pangan, asam jengkolat dianggap sebagai salah satu racun yang dapat mengganggu tubuh manusia. Kandungan asam jengkolat pada biji jengkol bervariasi, tergantung pada varietas dan umur biji jengkol. Jumlahnya antara 1 – 2 % dari berat biji jengkol. Tetapi yang jelas asam jengkolat ini dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Penyebabknya adalah terbentuknya kristal asam jengkolat yang akan dapat menyumbat saluran air seni. Jika kristal yang terbentuk tersebut semakin banyak, maka kelama-lamaan dapat menimbulkan gangguan pada saat mengeluarkan air seni. Bahkan jika terbentuknya infeksi yang dapat menimbukan gangguan-gangguan lebih lanjut.. Asam jengkolat mempunyai struktur molekul yang menyerupai asam amino sistein yang mengandung unsur sulfur, sehingga ikut berpartisipasi dalam pembentukan bau. Molekul itu terdapat dalam bentuk bebas dan sukar larut ke dalam air. Karena itu dalam jumlah tertentu asam jengkolat dapat membentuk kristal. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Asam Amino&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asam-asam amino yang terkandung di dalam biji jengkol. membuat bau busuk yang sangat mengganggu Asam amino itu didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur Sulfur (S). Ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau, karena pengaruh sulfur tersebut. Salah satu gas yang terbentuk dengan unsur itu adalah gas H2S yang terkenal sangat bau. (&lt;a href="http://www.halalguide.info/2009/06/30/jengkol-yang-berbahaya/"&gt;halalguide&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Kuliner yang Menggunakan Bahan Dasar Jengkol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Semur Jengkol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bahan :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 1 kg jengkol tua/ranum&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 1/2 sdt makan kopi (buat menghilangkan bau)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Kapur sirih secukupnya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Air untuk merebus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 10 bawang merah kecil (atau 4 yang besar)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 6 bawang putih (atau 3 yang besar)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 5 butir kemiri&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 1 sdt ketumbar&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 1/2 sdt biji lada&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 1/4 sdt jinten&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * HALUSKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu tambahan :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 3 butir cengkeh&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 1/4 butir pala, parut&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 2 butir kapulaga bulat&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Garam secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Memasak&amp;nbsp; :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Rebus jengkol dengan kopi dan kapur sirih&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Setelah matang, kuliti dan geprek menjadi gepeng, sisihkan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Tumis bumbu halus&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Masukkan jengkol&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5. Masukkan cengkeh, kapulaga, parutan pala&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6. Tambah kecap dan air&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 7. Masak sampai mengental dan matang&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 8. Tambahkan garam, rasakan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 9. Sajikan dengan taburan bawang goreng (&lt;a href="http://www.resepoke.com/masakan/resep-masakan-khas-semur-jengkol.htm"&gt;resepoke&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Jengkol Balado&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; ¼ kg jengkol yang matang&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Minyak goreng&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Air untuk merebus&lt;/li&gt;&lt;li&gt; 1/2 sendok teh kopi bubuk&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu yang dihaluskan :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;250 gr cabe - giling kasar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;125 gr bawang merah - iris&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2 buah tomat - iris dadu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 lembar daun salam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 sdt jeruk lemon&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Garam secukupnya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Cara Membuatnya:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rebus jengkol, setengah matang masukkan kopi bubuk, rebus sampai empuk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pukul-pukul pelan , agar sehingga bentuknya sedikit pipih&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Panaskan minyak. Masukkan jengkol goreng sebentar . Lalu angkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk bumbu yang dihaluskan, panaskan minyak lalu masukkan bumbu halus, goreng sampai bau menyengat cabe hilang. Masukkan air jeruk lemon, daun salam dan garam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Matikan kompor, tunggu sebentar lalu masukkan jengkol dan aduk hingga tercampur rata. (&lt;a href="http://www.detikfood.com/read/2010/08/11/163701/1418472/921/resep-sayur-jengkol-balado"&gt;detikfood&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Gulai Jariang (Jengkol)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Yang Dibutuhkan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 2 ons jengkol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Bumbu&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 12 butir bawang merah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 16 buah cabe merah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 6 buah kemiri&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 3 lembar daun salam&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 2 ruas jari lengkuas&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * santan kental dan cair dari 2 buah kelapa tua&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * gula putih secukupnya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * garam dan penyedap secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Membuat&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Rendam jengkol dalam air kelapa selama 10 menit agar jengkol tidak berbau menyengat, kemudian cuci sampai bersih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Haluskan semua bumbu kecuali lengkuas dan daun salam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tumis bumbu yang sudah dihaluskan itu di atas minyak yang cukup panas sampai berbau harum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Masukkan jengkol dan tuang santannya. Tambahkan lengkuas dan daun salam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aduk terus agar santan tidak pecah, tunggu beberapa saat hingga jengkol matang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jika santan sudah mulai mengental, masukkan gula putih dan penyedap. Aduk sebentar dan angkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Hidangan siap disantap dengan nasi hangat. (&lt;a href="http://reseprecipe.com/gulai-jariang-jengkol.html"&gt;reseprecipe&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Sambal Goreng Jengkol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bahan :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Jengkol rebus 250 gram, iris tipis, goreng&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Cabai merah 2 buah, iris panjang tipis, goreng&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Air asam 1 sdt&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Daun salam 1 lembar&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Lengkuas 1 cm, memarkan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Gula merah sisir 2 sdt&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Minak goreng 2 sdm&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Gula pasir 1 sdt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu halus :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Bawang putih 2 siung&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Bawang merah 4 butir&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Cabai merah 2 buah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Cabai rawit 2 buah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Garam secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Membuat :&lt;br /&gt;1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun salam dan lengkuas hingga harum.&lt;br /&gt;2. Tambahkan gula merah, gula pasir dan air asam, masak hingga kental.&lt;br /&gt;3. Tambahkan jengkol dan cabai merah. Masak hingga bumbu meresap. (&lt;a href="http://anekaresepmasakan.info/sambal-goreng-jengkol/"&gt;anekaresepmasakan&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Goreng Jariang (Jengkol)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;• 20 jengkol yang tua&lt;br /&gt;• 15 cabai merah&lt;br /&gt;• 8 bawang merah&lt;br /&gt;• Sedikit terasi&lt;br /&gt;• Garam dan minyak untuk menumis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Jengkol direbus dengan banyak air sampai kulit mengelupas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Tiriskan, lalu rebus lagi dengan dibubuhi sedikit garam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Angkat, tiriskan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Jengkol dikeprek sampai agak pecah-pecah, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Goreng dengan minyak yang sedang panasnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Cabai, bawang, terasi, dan garam digerus kasar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Tumis dengan minyak bekas menggoreng jengkol sampai matang,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Masukkan jengkol goreng.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Ratakan, lalu angkat. (&lt;a href="http://cuek.wordpress.com/2007/03/29/goreang-jariang-jengkol-minang/"&gt;cuekwordpress&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Rendang Jengkol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;500gr jengkol,(yg sebelumnya sudah direndam dalam air selama semalam dan kemudian direbus sampai ½ empuk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tiriskan,memarkan satu persatu tp jgn sampai hancur agar nantinya bumbu meresap kedalam jengkol tsb&lt;/li&gt;&lt;li&gt;500ml santan kental dari ½ kelapa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2 buah daun salam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2 cm jahe,memarkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 ruas serai,memarkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1/2 sdt bumbu penyedap&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Garam secukupnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1/2 sdt gula pasir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 gelas air&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Bumbu yg dihaluskan :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 10 siung bawang&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 5 siung bawang putih&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 6 buah cabai merah,buang bijinya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 4 buah kemiri,sangrai&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 2 cm kunyit,bakar&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Bahan pelengkap:Bawang merah goreng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt; Tumis bumbu halus,daun salam,jahe,serai sampai harum dan matang kemudian masukan jengkol yg sudah dimemarkan tadi aduk masukan air dan biarkan sampai jengkolnya benar-benar empuk.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt; Masukan santan tadi sedikit demi sedikit,aduk agar santan tidak pecah.masukan garam,gula pasir dan bumbu penyedap.Diamkan dan sesekali aduk sampai bumbu meresap dan mengental.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Sajikan dengan taburan bawang merah goreng. (&lt;a href="http://st305577.sitekno.com/article/67149/resep-masakan-rendang-jengkol.html"&gt;sitekno&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Jengkol Kecap Pedas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - 15 butir jengkol&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - 2 sendok makan kecap manis&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - 1 sendok makan kecap asin&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Gula merah secukupnya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Penyedap rasa secukupnya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Garam secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu yang dihaluskan:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. 20 butir cabai kriting&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. 3 siung bawang merah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. 3 siung bawang putih&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. 1 butir tomat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Membuat Resep Masakan Jengkol Kecap Nan Pedas:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Rebus jengkol dan beri sedikit garam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jika jengkol sudah empuk angkat dan tiriskan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jengkol yang sudah ditiriskan dimemarkan (dipukul-pukul).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Panaskan minyak dan tumis bumbu yang dihaluskan hingga wangi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Masukkan jengkol yang telah dimemarkan, kecap manis, kecap asin, gula merah, garam dan penyedap rasa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Aduk dan siap dihidangkan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Tips:&lt;br /&gt;Masakan ini bisa dibuat dengan dua cara sesuai selera, yaitu:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Berkuah, tinggal dalam memasaknya ditambah air&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Kering. Diamkan bersama nasi hangat, lalap, sambal dan ikan asin. (&lt;a href="http://resepmasakanmu.com/resep-masakan-jengkol-kecap-nan-pedas.htm"&gt;resepmasakanmu&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Kalio Jengkol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Yang Dibutuhkan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 1 kg jengkol yang sudah tua&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 6 gelas santan dari 2 butir kelapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Bumbu&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 4 siung bawang putih&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 15 buah cabe merah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 1 ruas jari jahe&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 1 ruas jari lengkuas, dimemarkan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 2 lembar daun kunyit, dimemarkan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 2 batang serai, dimemarkan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * 1 ruas jari kunyit&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * garam dan penyedap secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Membuat&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Agar jengkol tidak getir, rendam jengkol dalam air kelapa sekitar 1 jam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rebus jengkol hingga empuk. Kupas kulitnya dan belah jengkol menjadi 2 bagian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semua bumbu dihaluskan, kecuali daun kunyit, lengkuas, dan serai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panaskan santan dalam panci dan masukkan semua bumbu. Masukkan jengkol.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masak santan pada api sedang dan aduk terus agar santan tidak pecah. Tambahkan garam dan penyedap.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tunggu hingga bumbu meresap dan santan mengental. Jika sudah matang, angkat dan sajikan. (&lt;a href="http://reseprecipe.com/kalio-jengkol.html"&gt;reseprecipe&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Semur Jengkol ala Betawi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-Bahan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;250 gr Jengkol&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2 cm Kayu Manis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;50 ml Kecap Manis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 sdt Garam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 sdm Gula Pasir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;250 ml Air&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minyak Goreng secukupnya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Bahan bumbu (haluskan) :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;3 siung Bawang Putih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;4 bh Bawang Merah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 sdm Ketumbar&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Cara Membuat :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rebus jengkol lalu kupas kulitnya dan pukul-pukul hingga sedikit pecah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panaskan minyak goreng kemudian tumis bumbu yang dihaluskan, beri garam, gula pasir dan kayu manis. Tumis hingga harum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukkan kecap manis, tumis kembali hingga mendidih.Masukkan jengkol, aduk perlahan. Tambahkan air, masak hingga bumbu meresap dalam jengkol.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angkat dan hidangkan. (&lt;a href="http://www.kulinernusantara.net/2011/07/resep-masakan-semur-jengkol-betawi.html"&gt;kulinernusantara&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Semur Jengkol ala Jawa Barat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;2 Sendok makan bawang merah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 sendok teh bawang putih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3 sendok makan lombok merah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5s/d 6 butir lada&lt;/li&gt;&lt;li&gt;4 sendok makan kecap&lt;/li&gt;&lt;li&gt;+-1 sendok makan garam&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Cara buat :&lt;br /&gt;1. Kupas jengkol kemudian dicuci dan belah jadi dua&lt;br /&gt;2. Rebus/godok sampe masak.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah masak buang sisa air rebusannya kemudian cuci lagi&lt;br /&gt;3. Halusskan bumbu bumbu, tumislah&lt;br /&gt;4. Masukkan jengkol, tuangkan ½ gelas air&lt;br /&gt;5. Tambahkan ketjap/kecap (&lt;a href="http://www.rembes.com/2011/02/resep-semur-jengkol-jawa-barat.html"&gt;rembes&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;11. Kerupuk Jengkol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jengkol&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Air&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Garam (sesuai selera)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Cara Pembuatan&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jengkol dikupas, lalu direbus setelah ditambahi garam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tunggu sampai air mendidih dan kulit ari jengkol sudah mengelupas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ambil satu belahan jengkol lalu ‘ditokok-tokok’ (dimemarkan) di atas batu lado, sampai pipih (tebalnya sekitar 1 mm), lalu jemur di tempat yang terkena sinar matahari dan bersih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah kering, lap kerupuk jengkol yang sudah dijemur tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerupuk jengkol sudah jadi dan siap digoreng. (&lt;a href="http://siswantooke.com/1248/resep-cara-membuat-kerupuk-jengkol"&gt;siswantooke&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;12. Pepes Jengkol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&amp;nbsp; Jengkol 1/2 kg&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&amp;nbsp; 2 lbr Daun salam&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -. 3 btg Serai&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -. 2 siung bawang merah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -. 3 siung bawang puting&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -. 2 bj kemiri&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -. 1 ruas jari kunyit&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -. 1/4 sd teh garam&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -. 1/4 penyedap rasa&lt;br /&gt;&amp;nbsp; -. 3 cabe rawit keprek&lt;br /&gt;&amp;nbsp; -. daun pisang secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Membuat :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bawang merah, Bawang putih, kunyit, kemiri diuleg lembut&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tumis sampai mengeluarkan bau harum&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukkan serai, daun salam, garam plus penyedap rasa, dan cabai rawit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukkan jengkol&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Matikan api biarkan dulu sampai meresap bumbunya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bungkus dengan daun pisang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah dibungkus daun terserah anda&amp;gt;&amp;gt; mau dikukus boleh, mau di taruh diatas magic jar bisa, mau dibakar juga boleh. Pepes jengkol enggak kalah enaknya dengan semur dan rendang jengkol. (&lt;a href="http://resep-bisnis.com/resep-memasak-pepes-jengkol/"&gt;resepbisnis&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-4035210380524554828?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/4035210380524554828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2012/01/jengkol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/4035210380524554828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/4035210380524554828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2012/01/jengkol.html' title='Jengkol'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9xKp_kFx5d0/TwcSVa3fqpI/AAAAAAAAAJY/3oBkrC-pxD0/s72-c/jengkol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-1166299066024515406</id><published>2012-01-02T23:28:00.001+07:00</published><updated>2012-01-03T22:41:24.289+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips and trick'/><title type='text'>Membuat Tabel di Blog</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya sangat mudah untuk mencantumkan data tabel di posting blog. Ada tiga cara untuk membuat dan mencantumkan tabel, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Cukup &lt;i&gt;copy &lt;/i&gt;dari tabel di word atau excell (2007 atau versi terakhir) dan &lt;i&gt;paste&lt;/i&gt;-kan ke postingan.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Cara lainnya adalah dengan menggunakan jasa situs &lt;a href="http://tableizer.journalistopia.com/"&gt;tableizer&lt;/a&gt;. Situs ini menyediakan fasilitas gratis untuk menampilkan data tabel dari word atau excell di postingan anda. Cukup &lt;i&gt;copy paste &lt;/i&gt;data tabel anda lalu tableizer mengkonversinya dalam bentuk kode html yang nantinya disematkan dalam postingan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cara ketiga adalah dengan membuat tabel sendiri. Adapun kodenya cukup sederhana, yaitu&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-VePDwA0UUko/TwMhPGv7DTI/AAAAAAAAAJQ/frMHpsaBZFE/s1600/kode+bikin+tabel.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="173" src="http://3.bp.blogspot.com/-VePDwA0UUko/TwMhPGv7DTI/AAAAAAAAAJQ/frMHpsaBZFE/s400/kode+bikin+tabel.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuknya adalah seperti dalam contoh di bawah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;kolom 1 dari baris 1&lt;/td&gt;&lt;td&gt;kolom 2 dari baris 1&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;kolom 1 dari baris 2&lt;/td&gt;&lt;td&gt;kolom 2 dari baris 2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;warna merah&lt;/span&gt; menunjukan ketebalan garis. Angka 1 dapat diganti sesuai dengan tingkat ketebalan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;warna biru&lt;/span&gt; menunjukan awal dan akhir membuat baris dan kolom tabel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Warna hijau&lt;/span&gt; menunjukan jumlah cell&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;http://maestro-bloger.blogspot.com/2007/11/membuat-tabel-pada-blog.html&lt;br /&gt;http://henny-fmh.blogspot.com/2010/06/mudahnya-konversi-tabel-html.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-1166299066024515406?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/1166299066024515406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2012/01/membuat-tabel-di-blog.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/1166299066024515406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/1166299066024515406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2012/01/membuat-tabel-di-blog.html' title='Membuat Tabel di Blog'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VePDwA0UUko/TwMhPGv7DTI/AAAAAAAAAJQ/frMHpsaBZFE/s72-c/kode+bikin+tabel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-2418534726176922557</id><published>2012-01-01T22:55:00.000+07:00</published><updated>2012-01-01T22:55:49.522+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teori'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fungsionalisme'/><title type='text'>Pendekatan Fungsional</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun eksplanasi secara fungsional dalam kajian-kajian sosial telah terlihat dalam karyakarya Spencer dan Comte, namun Durkheimlah yang telah meletakkan dasarnya secara tegas dan jelas. Peranan Durkheim ini diakui secara eskplisit oleh R-B. Durkheim secara jelas mengatakan bahwa fenomena sosial seharusnya diekpslain melalui dua pendekatan pokok yang berbeda, yaitu pendekatan historis dan pendekatan fungsional. Analisa fungsional berusaha menjawab pertanyaan mengapa suatu item-item sosial tertentu mempunyai konsekuensi tertentu terhadap operasi keseluruhan sistem sosial. Sementara itu analisa historis berusaha menjawab mengapa item sosial tersebut, bukan item-item sosial yang lain, secara historis yang mempunyai fungsi tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para peneliti sosial, kata Durkheim, harus dapat mengkombinasikan penelitian untuk mencari asal-usul dan sebab (pendekatan historis), di satu pihak, dan penentuan fungsifungsi dari suatu fenomena sosial (pendekatan fungsional), di pihak lain. Kita harus menentukan apakah ada satu hubungan antara kenyataan sosial yang diteliti dengan kebutuhan umum organisme sosial. Kalau ada, maka hubungan tersebut terdiri dari hal-hal apa saja, dan bagaimana prosesnya sehingga hubungan berfungsi tersebut terjadi. Pendekatan fungsional dalam antropologi sosial dipelopori oleh dua orang sarjana Inggris yang hidup sezaman, yaitu R-B dan Malinowski. Meskipun kedua mereka ini sama-sama dipengaruhi oleh Durkheim, namun penafsiran dan pengembangan mereka atas konsep fungsi adalah berbeda satu sama lain. R-B menolak setiap penggunaan konsep fungsi yang tidak dikaitkan dengan struktur sosial, karena itulah pendekatan dasarnya adalah kombinasi dari kedua konsep tersebut: fungsi dan struktur sosial, yang kemudian dikenal dengan nama struktural-fungsionalisme.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;R-B dengan tegas membedakan konsep fungsionalnya dari konsep fungsional Malinowski. Bagi R-B fungsi adalah "kontribusi yang dimainkan oleh sebuah item sosial, atau sebuah institusi sosial, terhadap kemantapan suatu struktur sosial". Sementara itu Malinowski melihat "fungsi" sama seperti "guna", yang dikaitkan dengan kebutuhan psikologis dan biologis manusia. Fungsi dari sebuah item sosial, atau sebuah institusi sosial, menurut Malinowski, adalah "kegunaan dari institusi tersebut dalam memenuhi kebutuhan psiko-biologis individu-individu anggota sebuah masyarakat".&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-2418534726176922557?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/2418534726176922557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2012/01/pendekatan-fungsional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/2418534726176922557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/2418534726176922557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2012/01/pendekatan-fungsional.html' title='Pendekatan Fungsional'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-2080600247499008393</id><published>2011-12-28T20:56:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T20:56:57.327+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kujang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senjata'/><title type='text'>Kujang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Df_8tg786B0/Tvsf0CXm9NI/AAAAAAAAAI0/KBV-3eYgTUc/s1600/kujang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="282" src="http://4.bp.blogspot.com/-Df_8tg786B0/Tvsf0CXm9NI/AAAAAAAAAI0/KBV-3eYgTUc/s400/kujang.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;DEFINISI &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kujang berasal dari kata kudi dan hyang. Kudi diambil dari bahasa Sunda Kuno yang artinya senjata yang mempunyai kekuatan gaib sakti, sebagai jimat, sebagai penolak bala. Kudi atau kudhi juga dapat diartikan sebagai alat bantu pekerjaan untuk membelah atau memotong benda keras, seperti parang. Sebagaimana parang, kudi hanya memiliki satu sisi tajam, berbentuk agak melengkung menyerupai celurit tetapi bagian pangkalnya membesar. Bentuk kudi yang lebih langsing dapat dipergunakan sebagai senjata. Senjata kujang dianggap sebagai kembangan dari kudi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hyang (dikenal dalam bahasa Melayu, Kawi, Jawa, Sunda, dan Bali) adalah suatu keberadaan spiritual tak kasat mata yang memiliki kekuatan supranatural. Keberadaan spritual ini dapat bersifat ilahiah atau roh leluhur. Kini dalam bahasa Indonesia istilah ini cenderung disamakan dengan Dewa, Dewata, atau Tuhan. Tempat para hyang bersemayam disebut Kahyangan, yang kini disamakan dengan konsep surga.Dalam bahasa Sunda istilah "nga-hyang" berarti "menghilang" atau "takterlihat". Diduga kata ini memiliki kaitan kebahasaan dengan kata"hilang" dalam bahasa Melayu atau bahasa Indonesia. Padaperkembangannya istilah "hyang" menjadi akar kata beberapa nama,sebutan, dan istilah yang hingga kini masih dikenal di Indonesia (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hyang"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kujang (juga) berasal dari kata Ujang, yang berarti manusia atau manusa. Manusia yang sakti sebagaimana Prabu Siliwangi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;BAGIAN BAGIAN KUJANG&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Papatuk (Congo); bagian ujung kujang yang runcing, gunanya untuk menoreh atau mencungkil.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Eluk (Siih); lekukan-lekukan atau gerigi pada bagian punggung kujang sebelah atas, gunanya untuk mencabik-cabik perut musuh.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Waruga; nama bilahan (badan) kujang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Mata; lubang-lubang kecil yang terdapat pada bilahan kujang yangpada awalnya lubang- lubang itu tertutupi logam (biasanya emas atauperak) atau juga batu permata. Tetapi kebanyakan yang ditemukan hanyasisasnya berupa lubang lubang kecil. Gunanya sebagai lambang tahapstatus si pemakainya, paling banyak 9 mata dan paling sedikit 1 mata,malah ada pula kujang tak bermata, disebut “Kujang Buta”.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Pamor; garis-garis atau bintik-bintik pada badan kujang disebutSulangkar atau Tutul, biasanya mengandung racun, gunanya selain untukmemperindah bilah kujangnya juga untukmematikan musuh secara cepat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Tonggong; sisi yg tajam di bagian punggung kujang, bisa untuk mengerat juga mengiris.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Beuteung; sisi yang tajam di bagian perut kujang, gunanya sama dengan bagian punggungnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Tadah; lengkung kecil pada bagian bawah perut kujang, gunanya untukmenangkis dan melintir senjata musuh agar terpental dari genggaman.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Paksi; bagian ekor kujang yang lancip untuk dimasukkan ke dalam gagang kujang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Combong; lubang pada gagang kujang, untuk mewadahi paksi (ekor kujang).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Selut; ring pada ujung atas gagang kujang, gunanya untuk memperkokoh cengkeraman gagang kujang pada ekor (paksi).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Ganja (landéan); nama khas gagang (tangkai) kujang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Kowak (Kopak); nama khas sarung kujang. (&lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10318687"&gt;Kaskus&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di antara bagian-bagian kujang tadi, ada satu bagian yang memiliki lambang “ke-Mandalaan”, yakni mata yang berjumlah 9 buah. Jumlah ini disesuaikan dengan banyaknya tahap Mandala Agama Sunda Pajajaran yang juga berjumlah 9 tahap, di antaranya (urutan dari bawah): Mandala Kasungka, mandala Parmana, Mandala Karna, Mandala Rasa, Mandala Séba, Mandala Suda, Jati Mandala, Mandala Samar, Mandala Agung. Mandala tempat siksaan bagi arwah manusia yang ketikahidupnya bersimbah noda dan dosa, disebutnya Buana Karma atau Jagat Pancaka, yaitu Neraka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;SEJARAH PERKEMBANGAN KUJANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kujang sangat identik dengan Sunda Pajajaran masa silam. Sebab, alatini berupa salah sastu aspek identitas eksistensi budaya Sunda kalaitu. Namun, dari telusuran kisah keberadaannya tadi, sampai sekarangbelum ditemukan sumber sejarah yang mampu memberitakan secara jelas danrinci. Satu-satunya sumber berita yang dapat dijadikan pegangan(sementara) yaitu lakon-lakon pantun. Sebab dalam lakon-lakon pantunitulah kujang banyak disebut-sebut. Di antara kisah-kisah pantun yangterhitung masih lengkap memberitakan kujang, yaitu pantun (khas) Bogorsumber Gunung Kendeng sebaran Aki Uyut Baju Rambeng. Pantun Bogor inisampai akhir abad ke-19 hanya dikenal oleh warga masyarakat Bogormarginal (pinggiran), yaitu masyarakat pedesaan. Mulai dikenalnya olehkalangan intelektual, setelahnya tahun 1906 C.M. Pleyte (seorangBelanda yang besar perhatiannya kepada sejarah Pajajaran) melahirkanbuku berjudul Moending Laja Di Koesoemah, berupa catatan pribadinyahasil mendengar langsung dari tuturan juru pantun di daerah Bogorsebelah Barat dan sekitarnya. Pemberitaan tentang kujang selaluterselip hampir dalam setiap lakon dan setiap episode kisah serialPantun Bogor, baik fungsi, jenis, dan bentuk, para figur pemakainyasampai kepada bagaimana cara menggunakannya. Malah ungkapan-ungkapankonotatif yang memakai kujang-pun tidak sedikit. Contoh kalimatgambaran dua orang berwajah kembar; “Badis pinang nu munggaran, ruakujang sapaneupaan” atau melukiskan seorang wanita; “Mayang lenjangbadis kujang, tembong pamor tembong eluk tembong combong di ganjana”dsb. Demikian pula bendera Pajajaran yang berwarna “hitam putih” jugadiberitakan bersulamkan gambar kujang “Umbul-umbul Pajajaran hideungsawaréh bodas sawaréh disulaman kujang jeung pakujajar nu lalayanan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa lalu Kujang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakatSunda karena fungsinya sebagai peralatan pertanian. Pernyataan initertera dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian (1518 M)maupun tradisi lisan yang berkembang di beberapa daerah diantaranya didaerah Rancah, Ciamis. Bukti yang memperkuat pernyataan bahwa kujangsebagai peralatan berladang masih dapat kita saksikan hingga saat inipada masyarakat Baduy, Banten dan Pancer Pangawinan&lt;br /&gt;di Sukabumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perkembangan kemajuan, teknologi, budaya, sosial dan ekonomimasyarakat Sunda, Kujang pun mengalami perkembangan dan pergeseranbentuk, fungsi dan makna. Dari sebuah peralatan pertanian, kujangberkembang menjadi sebuah benda yang memiliki karakter tersendiri dancenderung menjadi senjata yang bernilai simbolik dan sakral. Wujud barukujang tersebut seperti yang kita kenal saat ini diperkirakan lahirantara abad 9 sampai abad 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak sirnanya Kerajaan Pajajaran sampai sekarang, kujang masih banyakdimiliki oleh masyarakat Sunda, yang fungsinya hanya sebagai bendaobsolete tergolong benda sejarah sebagai wahana nostalgia dan kesetiaankepada keberadaan leluhur Sunda pada masa jayanya Pajajaran, di sampingyang tersimpan di museum-museum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengabadian kujang lainnya, banyak yang menggunakan gambar bentukkujang pada lambang-lambang daerah, pada badge badge organisasikemasyarakatan atau ada pula kujang-kujang tempaan baru (tiruan),sebagai benda aksesori atau cenderamata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain keberadaan kujang seperti itu, di kawasan Jawa Barat dan Bantenmasih ada komunitas yang masih akrab dengan kujang dalam pranatahidupnya sehari-hari, yaitu masyarakat Sunda “Pancer Pangawinan”(tersebar di wilayah Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak – Provinsi Banten,Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor dan di Kecamatan Cisolok KabupatenSukabumi – Provinsi Jawa Barat). Dan masyarakat “Sunda Wiwitan UrangKanékés” (Baduy) di Kabupaten Lebak – Provinsi Banten. Dalam lingkunganbudaya hidup mereka, tiap setahun sekali kujang selalu digunakan padaupacara “Nyacar” (menebangi pepohonan untuk lahan ladang). Patokanpelaksanaannya yaitu terpatri dalam ungkapan “Unggah Kidang TurunKujang”, artinya jika bintang Kidang telah muncul di ufuk Timur di kalasubuh, pertanda musim “Nyacar” sudah tiba, kujang (Kujang Pamangkas)masanya digunakan sebagai pembuka kegiatan “Ngahuma” (berladang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BENTUK DAN JENIS KUJANG SERTA FUNGSINYA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman masih jayanya kerajaan Pajajaran, kujang terdiri dari beberapa bentuk, di antaranya:&lt;br /&gt;1. Kujang Ciung; yaitu kujang yang bentuknya dianggap menyerupai burung Ciung.&lt;br /&gt;2. Kujang Jago; kujang yang bentuknya menyerupai ayam jago.&lt;br /&gt;3. Kujang Kuntul; kujang yang menyerupai burung Kuntul.&lt;br /&gt;4. Kujang Bangkong; kujang yang menyerupai bangkong (kodok).&lt;br /&gt;5. Kujang Naga; kujang yang bentuknya menyerupai naga.&lt;br /&gt;6. Kujang Badak; kujang berbadan lebar dianggap seperti badak.&lt;br /&gt;7. Kudi; perkakas sejenis kujang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan jenisnya, kujang memiliki fungsi sebagai:&lt;br /&gt;1. Kujang Pusaka; yaitu kujang sebagai lambang keagungan seorang rajaatau pejabat kerajaan lainnya dengan kadar kesakralannya sangat tingiseraya memiliki tuah dan daya gaib tinggi.&lt;br /&gt;2. Kujang Pakarang; yaitu kujang untuk digunakan sebagai alat berperang dikala diserang musuh.&lt;br /&gt;3. Kujang Pangarak; yaitu kujang bertangkai panjang seperti tombak sebagai alat upacara.&lt;br /&gt;4. Kujang Pamangkas; kujang sebagai alat pertanian (perladangan).&amp;nbsp;                                  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;KELOMPOK PEMAKAI KUJANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Meskipun perkakas kujang identik dengan keberadaan Kerajaan Pajajaranpada masa silam, namun berita Pantun Bogor tidak menjelaskan bahwa alatitu dipakai oleh seluruh warga masyarakat secara umum. Perkakas inihanya digunakan oleh kelompok tertentu, yaitu para raja, prabu anom(putera mahkota), golongan pangiwa, golongan panengen, golongan agama,para puteri serta kaum wanita tertentu, para kokolot. Sedangkan rakyatbiasa hanya menggunakan perkakas-perkakas lain seperti golok,congkrang, sunduk, dsb. Kalaupun di antaranya ada yang menggunakankujang, hanya sebatas kujang pamangkas dalam kaitan keperluan berladang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap menak (bangsawan), para pangagung (pejabat negara) sampai parakokolot, dalam pemilikan kujang, tidak sembarangan memilih bentuk.Namun, hal itu ditentukan oleh status sosialnya masing-masing. Bentukkujang untuk para raja tidak boleh sama dengan milik balapati. Demikianpula, kujang milik balapati mesti berbeda dengan kujang miliknyabarisan pratulup, dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Kujang Ciung mata-9: hanya dipakai khusus oleh Raja;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Kujang Ciung mata-7: dipakai oleh Mantri Dangka dan Prabu Anom;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Kujang Ciung mata-5: dipakai oleh Girang Seurat, Bupati Pamingkis,dan para Bupati Pakuan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Kujang Jago: dipakai oleh Balapati, para Lulugu, dan Sambilan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Kujang Kuntul: dipakai oleh para Patih (Patih Puri, Patih Taman, Patih Tangtu Patih Jaba, dan Patih Palaju), juga digunakan oleh para Mantri (Mantri Majeuti, Mantri Paséban, Mantri Layar,Mantri Karang, dan Mantri Jero);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Kujang Bangkong: dipakai oleh Guru Sekar, Guru Tangtu, Guru Alas, Guru Cucuk;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Kujang Naga: dipakai oleh para Kanduru, para Jaro, Jaro Awara, Tangtu, Jaro Gambangan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Kujang Badak: dipakai oleh para Pangwereg, para Pamatang, paraPalongok, para Palayang, para Pangwelah, para Bareusan, parajurit,Paratulup, Sarawarsa, para Kokolot.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Selain diperuntukkan bagi para pejabat tadi, kujang digunakan pula olehkelompok agama, tetapi kesemuanya hanya satu bentuk yaitu Kujang Ciung,yang perbedaan tahapannya ditentukan oleh banyaknya “mata”. KujangCiung bagi peruntukan Brahmesta (pendeta agung negara) yaitu yangbermata-9, sama dengan peruntukan raja. Kujang Ciung bagi para Panditabermata-7, para Geurang Puun, Kujang Ciung bermata-5, para Puun KujangCiung bermata-3, para Guru Tangtu Agama dan para Pangwereg Agama KujangCiung bermata-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping masing-masing memiliki kujang tadi, golongan agama menyimpanpula Kujang Pangarak, yaitu kujang yang bertangkai panjang yang gunanyakhusus untuk upacara-upacara sakral seperti Upacara Bakti Arakana,Upacara Kuwera Bakti, dsb., malah kalau dalam keadaan darurat, bisasaja dipakai untuk menusuk atau melempar musuh dari jarak jauh. Tapifungsi utama seluruh kujang yang dimiliki oleh golongan agama, sebagaipusaka pengayom kesentosaan seluruh isi negara.&lt;br /&gt;Kelompok lain yang juga mempunyai kewenangan memakai kujang yaitu parawanita Menak (Bangsawan) Pakuan dan golongan kaum wanita yang memilikifungsi tertentu, seperti para Puteri Raja, para Puteri Kabupatian, paraAmbu Sukla, Guru Sukla, para Ambu Geurang, para Guru Aés, dan paraSukla Mayang (Dayang Kaputrén). Kujang bagi kaum wanita ini, biasanyahanya terdiri dari Kujang Ciung dan Kujang Kuntul. Hal ini karenabentuknya yang langsing, tidak terlalu “galabag” (berbadan lebar”, danukurannya biasanya lebih kecil dari ukuran kujang kaum pria.&lt;br /&gt;Untuk membedakan status pemiliknya, kujang untuk kaum wanita pun samadengan untuk kaum pria, yaitu ditentukan oleh banyaknya mata, pamor,dan bahan yang dibuatnya. Kujang untuk para puteri kalangan menakPakuan biasanya kujang bermata-5, Pamor Sulangkar, dan bahannya daribesi kuning pilihan. Sedangkan (kujang) wanita fungsi lainnya kujangbermata-3 ke bawah malah sampai Kujang Buta, Pamor Tutul, bahannya besibaja pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum wanita Pajajaran yang bukan menak tadi, di samping menggunakankujang ada pula yang memakai perkakas “khas wanita” lainnya, yaitu yangdisebut Kudi, alat ini kedua sisinya berbentuk sama, seperti tidak adabagian perut dan punggung, juga kedua sisinya bergerigi seperti padakujang, ukurannya rata-rata sama dengan ukuran “Kujang Bikang” (kujangpegangan kaum wanita), langsing, panjang kira-kira 1 jengkal termasuktangkainya, bahannya semua besi-baja, lebih halus, dan tidak ada yangmemamai mata.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;PROSES PEMBUATAN KUJANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada zamannya Kerajaan Pajajaran Sunda masih jaya, setiap prosespembuatan benda-benda tajam dari logam termasuk pembuatan senjatakujang, ada patokan-patokan tertentu yang harus dipatuhi, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Patokan Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mulainya mengerjakan penempaan kujang dan benda-benda tajam lainnya,ditandai oleh munculnya Bintang Kerti, hal ini terpatri dalam ungkapan“Unggah kidang turun kujang, nyuhun kerti turun beusi”, artinya‘Bintang Kidang mulai naik di ufuk Timur waktu subuh, pertanda masanyakujang digunakan untuk “nyacar” (mulai berladang). Demikian pula jikaBintang Kerti ada pada posisi sejajar di atas kepala menyamping agak keUtara waktu subuh, pertanda mulainya mengerjakan penempaan benda-bendatajam dari logam (besi-baja)’. Patokan waktu seperti ini, kini masihberlaku di lingkungan masyarakat “Urang Kanékés” (Baduy).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Kesucian “Guru Teupa” (Pembuat Kujang)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang Guru Teupa (Penempa Kujang), waktu mengerjakan pembuatan kujangmesti dalam keadaan suci, melalui yang disebut “olah tapa” (berpuasa).Tanpa syarat demikian, tak mungkin bisa menghasilkan kujang yangbermutu. Terutama sekali dalam pembuatan Kujang Pusaka atau kujangbertuah. Di samping Guru Teupa mesti memiliki daya estetika danartistika tinggi, ia mesti pula memiliki ilmu kesaktian sebagai wahanaketerampilan dalam membentuk bilah kujang yang sempurna seraya mampumenentukan “Gaib Sakti” sebagai tuahnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Bahan Pembuatan Kujang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat perkakas kujang dibutuhkan bahan terdiri dari logam dan bahan lain sebagai pelengkapnya, seperti:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Besi, besi kuning, baja, perak, atau emas sebagai bahan membuat waruga (badan kujang) dan untuk selut (ring tangkai kujang).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Akar kayu, biasanya akar kayu Garu-Tanduk, untuk membuat ganja ataulandean (tangkai kujang). Akar kayu ini memiliki aroma tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Papan, biasanya papan kayu Samida untuk pembuatan kowak atau kopak (sarung kujang). Kayu ini pun memiliki aroma khusus.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Emas, perak untuk pembuatan “mata” atau “pamor” kujang pusakaataukujang para menak Pakuan dan para Pangagung tertentu. Selain itu,khusus untuk “mata” banyak pula yang dibuat dari batu permata yangindah-indah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Peurah” (bisa binatang) biasanya “bisa Ular Tiru”, “bisa UlarTanah”, “Bisa Ular Gibug”, ”bisa Kelabang” atau “bisa Kalajengking”.Selain itu digunakan pula racun tumbuh-tumbuhan seperti ”getah akarLeteng” “getah Caruluk” (buah Enau) atau “serbuk daun Rarawea”, dsb.Gunanya untuk ramuan pelengkap pembuatan “Pamor”. Kujang yang berpamor dariramuan racun-racun tadi, bisa mematikan musuh meski hanya tergores.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Gaib Sakti” sebagai isi, sehingga kujang memiliki tuah tertentu.Gaib ini terdiri dari yang bersifat baik dan yang bersifat jahat, bisaterdiri dari gaib Harimau, gaib Ulat, gaib Ular, gaib Siluman, dsb.Biasanya gaib seperti ini diperuntukan bagi isi kujang yang pamornyamemakai ramuan racun sebagai penghancur lawan. Sedangkan untuk Kujang Pusaka, gaibsakti yang dijadikan isi biasanya para arwah leluhur atau para“Guriyang” yang memiliki sifat baik, bijak, dan bajik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;4. Tempat (Khusus) Pembuatan Kujang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tempat untuk membuat benda-benda tajam dari bahan logam besi-baja, baikkudi, golok, sunduk, pisau, dsb. Dikenal dengan sebutan Gosali,Kawesen, atau Panday. Tempat khusus untuk membuat (menempa) perkakaskujang disebut Paneupaan. Seperti dalam lakon Pantun Bogor kisah “Kalangsunda Makalangan”terdapat ungkapan yang menggamvarkan kemiripan rupa tokoh Kumbang BagusSetra dan Rakean Kalang Sunda dengan kalimat berbunyi: “Yuni Kudisa-Gosali, rua Kujang sa-Paneupaan”, ungkapan tersebut mengindi-kasikanbahwa istilah “Paneupaan” benar-benar berupa nama untuk tempatpembuatan perkakas kujang. Hal ini lebih diperjelas lagi dengan sebutan“Guru Teupa” bagi si pembuat kujang, yang mungkin sederajat dengan“Empu” pembuat keris di lingkungan masyarakat Jawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;CARA MEMBAWA KUJANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Membawa perkakas kujang tidak hanya satu cara, namun tergantung kepada bentuk dan ukuran besar kecilnya dan kadar kesakralannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Disoren; yaitu digantungkan pada pinggang sebelah kiri dengan menggunakan sabuk atau tali pengikat yang diikatkan ke pinggang. Yang dibawa dengan cara disoren ini, Kujang Galabag (berbadan lebar) seperti Kujang Naga dan Kujang Badak sebab kowaknya (sarungnya) cukup lebar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ditogel; yaitu dengan cara diselipkan pada sabukdi depan perut tanpa menggunakan tali pengikat. Kujang yang dibawa dengan cara ini yaitu Kujang Bangking (kujang berbadan kecil) seperti Kujang Ciung, Kujang Kuntul, Kujang Bangkong, Kujang Jago, Kudi yang ukuran kowaknya pun lebih kecil. Demikian pula kujang yang termasuk “Kujang Ageman” (bertuah) selalu dibawa dengan cara ditogel.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Dipundak; yaitu dengan cara dipikul tangkainya yang panjang, seperti membawa tombak. Yang dibawa dengan cara demikian hanya khusus Kujang Pangarak, karena memiliki tangkai panjang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dijinjing; yaitu dengan cara ditenteng, dipegang tangkainya. Kujang yang dibawa dengan cara ini hanya Kujang pamangkas, sebab kujang ini tidak memakai sarung (kowak) alias telanjang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;CARA MENGGUNAKAN KUJANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tersebar berita, bahwa cara menggunakan kujang konon dengan caradijepit ekornya (paksi-nya) yang telanjang tanpa “ganja” (tangkai)menggunakan ibu jari kaki. Sedangkan cara lain, yaitu dengan dijepitmenggunakan telunjuk dan ibu jari kemudian ditusuk-tusukan ke badanlawan. Alasan mengapa cara menggunakannya demikian, sebab katanyakujang memang berupa senjata “telanjang” tanpa tangkai dan tanpa sarung(kowak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika para Guru Teupa penempa Kujang Pajajaran sengaja membuatnyademikian, hal itu merupakan pekerjaan tanpa perhitungan. Sebab dilihatdari bentuk ekor (paksi) kujang yang banyak ditemukan, bentuknya samaseperti ekor senjata tajam lainnya yang lazim memakai gagang (tangkai)seperti golok, arit, pisau, dsb. Dengan cara menggunakannya sepertidiutarakan tadi, sedikitnya ia akan terluka jari jemari kakinya ataupunjari jemari tangannya. Lain halnya jika bentuk ekornya tadi dibuatsedemikian rupa sehingga mudah untuk dijepit dengan jari jemarinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: small;"&gt;PEMILIK KUJANG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;pada zaman Kerajaan Pajajaran masih berdiri, senjata kujang hanya bolehdimiliki oleh orang-orang atau kelompok-kelompok tertentu berdasarkanstatus sosialnya dalam masyarakat, seperti: raja, prabu anom (puteramahkota), golongan pangiwa, golongan panengen, golongan agama, paraputeri serta kaum wanita tertentu, dan para kokolot. Sedangkan bagirakyat kebanyakan, hanya boleh mempergunakan senjata tradisional ataupakakas, seperti golok, congkrang, sunduk, dan kujang yang fungsinyahanya digunakan untuk bertani dan berladang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang atau golongan tersebut memiliki kujang yang jenis, bentukdan bahannya tidak boleh sama. Misalnya, kujang ciung yang bermatasembilan buah hanya dimiliki oleh Raja, kujang ciung bermata tujuh buahhanya dimiliki oleh Mantri Dangka dan Prabu Anom, dan kujang ciung yangbermata lima buah hanya boleh dimiliki oleh Girang Seurat, BupatiPamingkis dan Bupati Pakuan. Selain oleh ketiga golongan tersebut,kujang ciung juga dimiliki oleh para tokoh agama. Misalnya, kujangciung bermata tujuh buah hanya dimiliki oleh para pandita atau ahliagama, kujang ciung bermata lima buah dimiliki oleh para Geurang Puun,kujang ciung bermata tiga buah dimiliki oleh para Guru Tangtu Agama,dan kujang ciung bermata satu buah dimiliki oleh Pangwereg Agama.Sebagai catatan, para Pandita ini sebenarnya memiliki jenis kujangkhusus yang bertangkai panjang dan disebut kujang pangarak. Kujangpangarak umumnya digunakan dalam upacara-upacara keagamaan, sepertiupacara bakti arakan dan upacara kuwera bakti sebagai pusaka pengayomkesentosaan seluruh negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan jenis-jenis kujang yang lainnya, seperti misalnyakujang jago, hanya boleh dimiliki oleh orang yang mempunyai statussetingkat Bupati, Lugulu, dan Sambilan. Jenis kujang kuntul hanyadipergunakan oleh para Patih (Patih Puri, Patih Taman, Patih Tangtu,Patih Jaba, dan Patih Palaju) dan Mantri (Mantri Majeuti, MantriPaseban, Mantri Layar, Mantri Karang, dan Mantri Jero). Jenis kujangbangkong dipergunakan atau dibawa oleh Guru Sekar, Guru Tangtu, GuruAlas, dan Guru Cucuk. Jenis kujang naga dipergunakan oleh para Kanduru,Para Jaro (Jaro Awara, Jaro Tangtu, dan Jaro Gambangan). Dan, kujangbadak dipergunakan oleh para Pangwereg, Pamatang, Panglongok, Palayang,Pangwelah, Baresan, Parajurit, Paratutup, Sarawarsa, dan Kokolot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, kepemilikan kujang bagi kelompok wanita menak (bangsawan)dan golongan wanita yang mempunyai tugas dan fungsi tertentu, misalnyaPutri Raja, Putri Kabupatian, Ambu Sukla, Guru Sukla, Ambu Geurang,Guru Aes, dan para Sukla Mayang (Dayang Kabupatian), kujang yangdipergunakan adalah kujang ciung dan kujang kuntul. Sementara untukkaum perempuan yang bukan termasuk golongan bangsawan, biasanya merekamempergunakan senjata yang disebut kudi. Senjata kudi ini berbahan besibaja, bentuk kedua sisinya sama, bergerigi dan ukurannya sama dengankujang bikang (kujang yang dipergunakan wanita) yang langsing denganukuran panjang kira-kira satu jengkal (termasuk tangkainya).&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Impact; font-size: small;"&gt;JENIS KUJANG DAN PEMEGANGNYA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUJANG CIUNG Mata 9&lt;br /&gt;- Pegangan Raja-raja Sunda&lt;br /&gt;- Brahmesta(Pandita Agung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUJANG CIUNG mata 7&lt;br /&gt;- Prabu Anom&lt;br /&gt;- Mantri Dangka&lt;br /&gt;- Pandita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUJANG CIUNG mata 5&lt;br /&gt;- Geurang Serat&lt;br /&gt;- Bupati&lt;br /&gt;- Geurang Puun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUJANG CIUNG mata 5 Wesi Kuning&lt;br /&gt;- Para Putri Menak Pakuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUJANG CIUNG mata 3&lt;br /&gt;- Para Puun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUJANG CIUNG mata 1&lt;br /&gt;- Guru Tangtu Agama&lt;br /&gt;- Pangwereg Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUJANG JAGO mata 4&lt;br /&gt;- Para Balapati&lt;br /&gt;- Para Lulugu&lt;br /&gt;- Para Sambilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUJANG KUNTUL mata 4&lt;br /&gt;- Para Patih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUJANG BANGKONG&lt;br /&gt;- Guru Sekar, Guru Tangtu, Guru Teupa, Guru Cucuk, Guru Alas, jsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUJANG NAGA&lt;br /&gt;- Para Kanduru&lt;br /&gt;- Para Jaro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUJANG BADAK&lt;br /&gt;-Pangwereg, Pamatang, Palongok, Palayang, Bareusan, Parajurit, Pangwelah, Paratulup, Pangawin, Kokolot, Sarawarsa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Hyang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Kudi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Kujang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10318687&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nandang. 2004. Senjata Tradisional Jawa Barat. Bandung: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;wahyukujang.wordpress.com&lt;/li&gt;&lt;li&gt;budi "DALTON" art.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-2080600247499008393?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/2080600247499008393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/kujang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/2080600247499008393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/2080600247499008393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/kujang.html' title='Kujang'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Df_8tg786B0/Tvsf0CXm9NI/AAAAAAAAAI0/KBV-3eYgTUc/s72-c/kujang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-3038816966668384157</id><published>2011-12-28T10:32:00.000+07:00</published><updated>2012-01-01T22:55:28.855+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strukturalisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teori'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fungsionalisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Levi – Strauss'/><title type='text'>Struktural Fungsionalisme dan Strukturalisme Levi – Staruss</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mahzab strukturalisme yang berkembang, bermula dari konsep Linguistik Struktural yang dikembangkan oleh Saussure. Menurutnya, bahasa sebagai sebuah sistem tanda harus dilihat ke dalam tahapan tunggal sementara (single temporal plane). Saussure membedakan tiga jenis bahasa dalam konsepnya, yaitu Signifier – Signified, Arbitrer, dan Differences. Signifier dan Signified berbeda satu sama lain. Signifier adalah petanda, bisa dipahami karena adanya signified. Sedangkan signified adalah penanda, apapun yang ditangkap oleh panca indera. Misalnya saja MACAN, bunyi M-A-C-A-N dan konsep MACAN adalah hal yang berbeda. Bunyi M-A-C-A-N adalah signifier, sedangkan konsep MACAN adalah signified. Ketika bunyi M-A-C-A-N dilontarkan maka konsep MACAN yang terwujudkan dengan bentuk macan itu sendiri akan muncul. Dengan demikian maka kata macan selalu merepresentasikan macan yang ideal. Arbitrer adalah sembarang. M-A-C-A-N bisa menjadi konsep MACAN, tidak ada sebab khusus bahwa tulisan macan menandakan konsep macan. Bunyi macan yang menggambarkan seekor macan, tidak ada sebab khusus antara macan sebagai bunyi bahasa dan macan sesungguhnya. Semuanya adalah sembarang, tidak memiliki sebab khusus. Difference adalah perbedaan. Bahasa dibentuk berdasarkan rantai perbedaan-perbedaan yang membentuk jaringan. Konsep “macan” ada karena hubungannya dengan konsep “non-macan”, misalnya, harimau, serigala, ayam, dll. Perbedaan inilah yang menjadi elemen dasar struktur pembentukan bahasa. Bahasa diaggap sebagai alat representasi ideal. Sebagai pemakai bahasa—terlepas dari kemampuan alat artikulasi mencipta bunyi—kita tunduk pada struktur jaringan tersebut (differences yang membentuk grammar). Kita tidak menciptakan bahasa, melainkan bahasa menciptakan kita. “Language that speaks us” (Heidegger). Kemudian strukturalisme yang dikembangkan oleh Lévi-Strauss adalah beberapa konsep cara berpikir akal manusia yang dianggapnya elementer dan yang karena itu bersifat universal (Koentjaraningrat, 1987: 233). Dalam melihat struktur bahasa, Strauss tetap menggunakan metode linguistik Saussure untuk menginvestigasikan kebudayaan. Kebudayaan bisa direduksi ke dalam bentuk oposisi biner (0-1). Maksudnya adalah adanya elaborasi dari differences, hubungan hirarkis dengan prinsip umum 0-1, pemahaman bahwa 0-1 selalu bersifat berlawanan dan beroposisi, serta relasi antara 0 dan 1 bersifat natural, stabil, dan objektif. Strukturalisme disini bersifat anti-humanis, untuk memahami struktur, manusia sebagai subjek harus dipisahkan secara radikal dari kebudayaan. Tugas antropologi struktural disini adalah untuk melakukan investigasi terhadap deep structure. Misalnya dalam menganalogikan orkes simfoni. Seorang struktural-fungsionalis akan datang ke konser musik dan tertarik pada peranan-peranan dan status-status yang membentuk organisasi sosial orkes simfoni. Kemudian dia akan meminta partitur dan menginvestigasi deep structure lewat susunan nada, aransemen sebagai fakta “matematis”, oposisi biner yang objektif. Sedangkan post-stukturalisme muncul sebagai reaksi atau pisau dari strukturalisme yang sinkronis dan anti-humanistis. Hal itu dilakukan dengan cara mengembalikan dimensi subjek dan waktu dalam mengalami struktur. Tokoh utama yang paling berpengaruh pada era kritik strukturalisme adalah seorang filsuf perancis Jacques Derrida. Selain itu, ahli teori kebudayaan Michael Foucault juga berperan penting dalam kemunculan post strukturalisme. Derrida mengkategorikan lima hal dalam melihat struktur di masyarakat, yaitu Différance, Différance dan lokasi makna, Deconstruction, Truth, dan Identity. Différance adalah suatu proses bersamaan antara membedakan (differ); dan menunda (defferal) dalam mengerti meaning. Teks (dalam artian harafiah) menjadi fokus utama karena merupakan elemen satu-satunya yang memiliki makna sendiri dan stabil. Di luar teks, pemahaman akan makna kita terbentuk oleh proses Différance yang membuat multiple meanings, dan (makna) tidak stabil. Différance dan lokasi makna. Derrida setuju bahwa makna hadir karena chain of differences, (Saussure), tapi pemaknaan manusia (sebagai speaking subject) selalu mengalami penundaan (defer). Akibatnya pemaknaan tidak pernah sampai ke pendengar secara sempurna. Lalu, konsekuensinya adalah relasi signifier-signified tidak pernah stabil. Jika menurut Saussure, makna berada di luar kata (signifier) yaitu dalam alam konseptual dan merupakan hasil konvensi kebahasaan. Namun, menurut Derrid, makna “yang sesungguhnya” berada dalam kata (bersenyawa). Manusia memperoleh makna teks secara “aksidental” sebagai sesuatu yang ambigu, dan multiple meanings (akibat defferal). Pemaknaan adalah proses yang terjadi di jembatan antara 0 dan 1. Deconstruction. Sebuah makna tidak pernah sempurna (floating), oleh karena itu konstruksi deep structure selalu bersifat labil, ambigu dan temporer. Satu-satunya yang “tersisa” adalah kata sebagai unit terkecil yang mendefinisikan diri sendiri (self-defined). Dekonstruksi membuka kemungkinan baru dalam peristiwa relasi self – other yang tidak dibahas strukturalisme, yaitu proses. Truth adalah kebenaran. Truth dilihat sebagai konstruksi yang bisa dibongkar karena kebenaran hakiki (the ultimate truth) hanya ada dalam alam teks dalam arti harfiah. Kebenaran disini tidaklah bersifat kekal, melainkan temporer, ambigu, dan mengandung banyak arti dan makna. Identity adalah tinjauan kritis terhadap konstruksi dan dekonstruksi sampai pada kategori sosial terkecil yaitu identitas sosial. Identitas tidak lagi dipandang sebagai kategori sosial yang mapan (fixed), tapi selalu berada dalam wilayah “in-between” yang “ambigu” (antara 0 dan 1, self-other). Maka bisa saja saling bertentangan, saling berkompetisi, bisa tersembunyi sebagai residu untuk kemudian muncul sebagai sesuatu yang lain. Batas antara identitas adalah hasil difference, tapi mekanisme oposisi biner. Self-Other, Us-We, Inside-Outside bisa sangat subjektif dan seringkali tergantung pada Power. Maka studi-studi identitas marginal menjadi terkuak, seperti black people, gay, transvestites, asylum seekers, refugees, borderlanders, post-colonial subjects, diasporic culture. Kemudian faucoult muncul atas reaksi terhadap strukturalisme Saussure yang menekankan pada relasi-relasi difference dalam sistem bahasa untuk memahami tanda. Menurutnya, sejarah yang membentuk umat manusia bukan terbangun oleh relasi-relasi difference kebahasaan, melainkan relasi-relasi antar power dalam arus sejarah. Ada banyak hal yang dapat berguna bagi antropolog yang menggunakan mahzab post-strukturalisme untuk mempelajari kebudayaan. Antropolog akan melihat bahwa pemahaman akan sebuah bahasa adalah hal yang penting. Dia tidak bisa menganggap sebuah kata yang dimengerti itu dapat dimengerti dengan konsep yang sama oleh orang lain. Proses yang terjadi di dalam pemaknaan sebuah kata juga akan diperhitungkan, tidak semuanya dapat diterima dengan mudahnya. Antropolog juga harus mengembalikan dimensi subjek dan waktu dalam mengalami dan memahami struktur. Manusia, sebagai subjek, dianggap sebagai hal yang penting dalam memahami sebuah struktur, serta waktu yang terjadi didalamnya, atau sejarah. Dalam memahami sebuah struktur, antropolog juga tidak boleh menghilangkan kebenaran. Di setiap penelitiannya, tidak semua hal yang dikatakan dan dilihat pada waktu yang singkat dapat dianggap benar karena kebenaran itu temporer. Kemudian pembentukan identitas yang berlaku di masyarakat juga dipengaruhi oleh sebuah ‘power’. Power ini lah yang membentuk dan mengkonstruksi identitas yang berlaku di masyarakat. Oleh sebab itu, antropolog harus melihat struktur dari berbagai lapisan. Tidak hanya dari satu lapisan yang memiliki power dan menjadi dominan. Madzhab ini akan lebih membuat seorang antropolog dapat lebih mudah menggambarkan dan mengerti akan sebuah kebudayaan, dan kebudayaan itu bersifat benar, tidak ada unsur yang dihilangkan karena banyak kemungkinan yang terjadi dapat diperhitungkan. Kebudayaan itu bersifat kompleks, maka madzhab ini lah yang dapat menginterpretasikannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://antropologiui.wordpress.com/2011/06/04/struktural-fungsionalisme-dan-strukturalisme-levi-%E2%80%93-staruss-2/"&gt;Sri Fitri Ana&lt;/a&gt;, Antroplogi, Universitas Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-3038816966668384157?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/3038816966668384157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/struktural-fungsionalisme-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/3038816966668384157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/3038816966668384157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/struktural-fungsionalisme-dan.html' title='Struktural Fungsionalisme dan Strukturalisme Levi – Staruss'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-5072296222387194044</id><published>2011-12-28T09:52:00.001+07:00</published><updated>2011-12-28T09:52:29.584+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='etnografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metodologi'/><title type='text'>Rancangan Penelitian Etnografi menurut Creswell</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rancangan penelitian etnografi menurut Creswell (2003) yaitu setelahmenentukan jenis pendekatan penelitian (kualitatif, kuantitatif, ataumetode campuran) langkah selanjutnya adalah merancang atau merencanakanpenelitan. Langkah ini diawali dengan membuat pendahuluan proposalsebagai proses mengatur dan menulis gagasan awal. Peneliti perlumenerapkan model diferensiasi ketika menulis pendahuluan karenakomponen-komponen utama dalam pendahuluan adalah menunjukandiferensiasi-diferensiasi dalam penelitian-penelitian sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan pendahuluan adalah membangun kerangka penelitian sehinggapembaca dapat memahami bagaimana penelitian tersebut berhubungan denganpenelitian-penelitian yang lain. Pendahuluan menjelaskan suatu isu yangdapat menuntun pada penelitian. Pendahuluan harus membuat pembacatertarik pada topik penelitian, menjabarkan masalah yang dapat menuntunpada penelitian, meletakan penelitian dalam konteks yang lebih luas,dan menjangkau audien tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah penelitan merupakan masalah atau isu yang menuntun padakeharusan dilaksanakannya penelitan tersebut. Masalah bisa timbul dariberbagai sumber. Bisa dari perasaan peneliti, dari perdebatan,literatur-literatur, atau dari kebijakan pemerintahan. Masalah bisasangat beragam. Peneliti harus jelas melakukan identifkasi masalahpenelitian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendahuluan pada umumnya selalu mengikuti pola yang sama, yaitu:menyatakan rumusan masalah, lalu menjustifikasi mengapa masalahtersebut perlu diteliti. Pada proyek kualitatif, penelitimendeskripsikan masalah penelitian yang benar-benar mudah dipahamidengan cara mengeksplorasi suatu konsep atau fenomena tertentu.Penelitian kualitatif bersifat eksploratoris, dan peneliti memanfaatkanpendahuluan untuk mengeksplorasi suatu topik yang tidak bisadiidentifikasi variable-variabel ataupun teorinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian kualitatif juga fokus pada perspektif partisipan.Pendahuluan kualitatif bisa dimulai dengan pernyataan-pernyataanpersonal dari peneliti tentang pengalama pribadi memandang suatufenomena secara subtansial seperti pada penelitian fenomenologis(Moustakas, 1994).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode campuran dapat memilih untuk lebih mengutamakan pendekatankualitatif atau kuantitatif (atau dikombinasikan keduanya dalampendahuluan). Namun dari ketiga jenis penelitan tersebut komponen utamayang perlu dimasukan ke dalam pendahuluan pada umumnya berhubungandengan jenis-jenis masalah yang dibahas. Untuk itu diperlukan suatumodel ilustratif tentang bagaimana pendahuluan yang baik tanpa perlumemandang pendekatan-pendekatan dan komponen-komponen yang harusdisertakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Model diferensiasi pendahuluan terdiri dari masalah penelitian,penelitian-penelitian sebelumnya yang membahas masalah tersebut,kekurangan-kekurangan &lt;em&gt;(difisiencies)&lt;/em&gt; dalam penelitian-penelitan sebelumnya, pentingnya penelitian untuk audiens tertentu, dan tujuan penelitan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peneliti harus memandang literatur dengan pola segitiga terbalik.Pada ujung segitiga itu terdapat penelitian yang diajukan. Penelitianini haruslah sempit dan terfokus. Setelah menjabarkan masalahpenelitian dan mereview sejumlah penelitian lain yang relevan, penelitikemudian mengidentifikasi kekurangan-kekurangan yang terdapat dalampenelitian tersebut. Identifikasi semacam ini sering dikenal denganistilah model difisiensi. Peneliti hendaknya menulis alasan ataurasionalisasi tentang pentingnya penelitian yang diajukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Locke (2007:9), tujuan penelitian berarti menunjukan“mengapa ingin melakukan penelitian dan apa yang ingin dicapai.”Dikenal dengan tujuan-tujuan penelitian karena ia menggambarkantujuan-tujuan dilakukannya penelitian dalam satu atau beberapa kalimat.Dalam proposal peneliti haruslah membedakan secara jelas antara tujuanpenelitian, masalah penelitian, dan rumusan masalah. Tujuan penelitianmengindikasikan maksud penelitian, dan bukan masalah atau isu yangdapat menuntun pada keharusan diadakannya penelitian. Tujuan penelitianbukanlah rumusan masalah penelitian yang didalamnya mengandung sejumlahpertanyaan-pertanyaan yang akan terjawab dalam penelitian. Tujuanpenelitian adalah kumpula pernyataan yang menjelaskan sasaran,maksud-maksud, atau gagasan-gagasan umum diadakanya suatu penelitian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan penelitian kualitatif pada umumnya mencakup informasi tentangfenomena utama yang dieksplorasi dalam penelitian, partisipasipenelitian, dan lokasi penelitian. Tujuan penelitan kualitatif jugabisa menyatakan rancangan penelitian yang dipilih. Tujuan penelitiankuantitatif meliputi variable-variabel dalam penelitian dan hubungannyaantar variabel tersebut, para partisipan dan lokasi penelitan. Tinjauanini ditulis dengan bahasa-bahasa yang berhubungan dengan penelitiankualitatif. Pada uraian tujuan penelitian harus menunjukan variablebebas dan variable terikat, serta variable lain (antara) seperti &lt;em&gt;mediate, moderate&lt;/em&gt;, atau &lt;em&gt;control&lt;/em&gt;,yang digunakan dalam penelitian. Sebutkan juga jenis strategipenelitian seperti survei atau eksperimen. Jangan lupa juga untukmendefinisikan variable-variabel kunci.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan metode campuran berisi tujuan penelitian secara keseluruhan,informasi mengenai unsur-unsur penelitan kuantitatif dan kualitatif,dan alasan rasionalisasi mencampur dua unsur tersebut untuk masalahpenelitian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam penelitian kualitatif, peneliti menyatakan rumusan masalah,bukan sasaran penelitian (seperti hasil-hasil akhir yang ingindiperoleh dalam penelitian) ataupun hipotesis-hipotesis. Rumusanmasalah untuk penelitian kualitatif mengandaikan dua bentuk: saturumusan masalah utama dan beberapa subrumusan masalah spesifik. Rumusanmasalah utama merupakan pertanyaan-pertanyaan umum tentang konsep ataufenomena yang diteliti. Penelitian kualitatif bertujuan untukmengeksplorasi faktor-faktor kompleks yang berada di sekitar fenomenautama dan menyajikan perspektif-perspektif atau makna-makna yangberagam dari para partisipan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teori dalam penelitian kualitatif menggunakan teori dalam penelitianuntuk tujuan-tujuan yang berbeda. Pertama dalam penelitian kualitatifteori sering kali digunakan sebagai penjelasan atas perilaku dansikap-sikap tertentu. Kedua peneliti kualitatif seringkali menggunakanperspektif teoritis sebagai panduan umum untuk meneliti misalnya &lt;em&gt;gender&lt;/em&gt;atau kelas. Ketiga teori seringkali digunakan sebagai poin akhirpenelitian pada penelitian kualitatif. Keempat, beberapa penelitiankualitatif tidak menggunakan teori yang terlalu eksplisit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://antropologiui.wordpress.com/2011/06/01/rancangan-penelitian-etnografi-menurut-creswell/"&gt;Sri Fitri Ana&lt;/a&gt;, Antropologi, Universitas Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-5072296222387194044?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/5072296222387194044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/rancangan-penelitian-etnografi-menurut.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/5072296222387194044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/5072296222387194044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/rancangan-penelitian-etnografi-menurut.html' title='Rancangan Penelitian Etnografi menurut Creswell'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-255016758460932728</id><published>2011-12-28T09:40:00.001+07:00</published><updated>2011-12-28T09:41:39.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='etnografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metodologi'/><title type='text'>Etnografi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ethnografi adalah sebuah ilmu yang mempelajari perilaku kebudayaan. Holistik adalah kata kunci dalam ilmu ini. Dengan demikian, peneliti tidak hanya tertarik pada satu bidang masalah saja karena setiap perilaku manusia akan memiliki keterkaitan, latar belakang dengan hal-hal lainnya.Penelitian diawali dengan prasangka terhadap perilaku sebuah komunitas. Teori dan hipotesis digunakan sebagai dasar dari pemuatan prasangka. Kegunaannya adalah sebagai batasan agar prasangka peneliti tidak terlalu luas tetapi menjurus pada hal yang lebih spesifik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teori sendiri memiliki beberapa definisi, tetapi pada intinya teori merupakan sesuatu yang empiris. Hipotesis adalah pernyataan dari beberapa prediksi yang diyakini kebenarannya dari asumsi-asumsi yang ada. Asumsi-asumsi dihubungkan dengan teori yang ada apakah relevan atau tidak. Hipotesis merupakan hubungan antar variabel. Variabel dapat dijabarkan dalam bentuk pertanyaan yang diberikan pada informan melalui kuesioner, tes psikologi, sensus, atau games yang dilakukan dalam laboratorium. Kelompok atau grup yang akan diteliti harus diidentifikasi terlebih dahulu sebagai subjek penelitian. Dalam memilih subjek penelitian, menentukan sampel dapat dilakukan dengan teknik random atau bukan random.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian etnografi adalah&amp;nbsp; kualitatif dengan menggunakan teknik observasi partisipan. Teknik ini memaksa peneliti untuk bergaul dengan komunitas. Agak lama memang jangka waktu yang digunakan dalam teknik ini karena peneliti harus dapat mengetahui pola pikir komunitas tersebut. Walaupun demikian, hal tersebut tergantung dari kepekaan peneliti terhadap obyek yang ditelitinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ntinya, seorang etnografer dalam melakukan penelitian etnografi melihat masyarakat dan membandingkannya dengan konteks tertentu, kemudian membuat hipotesis berdasarkan teori yang dipakai dengan sebelumnya mengujicobakan hipotesis tersebut, apakah sesuai atau tidak, dan kemudian terjun lapangan dengan ikut terlibat sebagai bagian dari partisipan penelitian, serta dalam penulisannya dengan menggunakan analisis holistic perspective yang bersifat menyeluruh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://antropologiui.wordpress.com/2011/06/01/ethnography/"&gt;Sri Fitri Ana&lt;/a&gt;, Antropologi, Universitas Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-255016758460932728?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/255016758460932728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/etnografi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/255016758460932728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/255016758460932728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/etnografi.html' title='Etnografi'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-5031491140089147479</id><published>2011-12-27T21:43:00.000+07:00</published><updated>2011-12-27T21:43:53.754+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obat'/><title type='text'>Tanaman Obat Keluarga</title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CD4NU%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CD4NU%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CD4NU%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;   &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:36.0pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:36.0pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:40711400; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1489469574 1359102364 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l0:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:24.75pt; text-indent:-18.0pt;}@list l1 {mso-list-id:115951000; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:976654234 -615897326 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l1:level1 {mso-level-start-at:8; mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:42.0pt; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}@list l2 {mso-list-id:744767369; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1605165536 1359102364 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l2:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:24.75pt; text-indent:-18.0pt;}ol {margin-bottom:0cm;}ul {margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PengertianTOGA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Toga adalah singkatan dari tanaman obat keluarga.Tanaman obat keluarga pada hakekatnya sebidang tanah baik di halaman rumah,kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yangberkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akanobat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapatdisalurkan kepada masyarakat , khususnya obat yang berasal daritumbuh-tumbuhan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PemanfaatanTanaman Obat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Sejak terciptanya manusia di permukaan bumi, telahdiciptakan pula alam sekitarnya mulai dari sejak itu pula manusia mulai mencobamemanfaatkan alam sekitarnya untuk memenuhi keperluan alam bagi kehidupannya,termasuk keperluan obat-obatan untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan.Kenyataan menunjukkan bahwa dengan bantuan obat-obatan asal bahan alamtersebut, masyarakat dapat mengatasi masalah-masalah kesehatan yangdihadapinya. Hal ini menunjukkan bahwa obat yang berasal dari sumber bahan alamkhususnya tanaman telah memperlihatkan peranannya dalam penyelenggaraanupaya-upaya kesehatan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Pemanfaatan TOGA yang digunakan untuk pengobatangangguan kesehatan keluarga menurut gejala umum adalah:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Demampanas&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Batuk&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Sakitperut&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4.Gatal-gatal&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jenis-jenisTanaman Untuk TOGA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Jenis tanaman yang harus dibudidayakan untuktanaman obat keluarga adalah jenis-jenis tanaman yang memenuhi kriteria sebagaiberikut:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jenis tanaman disebutkan dalam buku pemanfaatantanaman obat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jenis tanaman yang lazim digunakan sebagai obatdidaerah pemukiman.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jenis tanaman yang dapat tumbuh dan hidup denganbaik di daerah pemukiman.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untukkeperluan lain misalnya: buah-buahan dan bumbu masak&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jenis tanaman yang hampir punah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jenis tanaman yang masih liar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jenis tanaman obat yang disebutkan dalam bukupemanfaatan tanaman adalah tanaman yang sudah lazim di tanam di pekaranganrumah atau tumbuh di daerah pemukiman.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Fungsi Toga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Salah satu fungsi Toga adalah sebagai sarana untukmendekatkan tanaman obat kepada upaya-upaya kesehatan masyarakat yang antaralain meliputi:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Upayapreventif (pencegahan)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Upayapromotif (meniungkatkan derajat kesehatan)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Upayakuratif (penyembuhan penyakit)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Selain fungsi diatas ada juga fungsi lainnya yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sarana untuk memperbaiki status gizi masyarakat,sebab banyak tanaman obat yang dikenal sebagai tanaman penghasil buah-buahanatau sayur-sayuran misalnya lobak, saledri, pepaya dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sarana untuk pelestarian alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Apabila pembuatan tanaman obat alam tidakdiikuti dengan upaya-upaya pembudidayaannya kembali, maka sumber bahan obatalam itu terutama tumbuh-tumbuhan akan mengalami kepunahan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sarana penyebaran gerakan penghijauan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Untuk menghijaukan bukit-bukit yang saat inimengalami penggundulan, dapat dianjurkan penyebarluasan penanaman tanaman obatyang berbentuk pohon-pahon misalnya pohon asam, pohon kedaung, pohon trenggulidan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sarana untuk pemertaan pendapatan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Toga disamping berfungsi sebagai sarana untukmenyediakan bahan obat bagi keluarga dapat pula berfungsi sebagai sumberpenghasilan bagi keluarga tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sarana keindahan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Dengan adanya Toga dan bila di tata dengan baikmaka hal ini akan menghasilkan keindahan bagi orang/masyarakat yang adadisekitarnya. Untuk menghasilkan keindahan diperlukan perawatan terhadaptanaman yang di tanam terutama yang ditanam di pekarangan rumah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PETUNJUKPENGGUNAAN TANAMAN OBAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Dalam menggunakan tumbuhan obat, ada beberapa halyang perlu diperhatikan sehingga hasil pengobatan yang maksima. Bacalah denganseksama semua petunjuk seputar timbuhan obat di bawah ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. A.WAKTU PENGUMPULAN&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gunamendapatkan bahan yang terbaik dari tumbuhan obat, perlu diperhatikan saat-saatpengumpulan atau pemetikan bahan berkhasiat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berikutini pedoman waktu pengumpulan bahan obat secara umum.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Daun dikumpulkan sewaktu tanaman berbunga dansebelum buah menjadi masak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bunga dikumpulkan sebelum atau segera setelahmekar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Buah dipetik dalam keadaan masak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Biji dikumpulkan dari buah yan g masak sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Akar, rimpang (rhizome), umbi (tuber), dan umbilapis (bulbus) dikumpulkan sewaktu proses tumbuhan berhenti.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2.PENCUCIAN DAN PENGERINGAN&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bahanobat yang sudah dikumpulkan segera dicuci bersih, sebaiknya dengan air yangmengalir. Setelah bersih, dapat segera dimanfaatkan bila diperlukan pemakaianyang bahan segar. Namun, bisa pula dikeringkan untuk disimpan dan digunakanbila sewaktu-waktu dibutuhkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air dan mengcegahpembusukan oleh cendawan atau bakteri. Dengan demikian, bahan dapat disimpanlebih lama dalam stoples atau wadah yang tertutup rapat. Bahan kering jugamudah dihaluskan bila ingin dibuat serbuk.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berikutini cara mengeringkan bahan obat :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bahan berukuran besar dan banyak mengandung airdapat dipotong-potong seperlunya terlebih dahulu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengeringan bisa langsung dibawah sinarmatahari, atau memakai pelindung seperti kawat halus jika menghendakipengeringan yang tidak terlalu cepat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengeringan bisa juga dilakukan denganmengangin-anginkan bahan ditempat yang teduh atau di dalam ruang pengering yangaliran udaranya baik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. SIFATDAN CITA RASA&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; DidalamTraditional Chinese Pharmacology dikenal 4 macam sifat dan 5 macam cira rasatumbuhan obat, yang merupakan bagian dari cara pengobatan tradisional timur.Adapun keempat macam sifat tumbuhan obat itu ialah dingin, panas, hangat, dansejuk. Tumbuhan obat yang sifatnya panas dan hangat dipakai untuk pengobatansindroma dingin, seperti pasien yang takut dingin, tangan dan kaki dingin,lidah pucat atau nadi lambat. Tumbuhan obat yang bersifat dingin dan sejukdigunakan untuk pengobatan sindroma panas, seperti demam, rasa haus, warnakencing kuning tua, lidah merah atau denyut nadi cepat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Limamacam cita rasa dari tumbuhan obat ialah pedas, manis, asam, pahit, dan asin.Cita rasa ini digunakan untuk tujuan tertentu karena selain berhubungan denganorgan tubuh, juga mempunyai khasiat dan kegunaan tersendiri. Misalnya rasapedas mempunyai sifat menyebar dan merangsang. Rasa manis berkhasiat tonik danmenyejukan. Rasa asam berkhasiat mengawetkan dan pengelat. Rasa pahit dapatmengilangkan panas dan lembab. Sementara rasa asin melunakkan dan sebagaipencahar. Kadang-kadang ada juga yang menambahkan cita rasa yang keenam, yaitunetral atau tawar yang berkhasiat sebagai peluruh kencing.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. CARAMEREBUS RAMUAN OBAT&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Perebusan umumnya dilakukan dalam pot tanah, pot keramik, atau panicemail,. Pot keramik dapat dibeli di took obat tradisional Tionghoa. Panic daribesi, alumunium atau kuningan sebaiknya tidak digunakan untuk merebus. Hal inidiingatkan karena bahan tersebut dapat menimbulkan endapan, konsentrasi larutanobat yang rendah, terbentuknya racun atau menimbulkan efek samping akibatterjadinya reaksi kimia dengan bahan obat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gunakanair yang bersih untuk merebus. Sebaiknya digunakan air tawar, kecualiditentukan lain. Cara merebus bahan sebagai berikut. Bahan dimasukkan ke dalampot tanah. Masukkan air sampai bahan terendam seluruhnya dan permukaan airsekitar 30 mm diatasnya. Perebusan dimulai bila air telah meresap kedalam bahanramuan obat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lakukanperebusan dengan api sesuai petunjuk pembuatan. Apabila nyala api tidakditentukan, biasanya perebusan dilakukan dengan api besar sampai airnyamendidih. Selanjutnya api dikecilkan untuk mencegah air rebusan meluap atauterlalu cepat kering. Meski demikian, adakalanya api besar dan api kecildigunakan sendiri-sendiri sewaktu merebus baha obat. Sebagai contoh, obat yangberkhasiat tonik umumnya direbus dengan api kecil sehingga zat berkhasiatnyadapat secara lengkap dikeluarkan dalam air rebusan. Demikian pula tumbuhan obatyang mengandung racun perlu direbus dengan api yang kecil dalam waktu yang agaklama, sekitar 3-5 jam untuk mengurangi kadar racunnya. Nyala api yang besardigunakan untuk ramuan obat yang dimaksudkan agar pendidihan menjadi cepat danpenguapan berlebih dari zat yang merupakan komponen aktif tumbuhan dapatdicegah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5. WAKTUMINUM OBAT&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bilatidak terdapat petunjuk pemakaian, biasanya obat diminum sebelum makan kecualiobat tersebut merangsang lambung maka diminum setelah makan. Obat berkhasiattonik diminum sewaktu perut kosong, dan obat berkhasiat sedative diminumsewaktu ingin tidur. Pada penyakit kronis diminum sesuai jadwal secara teratur.Rebusan obat bisa diminum sesering mungkin sesuai kebutuhan atau diminumsebagai pengganti teh.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6. CARAMINUM OBAT&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Obatbiasanya diminum satu dosis sehari yang dibagi untuk 2-3 kali minum. Umumnyadiminum selagi hangat, terutama untuk pengobatan sindroma luar. Setelah minumobat, pakailah baju tebal atau tidur berselimut supaya tubuh tetap hangat danmudah mengeluarkan keringat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untukpengobatan sindroma panas, obat diminum dalam keadaan dingin. Sebaliknya untukpengobatan sindroma dingin obat diminum dalam keadaan hangat. Obat yang sedikittoksik, diminum sedikit demi sedikit tetapi sering. Tambahkan dosisnya secarabertahap sehingga efek pengobatan tercapai.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 7. LAMAPENGOBATAN&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tumbuhan obat yang masih berupa simplisia, hasil pengobatannya tampaklambat, namun sifatnya konstruktif atau membangun. Hal ini berbeda dengan obatkimiawi yang hasil pengobatannya terlihat cepat namun destruktif. Oleh karenaitu, obat yang berasal dari tumbuhan tidak dianjurkan penggunaannya untukpenyakit-penyakit infeksi akut. Tumbuhan obat lebih diutamakan untuk memeliharakesehatan dan pengobatan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan denganobat kimiawi, atau memerlukan kombinasi antara obat kimiawi dengan obat daritumbuhan berkhasiat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Sumber:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Obat%20Tradisional%20dan%20Tanaman%20Obat%20di%20Indonesia&amp;amp;&amp;amp;nomorurut_artikel=293"&gt;&lt;span class="judulartikel"&gt;Obat Tradisional dan Tanaman Obat di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="judulartikel"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-5031491140089147479?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/5031491140089147479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/tanaman-obat-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/5031491140089147479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/5031491140089147479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/tanaman-obat-keluarga.html' title='Tanaman Obat Keluarga'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-6725793970678897852</id><published>2011-12-27T21:06:00.000+07:00</published><updated>2011-12-27T21:32:23.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metodologi'/><title type='text'>Metodologi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode penelitian terdiri dari 2 jenis, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Metode Kuantitatif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Metode Kualitatif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode kuantitatif berakar pada paradigma tradisional,positivistik, eksperimental atau empiricist. Metode ini berkembang dari tradisi pemikiran empiris Comte, Mill, Durkeim, Newton dan John Locke. “Gaya” penelitian kuantitatif biasanya mengukur fakta objektif melalui konsep yang diturunkan pada variabel-variabel dan dijabarkan pada indikator-indikator dengan memperhatikan aspek reliabilitas. Penelitian kuantitatif bersifat bebas nilai dan konteks, mempunyai banyak “kasus” dan subjek yang diteliti, sehingga dapat ditampilkan dalam bentuk data statistik yang berarti. Hal penting untuk dicatat di sini adalah, peneliti “terpisah” dari subjek yang ditelitinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode kualitatif dipengaruhi oleh paradigma naturalistik-interpretatif Weberian, perspektif post-positivistik kelompok teori kritis serta post-modernisme seperti dikembangkan oleh Baudrillard, Lyotard, dan Derrida (Cresswell, 1994).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;penelitian kualitatif berusaha mengkonstruksi realitas dan memahami maknanya. Sehingga, penelitian kualitatif biasanya sangat memperhatikan proses, peristiwa dan otentisitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Antropologi erat kaitannya dengan metode penelitian kualitatif. terdapat lima jenis metode penelitian kualitatif yang banyak dipergunakan, yaitu: (1)observasi terlibat; (2) analisa percakapan; (3) analisa wacana; (4) analisa isi; dan (5) pengambilan data ethnografis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep “penteorian metode kualitatif” merujuk pada keterjalinan antara teori dengan metode. Dalam konteks ini, teori dan metode dilihat sebagai dua hal yang tidakdapat dipisahkan (insparable). Bentuk paling klasik “penteorian” metode dapatditemukan dalam tradisi interaksionisme simbolik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Gumilar Rusliwa Somantri, Memahami Metode Kualitatif. dalam Makara, Sosial Humaniora, Vol. 9, No. 2, Desember 2005 : 57-65. Depok: FISIP-UI&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Creswell, John W. 1994. Research Design: Qualitative and Quantitative Approaches. California: Sage Publications, Inc.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-6725793970678897852?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/6725793970678897852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/metodologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/6725793970678897852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/6725793970678897852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/metodologi.html' title='Metodologi'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-4788225566530915509</id><published>2011-12-27T20:37:00.000+07:00</published><updated>2011-12-27T20:37:38.260+07:00</updated><title type='text'>Peralatan dan Perlengkapan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peralatan dan perlengkapan hidup dbuat atas dasar pengetahuan yang dimiliki manusia. Sistem pengetahuan tersebut dinamakan teknologi. J.J.Honigman dalam “ The world of man “, mengatakan bahwa teknologi adalah segala tindakan baku yang digunakan manusia untuk mengubah alam, termasuk tubuhnya sendiri, tubuh orang lain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Teknologi adalah cara manusia membuat, memakai, memelihara seluruh peralatannya, bahkan bertindak selama hidupnya.Munculnya teknologi disebabkan karena manusia berupaya melaksanakan matapencaharian hidupnya, mengorganisasi masyarakatnya, mengekspresikan rasa keindahan dalam memproduksi hasil-hasil keseniannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Teknologi bermula dari hal-hal yang sederhana, menciptakan sesuatu untuk mengatasi persoalan yang ada pada kehidupan sehari-hari misalnya pembuatan makanan,,pembuatan pakaian , pembuatan rumah, pembuatan jalan. Teknologi kemudian berkembang kepada hal-hal yang lebih rumit dan komplek. Dengan demikian diperlukan tingkat teknologi yang lebih tinggi..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Teknologi berasal dari kata "teknik". Masyarakat memiliki teknik tersendiri dalam membuat atau memproduksi suatu alat sehingga ada kekhasan atas ciri teknik dari alat yang dibuat oleh masyarakat tersebut. Menurut Sastrapratedja, fenomena teknik pada masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Rasionalitas artinya teknik selalu bertindak sesuai rencana dengan perhitungan rasional.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Artifisialitas artinya selalu membuat sesuatu yang tidak alamiah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Otomatisme artinya dalam organisasi dan rumusan dilaksanakan secaraotomatis. Selain itu juga mampu merubah kegiatan non teknis menjadikegiatan teknis.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Teknik berkembang pada suatu kebudayaan &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Monisme artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Universalisme artinya mampu melampaui batas-batas kebudayaan dan ideology, bahkan  dapat menguasai kebudayaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;http://muslikhatun-antropologi.blogspot.com/2010/11/ilmu-pengetahuan-dan-teknologi.html&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-4788225566530915509?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/4788225566530915509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/peralatan-dan-perlengkapan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/4788225566530915509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/4788225566530915509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/peralatan-dan-perlengkapan.html' title='Peralatan dan Perlengkapan'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-4761633128587288463</id><published>2011-12-27T14:31:00.000+07:00</published><updated>2011-12-27T14:31:27.152+07:00</updated><title type='text'>seni Rupa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PENGERTIAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seni tradisional adalah unsur kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu kaum/puak/suku/bangsa tertentu. Seni tradisional yang ada di suatu daerah berbeda dengan yang ada di daerah lain, meski pun tidak menutup kemungkinan adanya seni tradisional yang mirip antara dua daerah yang berdekatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;CIRI-CIRI &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penciptaannya selalu berdasarkan pada filosofi sebuah aktivitas dalam suatu budaya, bisa berupa aktivitas religius maupun seremonial.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terikat dengan pakem-pakem tertentu.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ContohWayang kulit, wayang golek, wayang beber, ornamen pada rumah-rumah tradisional di tiap daerah, batik, songket, dan lain-lain.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seni TradisionalSeni tradisional, dapat disebut dengan seni rakyat merupakan bentuk seni yang diproduksi oleh suatu kebudayaan tertentu oleh rakyat jelata, pekerja atau orang lain. Seni tradisional dibuat utamanya untuk kegunaan, lebih dari estetika. Seni tradisional biasanya hanya mengacu pada suatu kebudayaan tertentu dan berbeda antara satu dengan yang lain, walaupun terkadang bisa sama karena pengaruh kebudayaan. Keragaman lokasi geografis dan keragaman jenis seni tradisional tidak memungkinkan untuk mendeskripsikannya secara keseluruhan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seni tradisional kian menghilang dikarenakan modernisasi, industrialisasi ataupun pengaruh luar. Hal tersebut dianggap sebagai fenomena bagi kalangan tertentu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ciri khusus&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bersifat distinktif, antara kebudayaan satu dengan yang lain berbeda &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengutamakan kegunaan, lebih dari estetika &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dianggap naïf karena tidak mengindahkan kaidah seni &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersifat impulsif, hanya spontanitas saja &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak terpengaruh aliran dalam akademisi dan ruang lingkup seni murni&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; http://ipahipeh.blog.fisip.uns.ac.id/2010/12/30/seni-rupa-tradisional/&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-4761633128587288463?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/4761633128587288463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/seni-rupa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/4761633128587288463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/4761633128587288463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/seni-rupa.html' title='seni Rupa'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-5904157732021206079</id><published>2011-12-27T12:10:00.002+07:00</published><updated>2011-12-27T21:46:35.605+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tabu'/><title type='text'>Tabu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tabu atau pantangan adalah suatu pelarangan sosial yang kuat terhadap kata, benda, tindakan, atau orang yang dianggap tidak diinginkan oleh suatu kelompok, budaya, atau masyarakat. Pelanggaran tabu biasanya tidak dapat diterima dan dapat dianggap menyerang. Beberapa tindakan atau kebiasaan yang bersifat tabu bahkan dapat dilarang secara hukum dan pelanggarannya dapat menyebabkan pemberian sanksi keras. Tabu dapat juga membuat malu, aib, dan perlakuan kasar dari lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, tabu dianggap telah ada sebelum munculnya teisme dan dari periode sebelum adanya semua jenis agama.Secara khusus, tabu adalah Ungkapan yang tidak boleh diungkapkan dalam suasana tertentu dalam hubungannya dengan kepercayaan. Ungkapan tabu ada karena adanya larangan untuk mengucapkan kata-kata tertentu. Ungkapan tabu disiasati supaya tidak secara vulgar diucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan tabu menurut Ullman dibagi 3:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tabu karena sesuatu yang menakutkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tabu karena sesuatu yang tidak mengenakkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tabu karena sesuatu yang tidak pantas&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mahmud Fasya, ungkapan tabu dibagi jadi 2:&lt;br /&gt;Dimensi horizontal (habluminannas) yaitu sesuatu yang tidak mengenakkan &amp;amp; tidak pantas&lt;br /&gt;Dimensi vertikal (hubungannya dengan Tuhan atau yang berbau gaib) yaitu sesuatu yang menakutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabu karena sesuatu yang menakutkan&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Warisan dari animisme dan dinamisme&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Contoh: pada masyarakat Jawa merasa tabu menyebut kata ‘tikus’, sehingga harus disanjung dengan panggilan ‘den bagus’.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Contoh: pada masyarakat Sunda (Ciamis), kelelawar tidak boleh disebut ‘lalay’, tetapi ‘buah labu’.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan tabu yg relasi manusia dg manusia masih berlaku hingga sekarang, kaitannya dengan sopan santun. Ungkapan tabu ini berhubungan juga dg nilai rasa sosial. Nilai rasa sosial selalu berkembang tiap zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi menghindari ungkapan tabu dalam Bahasa Indonesia&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Gunakan eufimisme (nilai rasanya lebih halus)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengganti bunyi, contoh menyebutkan kata ‘anjing’ dengan kata ‘anjrit’ (bagi orang Sunda), ‘asu’ dengan ‘asem’ (bagi orang Jawa).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abreviasi (pemendekan), contoh ‘miss V’ utk ‘vagina’, ‘sekwilda’ = ‘sekitar wilayah dada’, ‘perek’ = ‘perempuan rekrutan’.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Metafora atau kiasan, contoh utk ‘celana dalam’ = ‘segitiga pengaman’, ‘burung’ utk menyebutkan kemaluan laki-laki.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menggunakan kata lain (sinonim)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diganti dengan bahasa asing, contoh ‘pantat’ diganti ‘dubur’, ‘kotoran’ diganti ‘feses, tinja’.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menciptakan kata dengan ‘tuna’, contoh tunasusila.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengikuti perkembangan zaman, contoh kata ‘kuli’ diganti jadi ‘pekerja, karyawan’.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ungkapan yang memberi kesan lebih baik atau menciptakan ungkapan yang baru.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sitaresmi, Nunung, Fasya, Mahmud. 2011. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Bandung: UPI Press&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ungkapan Tabu. dalam http://robita.wordpress.com/2011/06/11/ungkapan-tabu/&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tabu. dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Tabu&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-5904157732021206079?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/5904157732021206079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/tabu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/5904157732021206079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/5904157732021206079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/tabu.html' title='Tabu'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-4052670226812610506</id><published>2011-12-27T12:01:00.003+07:00</published><updated>2011-12-27T21:46:58.381+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mitos'/><title type='text'>Mitos</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mitos atau mite (myth) adalah cerita prosa rakyat yang tokohnya para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain pada masa lampau dan dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya.Mitos itu sendiri, ada yang berasal dari indonesia dan ada juga yang berasal dari luar negeri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mitos yang berasal dari luar negeri pada umumnya telah mengalami perubahan dan pengolahan lebih lanjut, sehingga tidak terasa asing lagi yang disebabkan oleh proses adaptasi karena perubahan zaman. Menurut Moens-Zoeb, orang jawa bukan saja telah mengambil mitos-mitos dari India, melainkan juga telah mengadopsi dewa-dewa Hindu sebagai dewa Jawa. Bahkan orang Jawa pun percaya bahwa mitos-mitos tersebut terjadi di Jawa. Di Jawa Timur misalnya, Gunung Semeru dianggap oleh orang Hindu Jawa dan Bali sebagai gunung suci Mahameru atau sedikitnya sebagai Puncak Mahameru yang dipindahkan dari India ke Pulau Jawa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mitos di Indonesia biasanya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, terjadinya susunan para dewa, terjadinya manusia pertama, dunia dewata, dan terjadinya makanan pokok. Mengenai mite terjadinya padi, dikenal adanya Dewi Sri yang dianggap sebagai dewi padi orang Jawa. Menurut versi Jawa Timur, Dewi Sri adalah putri raja Purwacarita. Ia mempunyai seorang saudara laki-laki yang bernama Sadana. Pada suatu hari selagi tidur, Sri dan Sadana disihir oleh ibu tirinya dan Sadana diubah menjadi seekor burung layang-layang sedangkan Sri diubah menjadi ular sawah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mitos"&gt;(Wikipedia)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-4052670226812610506?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/4052670226812610506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/mitos.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/4052670226812610506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/4052670226812610506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/mitos.html' title='Mitos'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-8184037404513851197</id><published>2011-12-27T11:55:00.001+07:00</published><updated>2011-12-27T21:47:36.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aliran kepercayaan'/><title type='text'>Aliran Kepercayaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aliran kepercayaan merupakan bagian dari nilai budaya yang tertanam pada diri masyarakat dan diterapkan sebagai cara pandang untuk melakoni kehidupannya. Cara pandang tersebut sebenarnya dapat mengacu pada agama yang bersumber dari kitab sepertihalnya yang ada dalam agama-agama besar dunia. Berbeda halnya dengan agama besar, aliran kepercayaan atau yang lebih dikenal dengan agama lokal meyakini bahwa cara pandang mereka didasarkan atas apa yang diajarkan oleh nenek moyang (karuhun) dalam menata kehidupan baik dalam lingkungan mereka ataupun saat menghadapi dunia di luar lingkungan mereka. Tatanan kehidupan karuhun kemudian diformulasikan dalam suatu konsep mengenai keteraturan dalam menghadapi dan memotivasi kehidupan. Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan Geertz. Beliau mengatakan bahwa :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Agama adalah suatu sistem simbol yang bertindak untuk memantapkan perasaan-perasaan (moods) dan motivasi-motivasi secara kuat, menyeluruh, dan bertahan lama pada diri manusia, dengan caramemformulasikan konsepsi-konsepsi mengenai hukum/keteraturan (order), dan menyelimuti konsepsi-konsepsi tersebut dengan suatu aturan tertentu yang mencerminkan kenyataan, sehingga perasaan-perasaan danmotivasi-motivasi tersebut, nampaknya secara tersendiri (unik) adalah nyata ada.&lt;/i&gt; (Geertz, 1973:90)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Geertz, Clifford 1973 The Interpretation of Culture, New York: Basic.&lt;br /&gt;Ade Makmur Kartawinata. 2002. Amalan Agama Lokal dalam Komunitas Terpinggir Di Jawa Barat: Kajian Antropologi Agama. Makalah dalam Simposium Kebudayaan Indonesia – Malaysia VIII 8 – 9 Oktober 2002.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-8184037404513851197?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/8184037404513851197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/aliran-kepercayaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/8184037404513851197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/8184037404513851197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/aliran-kepercayaan.html' title='Aliran Kepercayaan'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-5538410623218350511</id><published>2011-12-27T11:14:00.000+07:00</published><updated>2011-12-27T21:47:55.524+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='upacara tradisional'/><title type='text'>Upacara Tradisional</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bani Sudardi menyebutkan bahwa upacara tradisional merupakan bagian dari sistem religi. Dalam sistem religi terdapat 3 unsur, yaitu:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Sistem keyakinan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Sistem upacara keagamaan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Masyarakat pendukung&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistem keyakinan adalah suatu konsep yang hidup di masyarakat. Sistem ini bisa menyangkut berbagai hal seperti kosmogoni, kosmologi, mitologi, legenda, dan sebagainya. Sistem keyakinan tersebut merupakan hal yang dipercaya masyarakat pemilikinya dan dianggap benar-benar terjadi.Upacara tradisional terdapat sistem upacara yang harus diikuti oleh peserta upacara. Sistem upacara adalah suatu bentuk reaktualisasi adanya sistem kepercayaan. Di antara ketiga unsur dari sistem religi, sistem upacara merupakan unsur yang paling nyata dan tentu saja menarik perhatian. Bentuk sistem upacara itu beragam bentuknya yang terdiri dari:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Bersaji&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Berkorban&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Berdoa&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Makan bersama dengan makanan suci&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Prosesi&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Tarian suci&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Nyanyian suci&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Drama suci&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Puasa&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Intoksikasi&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. Bertapa&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12. bersamadi&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari berbagai bentuk sistem upacara ini, ada 4 hal utama yang merupakan unsurnya, yaitu:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Tempat&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Saat&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Benda dan alat&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Orang yang melakukan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu ritual atau upacara tradisional memiliki makna tertentu. Makna tersebut kadang-kadang tidak tunggal. Makna suatu ritus dapat dibagi menjadi  7 bagian, yaitu:&lt;br /&gt;1. Aktualisasi peristiwa mistis&lt;br /&gt;2. Kerinduan pada kekuatan adikodrati&lt;br /&gt;3. Proyeksi suatu cita-cita&lt;br /&gt;4. Tolak bala&lt;br /&gt;5. Pengaturan sosial/katub sosial&lt;br /&gt;6. Hiburan&lt;br /&gt;7. Kritik sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://baniuns.wordpress.com/2009/06/17/makna-ritus-dan-upacara-tradisional-di-pesisir-utara-jawa-2/"&gt;Bani Sudardi&lt;/a&gt;. 2009. Makna Ritus da Upacara Tradisional di Pesisir Utara Jawa. Surakarta: Universitas Sebelas Maret&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-5538410623218350511?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/5538410623218350511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/upacara-tradisional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/5538410623218350511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/5538410623218350511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/upacara-tradisional.html' title='Upacara Tradisional'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-8715677731348964320</id><published>2011-12-27T10:39:00.003+07:00</published><updated>2011-12-27T21:48:17.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem kemasyarakatan'/><title type='text'>Sistem Kemasyarakatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Definisi Etimologis&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat berasal dari kata dalam bahasa Arab, “musyarak”. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas -entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Definisi Konseptual&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selo SumardjanMasyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karl Marx&lt;br /&gt;Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok -kelompok yang terbagi secara ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Emile Durkheim&lt;br /&gt;Masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi - pribadi yang merupakan anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Paul B. Horton &amp;amp; C. Hunt&lt;br /&gt;Masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Syaikh Taqyuddin An-Nabhani&lt;br /&gt;Sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Definisi Operasional&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat adalah sekelompok orang atau kumpulan komunitas manusia yang menempati satu wilayah tertentu dengan merasa adanya keterikatan satu sama lain, juga adanya interaksi yang disesuaikan dengan adat istiadat wilayah tersebut yang sifatnya berkesinambungan; serta merupakan kesatuan hidup bersama yang memiliki kebiasaan tertentu, norma, hukum, serta aturan yang mengatur semua pola tingkah laku warga yang harus dipatuhi oleh seluruh anggotanya; tentunya membutuhkan keamanan dan kesejahteraan secara bersama.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-8715677731348964320?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/8715677731348964320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/sistem-kemasyarakatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/8715677731348964320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/8715677731348964320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/sistem-kemasyarakatan.html' title='Sistem Kemasyarakatan'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-677025990763472920</id><published>2011-12-27T10:27:00.002+07:00</published><updated>2011-12-27T10:27:42.917+07:00</updated><title type='text'>Sistem Kepercayaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara bersamaan, muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini, yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat, manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta.Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan.Agama (bahasa Inggris: Religion, yang berasar dari bahasa Latin religare, yang berarti "menambatkan"), adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya#Sistem_Kepercayaan"&gt;(Wikipedia)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-677025990763472920?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/677025990763472920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/sistem-kepercayaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/677025990763472920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/677025990763472920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/sistem-kepercayaan.html' title='Sistem Kepercayaan'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-7363606011631068686</id><published>2011-11-02T21:17:00.001+07:00</published><updated>2011-12-27T21:48:54.023+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='folklore'/><title type='text'>Nini Anteh Sang Penunggu Bulan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Nini Anteh Sang Penunggu Bulan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Diedit ulang oleh Tatang M. Amirin; 26 Oktober 2010&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman dahulu kala di Jawa Barat ada sebuah kerajaan bernama kerajaan Pakuan. Pakuan adalah kerajaan yang sangat subur dan memiliki panorama alam yang sangat indah. Rakyatnya pun hidup damai di bawah pimpinan raja yang bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam istana ada dua gadis remaja yang sama-sama jelita dan selalu kelihatan sangat rukun. Yang satu bernama Endahwarni dan yang satu lagi bernama Anteh. Raja dan Ratu sangat menyayangi keduanya, meski sebenarnya kedua gadis itu memiliki status sosial yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri Endahwarni adalah calon pewaris kerajaan Pakuan, sedangkan Nyai Anteh adalah hanya anak seorang dayang kesayangan sang ratu. Karena Nyai Dasti, ibu Nyai Anteh sudah meninggal saat melahirkan Anteh, maka sejak saat itu Nyai Anteh dibesarkan bersama putri Endahwarni yang kebetulan juga baru lahir. Kini setelah Nyai Anteh menginjak remaja, dia pun diangkat menjadi dayang pribadi putri Endahwarni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau jangan memanggilku Gusti Putri kalau sedang berdua denganku,” kata Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagiku kau tetap adik tercintaku. Tidak perduli statusmu yang hanya seorang dayang. Ingat sejak bayi kita dibesarkan bersama, maka sampai kapan pun kita akan tetap bersaudara. Awas ya! Kalau lupa lagi kamu akan aku hukum!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik Gust…..eh Kakak!” jawab Nyai Anteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anteh, sebenarnya aku iri padamu,” kata putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, iri kenapa, Kak. Saya tidak punya sesuatu yang bisa membuat orang lain iri,” kata Anteh heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa kau tidak tahu bahwa kamu lebih cantik dariku. Jika kamu seorang putri, pasti sudah banyak pangeran yang meminangmu,” ujar Putri sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha ha ha.. Kakak bisa saja. Mana bisa wajah jelek seperti ini dibilang cantik. Yang cantik tuh Kak Endah, kemarin saja waktu pangeran dari kerajaan sebrang datang, dia sampai terpesona melihat Kakak. Iya kan, Kak?” jawab Anteh dengan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah kamu bisa saja. Itu karena waktu itu kau memilihkan baju yang cocok untukku. O ya kau buat di penjahit mana baju itu?” tanya putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eeee…itu…itu…saya yang jahit sendiri, Kak.” jawab Anteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benarkah? Wah aku tidak menyangka kau pandai menjahit. Kalau begitu lain kali kau harus membuatkan baju untukku lagi ya. Hmmmm…mungkin baju pengantinku?” seru Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh, mana berani saya membuat baju untuk pernikahan Kakak. Kalau jelek, saya pasti akan dimarahi rakyat,” kata Anteh ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak akan gagal! Kemarin baju pesta saja bisa… jadi baju pengantin pun pasti bisa,” kata Putri tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam Ratu memanggil putri Endahwarni dan Anteh ke kamarnya. “Endah putriku, ada sesuatu yang ingin Ibu bicarakan,” kata Ratu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, Ibu,” jawab Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Endah, kau adalah anakku satu-satunya. Kelak kau akan menjadi ratu menggantikan ayahmu memimpin rakyat Pakuan,” ujar ratu. “Sesuai ketentuan keraton kau harus memiliki pendamping hidup sebelum bisa diangkat menjadi ratu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maksud ibu, Endah harus segera menikah?” tanya putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, Nak, dan ibu juga ayahmu sudah berunding dan sepakat bahwa calon pendamping yang cocok untukmu adalah Anantakusuma, anak Adipati dari Kadipaten Wetan. Dia pemuda yang baik dan terlebih lagi dia gagah dan tampan. Kau pasti akan bahagia bersamanya,” kata Ratu. “Dan kau Anteh, tugasmu adalah menjaga dan menyediakan keperluan kakakmu supaya tidak terjadi apa-apa padanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik, Gusti Ratu,” jawab Anteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu putri Endahwarni meminta Nyai Anteh untuk menemaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku takut sekali Anteh,” kata putri dengan sedih. “Bagaimana aku bisa menikah dengan orang yang sama sekali tidak aku kenal. Bagaimana kalau dia tidak mencintaiku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kakak jangan berpikiran buruk dulu,” hibur Anteh. “Saya yakin Gusti Raja dan Ratu tidak akan sembarangan memilih jodoh buat Kakak. Dan pemuda mana yang tidak akan jatuh hati melihat kecantikan Kakak. Ah sudahlah, Kakak tenang dan berdoa saja. Semoga semuanya berjalan lancar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi yang cerah, Anteh sedang mengumpulkan bunga melati untuk menghias sanggul putri Endahwarni. Anteh senang menyaksikan bunga-bunga yang bermekaran dan kupu-kupu saling berebut bunga. Dia mulai bersenandung dengan gembira. Suara Anteh yang merdu terbang tertiup angin melewati tembok istana. Saat itu seorang pemuda tampan sedang melintas di balik tembok taman istana. Dia tepesona mendengar suara yang begitu merdu. Ternyata pemuda itu adalah Anantakusuma. Dia sangat sakti, maka tembok istana yang begitu tinggi dengan mudah dilompatinya. Dia bersembunyi di balik gerumbulan bunga, dan tampaklah olehnya seorang gadis yang sangat cantik. Anantakusuma merasakan dadanya bergetar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alangkah cantiknya dia, apakah dia putri Endahwarni calon istriku?” batinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anantakusuma keluar dari persembunyiannya. Anteh terkejut ketika tiba-tiba di hadapannya muncul pemuda yang tidak dikenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa tuan?” tanya Anteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku Anantakusuma. Apakah kau…..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat Anantakusuma bertanya seseorang memanggil Anteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anteh!!! Cepat!!! Putri memanggilmu!” kata seorang dayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya. Saya segera datang. Maaf tuan saya harus pergi,” kata Anteh yang langsung lari meninggalkan Anantakusuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia ternyata bukan Endahwarni,” pikir Anantakusuma. “Dan aku jatuh cinta padanya. Aku ingin dialah yang jadi istriku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, di istana terlihat kesibukan yang lain daripada biasanya. Hari ini Adipati Wetan akan datang bersama anaknya, Anantakusuma, untuk melamar putri Endahwarni secara resmi. Raja dan Ratu menjamu tamunya dengan sukacita. Putri Endahwarni juga tampak senang melihat calon suaminya yang sangat gagah dan tampan. Lain halnya dengan Anantakusuma yang terlihat tidak semangat. Dia kecewa karena ternyata bukan gadis impiannya yang akan dinikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah saat perjamuan. Anteh dan beberapa dayang istana lainnya masuk ke ruangan dengan membawa nampan-nampan berisi makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silakan mencicipi makanan istimewa istana ini,” kata Anteh dengan hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih Anteh, silakan langsung dicicipi,” kata Raja kepada para tamunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anantakusuma tertegun melihat gadis impiannya kini ada di hadapannya. Kerongkongannya terasa kering dan matanya tak mau lepas dari Nyai Anteh yang saat itu sibuk mengatur hidangan. Kejadian itu tidak luput dari perhatian putri Endahwarni. Pahamlah ia bahwa calon suaminya telah menaruh hati pada gadis lain, dan gadis itu adalah Anteh. Putri Endahwarni merasa cemburu, kecewa, dan sakit hati. Timbul dendam di hatinya pada Anteh. Dia merasa Antehlah yang bersalah sehinggga Anantakusuma tidak mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perjamuan selesai dan Putri kembali ke kamarnya, Anteh menemui Sang Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana, Kak? Kakak senang kan sudah melihat calon suami Kakak? Wah ternyata dia sangat tampan ya?” kata Anteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati putri Endahwarni terasa terbakar mendengar kata-kata Anteh. Dia teringat kembali bagaimana Anantakusuma memandang Anteh dengan penuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anteh, mulai saat ini kau tidak usah melayaniku. Aku juga tidak mau kau ada di dekatku. Aku tidak mau melihat wajahmu,” kata Putri Endahwarni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“A..apa kesalahanku, Kak? Kenapa Kakak tiba-tiba marah begitu?” tanya Anteh kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pokoknya aku sebal melihat mukamu!” bentak Putri. “Aku tidak mau kau dekat-dekat denganku lagi…Tidak! Aku tidak mau kau ada di istana ini. Kau harus pergi dari sini hari ini juga!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi kenapa, Kak? Setidaknya katakanlah apa kesalahanku?” tangis Anteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah jangan banyak tanya. Kau sudah mengkianatiku. Karena kau Anantakusuma tidak mencintaiku. Dia mencintaimu. Aku tahu itu. Dan itu karena dia melihat kau yang lebih cantik dariku. Kau harus pergi dari sini Anteh, biar Anantakusuma bisa melupakanmu!” kata Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, Kak, aku akan pergi dari sini. Tapi Kak, sungguh saya tidak pernah sedikitpun ingin mengkhianati Kakak. Tolong sampaikan permohonan maaf dan terima kasih saya pada Gusti Raja dan Ratu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anteh beranjak pergi dari kamar Putri Endahwarni menuju kamarnya, lalu mulai mengemasi barang-barangnya. Kepada dayang lainnya dia berpesan untuk menjaga Putri Endahwarni dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyai Anteh berjalan keluar dari gerbang istana tanpa tahu apa yang harus dilakukannya di luar istana. Tapi dia memutuskan untuk pergi ke kampung halaman ibunya. Anteh belum pernah pergi ke sana, tapi waktu itu beberapa dayang senior pernah menceritakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hari sudah hampir malam, Anteh tiba di kampung tempat ibunya dilahirkan. Ketika dia sedang termenung memikirkan apa yang harus dilakukan, tiba-tiba seorang laki-laki yang sudah berumur menegurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf Nak, apakah anak bukan orang sini?” tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya Paman, saya baru datang!” kata Anteh ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh maaf, bukan maksudku menakutimu, tapi wajahmu mengingatkanku pada seseorang. Wajahmu mirip sekali dengan kakakku Dasti,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dasti? Nama ibuku juga Dasti. Apakah kakak Paman bekerja di istana sebagai dayang?” tanya Anteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya….! Apakah….kau anaknya Dasti?” tanya Paman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul, Paman!” jawab Anteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, kalau begitu kau adalah keponakanku. Aku pamanmu Dasta, adik ibumu,” kata Paman Dasta dengan mata berkaca-kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benarkah? Oh Paman, akhirnya aku menemukan keluarga ibuku!” kata Anteh dengan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sedang apakah kau disini? Bukankah kau juga seorang dayang?” tanya Paman Dasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ceritanya panjang, Paman. Tapi bolehkah saya minta ijin untuk tinggal di rumah Paman. Saya tidak tahu harus kemana,” pinta Anteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentu saja, Nak, kau adalah anakku juga. Tentu kau boleh tinggal di rumahku. Ayo kita pergi!” kata Paman Dasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu Anteh tinggal di rumah Pamannya di desa. Untuk membantu pamannya, Anteh menerima pesanan menjahit baju. Mula-mula Anteh menjahitkan baju-baju tetangga, lama-lama karena jahitannya bagus, orang-orang dari desa yang jauh pun ikut menjahitkan baju mereka kepada Anteh, sehingga ia dan keluarga pamannya bisa hidup cukup dari hasilnya menjahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun telah berlalu. Anteh kini sudah bersuami dan memiliki dua orang anak. Suatu hari di depan rumahnya berhenti sebuah kereta kencana dan banyak sekali pengawal yang menunggang kuda. Begitu pemilik kereta kencana itu melongokkan kepalanya, Anteh menjerit. Ternyata itu adalah putri Endahwarni. Putri Endahwarni turun dari kereta dan langsung menangis memeluk Anteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh Anteh, sudah lama aku mecarimu! Kemana saja kau selama ini? Kenapa tidak sekalipun kau menghubungiku? Apakah aku benar-benar menyakiti hatimu? Maafkan aku Anteh. Waktu itu aku kalap, sehingga aku mengusirmu, padahal kau tidak bersalah. Maafkan aku…” tangis Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gusti…jangan begitu. Seharusnya aku yang minta maaf karena telah membuatmu gusar,” kata Anteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak. Akulah yang bersalah. Untuk itu Anteh, kau harus ikut denganku kembali ke istana!” pinta Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi Putri, aku sekarang punya suami dan anak. Saya juga bekerja sebagai penjahit. Jika saya pergi, mereka akan kehilangan,” jawab Anteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suami dan anak-anakmu tentu saja harus kau bawa juga ke istana,” kata putri sambil tertawa. “Mengenai pekerjaanmu, kau akan kuangkat sebagai penjahit istana. Bagaimana? Kau tidak boleh menolak, ini perintah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Anteh dan keluarganya pindah ke istana. Putri Endahwarni telah membuatkan sebuah rumah di pinggir taman untuk mereka tinggal. Namun Anteh selalu merasa tidak enak setiap bertemu dengan pangeran Anantakusuma, suami putri Endahwarni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Anantakusuma ternyata tidak pernah melupakan gadis impiannya. Kembalinya Anteh telah membuat cintanya yang terkubur bangkit kembali. Mulanya Pangeran Anantakusuma mencoba bertahan dengan tidak memperdulikan kehadiran Anteh. Namun semakin lama cintanya semakin menggelora, hingga suatu malam Pangeran Anantakusuma nekat pergi ke taman istana, siapa tahu dia bisa bertemu dengan Anteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Kerajaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja. Dilihatnya Anteh sedang berada di beranda rumahnya, sedang bercanda dengan Candramawat, kucing kesayangannya, sambil menikmati indahnya sinar bulan purnama. Meski kini sudah berumur, namun bagi pangeran Anantakusuma, Anteh masih secantik dulu saat pertama mereka bertemu. Perlahan-lahan didekatinya Anteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anteh!” tegurnya.&amp;nbsp; Anteh terkejut. Dilihatnya pangeran Antakusuma berdiri di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pa … Pangeran? Kenapa Pangeran kemari? Bagaimana kalau ada orang yang melihat?” tanya Anteh ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak perduli. Yang penting aku bisa bersamamu. Anteh, tahukah kau bahwa aku sangat mencintaimu. Sejak kita bertemu di taman hingga hari ini, aku tetap mencintaimu,” kata Pangeran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pangeran, kau tidak boleh berkata seperti itu. Kau adalah suami putri Endahwarni. Dia adalah kakak yang sangat kucintai. Jika kau menyakitinya, itu sama saja kau menyakitiku,” kata Anteh sambil memeluk Candramawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak bisa… Aku tidak bisa melupakanmu! Kau harus menjadi milikku Anteh! Kemarilah, biarkan aku memelukmu!” kata Pangeran sambil berusaha memegang tangan Anteh. Anteh mundur dengan ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sadarlah Pangeran! Kau tidak boleh mengkhianati Gusti Putri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pangeran Ananta kusuma tetap mendekati Anteh.Anteh yang ketakutan berusaha melarikan diri. Namun Pangeran Anantakusuma tetap mengejarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh Tuhan, tolonglah hambaMu ini!” doa Anteh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berilah hamba kekuatan untuk bisa lepas dari pangeran Anantakusuma. Hamba tahu dia sangat sakti. Karena itu tolonglah hamba. Jangan biarkan dia menyakiti hamba dan kakak hamba!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Anteh merasa ada kekuatan yang menarik tubuhnya ke atas. Dia mendongak, dan dilihatnya sinar bulan menyelimutinya dan menariknya. Pangeran Anantakusuma hanya bisa terpana menyaksikan kepergian Anteh yang semakin lama semakin tinggi dan akhirnya hilang bersama sinar bulan yang tertutup awan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu Nyai Anteh yang sudah nenek-nenek, hingga orang-orang menyebutnya Nini (Nenek) tinggal di bulan, sendirian, hanya ditemani kucing kesayangannya. Dia tidak bisa kembali ke bumi karena takut Pangeran Anantakusuma akan mengejarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kerinduannya pada keluarganya sudah tak dapat ditahan, dia menenun kain untuk dijadikan tangga. Tapi sayang tenunannya tidak pernah selesai karena si kucing selalu merusaknya. Kini jika bulan purnama kita bisa melihat bayangan Nyai Anteh duduk menenun ditemani Candramawat, kucing kesayangannya. Begitulah kisah Nini Anteh Sang Penunggu Bulan. Lihatlah di bulan ketika purnama, tampak tubuh Nini Anteh yang sudah tua itu sedang menenun ditemani Candramawat, kucingnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://tatangmanguny.wordpress.com/dongeng-sunda/nini-anteh-sang-penunggu-bulan/"&gt;tatangmanguny.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-7363606011631068686?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/7363606011631068686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/11/nini-anteh-sang-penunggu-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/7363606011631068686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/7363606011631068686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/11/nini-anteh-sang-penunggu-bulan.html' title='Nini Anteh Sang Penunggu Bulan'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-3390911065289598085</id><published>2011-11-02T21:07:00.002+07:00</published><updated>2011-12-27T21:49:40.304+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alam darat'/><title type='text'>Patahan Lembang Rawan Menimbulkan Gempa Yang Berakibat Bagi Kabupaten Dan Kota Sekitarnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Patahan Lembang Rawan Menimbulkan Gempa Yang Berakibat Bagi Kabupaten Dan Kota Sekitarnya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kamis, 27 Oktober 2011 10:55 WIB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yuwana Tri Aditya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bandung-Dilihat dari skala nasional jawa barat memiliki potensi bencana alam yang potensial, karenanya jawa barat memiliki daerah rawan tsunami tujuh gunung berapi api daerah aliran sungai serta 6 patahan atau sesar yang signifikan, dampaknya seperti halnya di tempat wisata lembang kabupaten bandung barat pasalnya di tempat wisata tersebut memiliki patahan atau sesar yang bernama sesar lembang yang memiliki potensi gempa yang cukup signifikan dan berdampak besar akan timbul jika adanya tabrakan lempeng di sesar lembang.Terlebih untuk di darat sendiri jawa barat memiliki enam sesar yaitu sesar balibis di majalengka sesar cimandiri di sukabumi sesar lembang di kabupaten bandung barat sesar kuningan sesar garut dan sesar gunung halu.Ke enam sesar itu merupakan perhatian khusus karena bisa memberikan potensi gempa. Hal tersebut seperti yang disampaikan kepala bidang pencegahan dan kesiapsiagaan badan penanggulanagan bencana daerah provinsi jawa barat dadang abdul rahman msi,dirinya mengakui saat ini sesar lembang merupakann fokus perhatian dari badan penanggulangan bencana daerah provinsi jawa barat, karena potensi besar bencana alam jika timbul kegempaan besar dari sesar lembang maka sedikitnya 3 daerah seperti kabupaten bandung barat,kota bandung dan kota cimahi akan berdampak besar kerugian jiwa maupun hartapotensi gempa di sesar lembang bisa terjadi karena adanya tabrakan lempengan eurasia dan indoaustralia dan kini pihak badan penanggulanagan bencana daerah provinsi jawa barat sangat fokus perhatian kepada sesar lembang karena kemungkinan potensi gempa harus diwaspadai dan menurut para ahli siklus kegempaan sesar lembang bisa datang tanpa diduga sekitar seratus tahunan dua ratus tahunan hingga ribuan tahunan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.pjtv.co.id/berita/detail/global/1387/patahan-lembang-rawan-menimbulkan-gempa-yang-berakibat-bagi-kabupaten-dan-kota-sekitarnya.html"&gt;pjtv.co.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-3390911065289598085?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/3390911065289598085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/11/patahan-lembang-rawan-menimbulkan-gempa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/3390911065289598085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/3390911065289598085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/11/patahan-lembang-rawan-menimbulkan-gempa.html' title='Patahan Lembang Rawan Menimbulkan Gempa Yang Berakibat Bagi Kabupaten Dan Kota Sekitarnya'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-6535191081800951688</id><published>2011-11-02T20:32:00.000+07:00</published><updated>2011-12-27T21:50:20.777+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alam laut'/><title type='text'>Proses Terjadinya Tsunami</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Proses Terjadinya Tsunami&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada 3 (tiga) kejadian di laut yang mengakibatkan timbulnya tsunami yaitu :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Gempabumi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara umum gempabumi yang bisa menimbulkan tsunami adalah gempabumi tektonik  yang terjadi di laut dan mempunayai karakteristik sebagai berikut :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1 Sumber gempabumi berada di laut&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2 Kedalaman gempabumi dangkal, yakni kurang dari 60 km&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3 Kekuatannya cukup besar, yakni di atas 6,0 SR&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4 Tipe patahannya turun (normal fault) atau patahan naik (thrush fault)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tsunami yang ditimbulkan oleh gempabumi biasanya menimbulkan gelombang yang cukup  besar, tergantung dari kekuatan gempanya dan besarnya area patahan yang terjadi.Tsunami dapat dihasilkan oleh gangguan apapun yang dengan cepat memindahkan suatu  massa air yang sangat besar, seperti suatu gempabumi, letusan vulkanik, batu  bintang/meteor atau tanah longsor. Bagaimanapun juga, penyebab yang paling umum  terjadi adalah dari gempabumi di bawah permukaan laut. Gempabumi kecil bisa saja  menciptakan tsunami akibat dari adanya longsor di bawah permukaan laut/lantai samudera  yang mampu untuk membangkitkan tsunami Tsunami dapat terbentuk manakala lantai samudera berubah bentuk secara vertikal dan  memindahkan air yang berada di atasnya. Dengan adanya pergerakan secara vertical dari  kulit bumi, kejadian ini biasa terjadi di daerah pertemuan lempeng yang disebut subduksi.  Gempa bumi di daerah subduksi ini biasanya sangat efektif untuk menghasilkan gelombang  tsunami dimana lempeng samudera slip di bawah lempeng kontinen, proses ini disebut juga  dengan subduksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Land Slide (Tanah Longsor)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Land Slide/tanah longsor dengan volume tanah yang jatuh/turun cukup besar dan terjadi di  dasar Samudera, dapat mengakibatkan timbulnya Tsunami. Biasanya tsunami yang terjadi  tidak terlalu besar, jika dibandingkan dengan tsunami akaibat gempabumi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Gunung Berapi aktif yang berada di tengah laut&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gunung Berapi aktif yang berada di tengah laut ketika meletus akan dapat menimbulkan  tsunami. Tsunami yang terjadi bisa kecil, bisa juga sangat besar, tergantung dari besar  kecilnya letusan gunung api tersebut. Ada banyak gunung api yang berada ditengah laut di  seluruh dunia. Untuk di Indonesia , yang paling terkenal adalah letusan gunung Krakatau  yang terletak di tengah laut sekitar Selat Sunda, yang terjadi pada tahun 1883. Letusannya  sangat dashyat, sehingga menimbulkna tsunami yang sangat besar dan korban yang  banyak, baik jiwa maupun harta benda. Dampak dari bencana ini juga dirasakan  kedashyatannya di negara lain.Tanah longsor di dalam laut dalam , kadang-kadang dicetuskan oleh gempabumi yang  besar; seperti halnya bangunan yang roboh akibat letusan vulkanik, mungkin juga dapat  mengganggu kolom air akibat dari sediment dan batuan yang bergerak di lantai samudera.  Jika terjadi letusan gunungapi dari dalam laut dapat juga menyebabkan tsunami karena  kolom air akan naik akibat dari letusan vulkanik yang cukup besar lalu membentuk suatu  tsunami. Contoh seperti yang terjadi di Gunung Krakatau.Gelombang terbentuk akibat  perpindahan massa air yang bergerak di bawah pengaruh gravitasi untuk mencapai  keseimbangan dan bergerak di lautan, seperti jika kita menjatuhkan batu di tengah kolam  akan terbentuk gelombang melingkar.Sekitar era tahun 1950 an ditemukan tsunami yang lebih besar dibandingkan sebelumnya  percaya atau tidak mungkin ini disebabkan oleh tanah longsor, bahan peledak, aktifitas  vulkanik dan peristiwa lainnya. Gejala ini dengan cepat memindahkan volume air yang  besar, sebagai energi dari material yang terbawa atau melakukan ekspansi energi yang  ditransfer ke air sehingga terjadi gerakan tanah. Tsunami disebabkan oleh mekanisme ini,  tidak sama dengan tsunami di lautan lepas yang disebabkan oleh beberapa gempabumi,  biasanya menghilang dengan cepat dan jarang sekali berpengaruh sampai ke pantai karena  area yang terpengaruh sangat kecil.Peristiwa ini dapat memberi kenaikan pada gelombang  kejut lokal yang bergerak cepat dan lebih besar (solitons), Seperti gerakan tanah yang  terjadi di Teluk Lituya memproduksi suatu gelombang dengan tinggi 50- 150 m dan  mencapai area pegunungan yang jaraknya 524 m. Bagaimanapun juga , suatu tanah  longsor yang besar dapat menghasilkan megatsunami yang mungkin berdampak pada  samudera.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://forum.upi.edu/v3/index.php?topic=13675.0"&gt;forum.upi.edu&lt;/a&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-6535191081800951688?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/6535191081800951688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/11/proses-terjadinya-tsunami.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/6535191081800951688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/6535191081800951688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/11/proses-terjadinya-tsunami.html' title='Proses Terjadinya Tsunami'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-1818142166161685709</id><published>2011-11-01T23:38:00.000+07:00</published><updated>2012-01-03T22:10:23.234+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='antropolog'/><title type='text'>Antropologi Unair Angkatan 88</title><content type='html'>&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Lucy Dyah Hendrawati (domisili : Surabaya)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sri Endah Kinasih (domisili : Surabaya)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Heru “koempo” Soesanto (domisili : Surabaya)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lulus Wahyu Setyaningsih (domisili : Porong)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sylvia K. Ngonde (domisili : Surabaya)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aida Farida&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id-id.facebook.com/people/Alimar-Dahlan/100000103395840"&gt;Alimar Dahlan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ani Mas’udah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Des Herliana&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diah Pitaloka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dwi Wahjuni Suharjanti&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dyah Apriarita Dewi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eka Widijati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Elok Tarini&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Endang Nawang Wati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Endang Wahju Wulandari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Endro Soegianto&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hanik Purwati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Herman Decianto&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Heroe Soesanto&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ichnaton&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Indrijati Soerjasih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://danupratamasetiawan.blogspot.com/"&gt;Irvan Setiawan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jetty Wihertantie&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kartono&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lasmawati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makhfud&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Miming Meriana&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nila Savira&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Noerhayati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nursyamsyah Rahmawati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Putut Pramono&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ratna Kartika Wismaningsih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rita Rachmawati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/public/Rusyad-Adi-Suriyanto"&gt;Rusyad Adi Suriyanto&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Slamet Guripno&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sonya Cynthia Tomasowa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sri Astutik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sri Endah Nurhidayati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id-id.facebook.com/people/Wahyu-Murdjianto/100001647044605"&gt;Wahyu Murdjianto&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wiwin Widyawati&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-1818142166161685709?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/1818142166161685709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2012/01/antropologi-unair-angkatan-88.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/1818142166161685709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/1818142166161685709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2012/01/antropologi-unair-angkatan-88.html' title='Antropologi Unair Angkatan 88'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-988008596355122729</id><published>2011-11-01T22:23:00.000+07:00</published><updated>2012-01-08T22:24:07.194+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flora'/><title type='text'>Daluang atau Dluwang dalam Perspektif Kodikologi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;oleh:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://asepyudha.staff.uns.ac.id/2009/06/04/sekilas-tentang-daluang-atau-dluwang-sebuah-telaah-ringkas-kodikologi/"&gt;Asep Yudha Wirajaya&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Abstrak&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berbagai naskah kuno yang merupakan kekayaan budaya masa lampau saat ini tersebar di seluruh Nusantara. Media yang dipergunakan untuk menulis karya intelektual yang luar biasa tersebut adalah daun lontar, kertas daluang atau dluwang, bambu atau kulit kayu. Dengan demikian, keberadaan kertas sebagai media karya intelektual dalam kehidupan manusia cukup penting. Karena selain sebagai dokumen pencatat ilmu pengetahuan, kertas juga berfungsi media untuk promosi perdagangan, sarana untuk menyampaikan pikiran serta gagasan, dan lain sebagainya. Di atas permukaannyalah terletak berbagai informasi yang ingin disampaikan, misalnya tulisan atau gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyword: Kertas, dluwang dan kodikologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kertas diketemukan, manusia mengungkapkan perasaan, pikiran dan gagasannya melalui bahasa gambar dan bahasa tulisan sehingga mereka berusaha mencari permukaan-permukaan benda yang sekiranya cocok untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Awalnya, mereka mengungkapkan perasaan dengan cara menggambar, seperti menggurat, mengukir, mentakik atau menoreh di atas permukaan batu, tulang belulang, dan lain sebagainya (lih. Nooryan Bahari, 1995). Tradisi ini telah dikembangkan sejak zaman prasejarah terutama pada masa berburu dan meramu. Pada fase itu manusia belum menemukan cara melambangkan bunyi dalam bentuk tertentu. Jadi, dengan adanya gambar manusia dapat mengemukakan ide, gagasan dan logika dalam bentuk gambar. Dengan demikian, gambar merupakan hasil budaya pada masa awal yang mempunyai arti penting dalam perkembangan sejarah kebudayaan manusia, yaitu era ”pembuka“ tradisi tulis dan berarti pula memasuki periode baru, yaitu periode sejarah. (lih. Endang Sri Hardiati, 2002: 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena sebagian besar peninggalan gambar tersebut dapat ditemukan pada batu, maka batu pada masa itu merupakan sarana awal untuk berkomunikasi lewat “tulisan“, hampir sama sebagaimana bahan tersebut digunakan sebagai patung. Melalui medium ekspresi ini dapat diketahui bahwa kelompok piktograf dan ideograf memainkan peranan penting pada fase-fase awal sejarah kebudayaan manusia (lih. Nooryan Bahari, 1995). Hal ini dapat diketahui melalui obelisks yang memuat pahatan huruf hieroglyphs Mesir. Selain itu, bangsa Sumeria di daerah sungai Efrat dan Tigris (Irak sekarang), yang sejarahnya diperkirakan dimulai sejak 3000 tahun lalu telah menciptakan dan menggunakan huruf-huruf paku (cuneiform), yang merupakan tulisan pertama yang dikembangkan di dunia. Ketika Sumeria ditaklukan, si pemenang berbaur dengan orang-orang Sumeria dan mengambil alih tulisannya. Pada waktu itu tulisan paku masih dipahat di atas batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Chaldea dari Babylonia Kuno, telah mencap tanda-tanda dengan alat ukur tulang ke dalam tanah liat dalam berbagai ukuran dengan huruf-huruf paku. Tanah liat tersebut kemudian dibakar sehingga menjadi keras. Hasilnya lalu dikirimkan ke orang lain, seperti halnya tulisan kertas berharga dan surat-surat yang dipertukarkan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun penggunaan logam seperti kuningan, tembaga, perunggu dan timah, tidak diketahui pada awal peradaban. Dalam Bibel, referensi terhadap pemakaian timah hanya dibuat untuk tulisan-tulisan permanen. Seentara logam-logam yang lain digunakan dalam pemeliharaan atau pengawetan perjanjian-perjanjian, hukum-hukum dan persekutuan-persekutuan. Orang-orang Rowawi, misalnya menggunakan perunggu dalam mencatat peringatan-peringatan mereka. Selain itu, sebelum berangkat ke medan pertempuran, para serdadu Romawi memahat keinginan mereka pada gesper logam atau pada sarung pedang mereka. Sebagai benda kesayangan, maka barang-barang perunggu tersebut dipahat dan diukir dengan nama-nama atau simbol mereka pada awalnya, kemudian ditulisi untuk memperingati suatu peristiwa atau menerangkan alasan bagi pembuatan benda-benda perunggu tersebut, atau untuk menerangkan cara menggunakannya, atau untuk mencatat nama-nama dari para pembuatnya (lih. Nooryan Bahari, 1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kertas Eropa dan Kertas Daluang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1. Sejarah Kertas Eropa dan Persebarannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku besar tersusun dari lembaran-lembaran kayu telah dipakai sebelum masa Homer ( + abad 9 SM). Bahan utamanya berasal dari pohon citron. Setiap bagian kayu biasanya ditutup dengan suatu lapisan kayu halus tipis dari lilin, kapur atau plester dan tanda-tanda atau tulisan ditorehkan pada lapisan itu dengan menggunakan sebuah logam atau tulang yang berbentuk runcing. Teknik ini memungkinkan untuk menghapuskan tulisan dengan cara pelapisan kembali lembaran-lembaran kayu tersebut. lembaran kayu itu kemudian diikat bersama-sama dengan sabuk kulit sehingga menjadi susunan buku yang disebut codex. Buku ini tetap dipakai hingga abad ke 14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri Timur tanda-tanda itu ditulis dalam bilah-bilah bambu kering yang diikat bersama-sama sehingga membentuk bundelan atau ikatan. Ukuran barang tersebut tanggung sehingga sukar untuk menyimpannya. Setiap kali buku dipergunakan, maka tali itu harus diikatkan kembali. Orang-orang Cina dahulu kala, tidak memberikan nomor pada bilah-bilah bambu tersebut sehingga membingungkan urutannya tatkala tali pengikatnya putus atau bilah-bilah tersebut dibongkar (lih. Nooryan Bahari, 1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis pada daun palem dan jenis tumbuh-tumbuhan lain telah dipraktekkan sejak zaman dahulu kala di Romawi dan negara-negara Timur. Daun palem yang lebar dan berstrip dari berbagai ukuran panjang dan lebar, kira-kira dipotong 2 inci. Kemudian digunakan sebuah alat dari logam yang berbentuk runcing untuk menoreh daun tersebut. Hasil torehan kemudian diisi dengan semacam cat yang dibuat dari arang sehingga tulisan-tulisan tersebut menjadi jelas dan menonjol. Setiap lembar daun ditusuki untuk membuat 2 buah lubang dan daun-daun tersebut diikat bersama dengan tali untuk menjadi sebuah buku. Pemakaian daun-daun dari berbagai pohon tersebut menghadirkan istilah kata “leaf” yang saat ini mempunyai arti bagian dari sebuah buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulit dari berbagai macam pohon telah digunakan sebagai bahan tulisan, hampir pada setiap periode dan daerah. Di zaman Latin kulit pohon bagian dalam telah digunakan, dikenal dengan nama liber. Pada waktu itu, pengertian liber adalah istilah untuk buku itu sendiri dan kata “library” berasal dari istilah liber tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Indian Amerika telah menulis bahasa simbol mereka dengan tongkat-tongkat kayu dan cat cair pada kulit pohon birch putih dari Amerika Utara. Penduduk asli Amerika Selatan, termasuk Mexico membuat semacam kertas dengan cara memukul kulit bagian dalam pohon moraceous. Namun, sayang sejarah tidak memperlihatkan penduduk asli yang sekarang disebut Amerika Serikat pernah membuat kertas dari jenis pohon moraceous.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parchment adalah suatu bahan berupa lembaran yang terbuat dari kulit binatang, yang menimbulkan kesan antik, mempunyai daya tahan lama bahkan sampai ratusan tahun. Parchment telah menjadi pembawa nilai yang sangat berarti bagi catatan-catatan dan cerita-cerita dari zaman klasik Yunani hingga abad pertengahan, tetap ada hingga sekarang sebagai saksi terhadap bahan yang sangat bermanfaat ini. Kata “parchment” diambil dari Pergamum, sebuah kota kuno Mysia di Asia Kecil. Para ilmuwan berpendapat bahwa parchment atau kertas dari kulit mungkin sudah digunakan sejak 1500 SM, akan tetapi parchment tersebut tidak digunakan menjadi permukaan untuk menulis sampai sekitar 200 SM kemudian. Kulit binatang dapat diberi warna, disemir. dibengkokkan dan diberi perhiasan dengan cara ditatah, diukir, dilubangi dan dijahit. Parchment yang sebenarnya tidak seperti halnya kulit, terbuat dari belahan kulit domba. Bagian terkecil dan sisi bulu-bulu domba dari kulitnya dibuat menjadi skiver, yaitu bahan yang cocok untuk dipakai dalam penjilidan buku. Daging dan sisi-sisi dari kulit diubah menjadi parchment atau kertas kulit dan akan menjadi kualitas yang paling bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vellum terbuat dari kulit anak sapi atau kulit anak domba dan biasanya terbuat dari seluruh kulit itu. Perbedaan antara Vellum dan parchment terlihat pada butir-butir dan tanda-tanda rambut yang biasanya menghasilkan permukaan yang tidak teratur. Parchment biasanya lebih konsisten dalam penampilan dan tidak memiliki sifat-sifat elusive ini. Parchment dan vellum harus digores, digosok dengan kapur dan direntangkan sehingga kulit mempunyai bentuk penampilan yang rata. Setelah itu ditaburi dengan pasir dari batu apung yang halus agar permukaannya menjadi bagus untuk menulis dan kaligrafi. Penulisan selama berabad-abad telah dilakukan dengaan sangat selektif dengan kulit untuk menjamin kesamaan warna dan kualitas permukaan dalam penjilidan yang memerlukan banyak halaman. Parchment tetap terus dipakai sepanjang masa Renaissance dan disebutkan bahwa untuk menghasilkan sebuah duplikat tunggal dari Bibel Gutenberg, diperlukan kulit domba sebanyak 300 ekor (lih. Nooryan Bahari, 1995). Parchment dan vellum masih selalu dibutuhkan sampai saat ini untuk mendapatkan diploma, sertifikat, hak-hak paten dan sebagainya dalam keadaan yang bagus dan alamiah. Para penulis kaligrafi mendapatkan bahan-bahan ini agar sesuai dan ideal dalam membuat karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan pertama yang telah sangat berhasil dengan gemilang untuk pembuatan sebuah barang yang menyerupai kertas modern seperti yang telah banyak dikenal selama ini, telah dibuat di Mesir pada zaman dahulu. Suatu tanaman air yang dikenal dengan nama papyrus telah menghasilkan bahan tersebut. Papyrus merupakan suatu tanaman yang sangat menarik perhatian, tangkainya tumbuh dari 10 hingga 15 kaki tingginya. Tangkainya berbentuk segitiga secara bersilangan dan di sekeliling dasarnya tumbuh beberapa daun yang berserabut pendek. Papyrus sangat halus atau rata, tanpa bonggol-bonggol dan duri-duri yang menuju pada kelompok bunga besar, nyaman dan berbentuk rumbai. Tanaman tersebut tumbuh dengan indah di tepian danau yang kecil dan sungai-sungai di bagiaan Afrika. Perdagangan kertas Mesir telah berkembang dengan pesat pada abad ke 3 dan berlanjut hingga abad ke 5 SM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhnya pemakaian kulit binatang serta perubahan-perubahan geografis daerah sungai Nil, telah mendorong terhadap ”matinya“ papyrus. Penanaman menjadi sukar dan papyrus menurun dengan drastis. Kata “paper“, “papier” dan “papel” diambil dari kata latin papyrus. Biblios merupakan terminologi latin yang digunakan untuk arti bagian dalam serabut (fiber) dari tanaman papyrus dan tulisan pada lembaran-lembaran papyrus dikenal dengan sebutan biblia (lih. Nooryan Bahari, 1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi bahan-bahan menulis dan menggambar yang bisa dibandingkan dengan papyrus: misalnya naskah-naskah Mayan dan Aztec yang dibuat dari suatu bahan serupa kertas dengan cara memukul kulit pohon fig (ficus) dan mulberry (Morus). Orang Mayan menyebut kertas kulit pohonnya dengan istilah huun dan menggunakannya dalam pembuatan tabel-tabel hieroglyphic mereka. Sementara orang-orang Aztec telah membuat suatu zat yang disebut amatl dengan cara merebus lembar-lembar kulit ke dalam suatu campuran yang kemudian dipukulkan dan ditorehkan pada lembaran-lembaran. Pendekatan kuno untuk pembuatan kertas ini masih dipraktekkan di antara orang-orang Indian Otomi dari Mexico Selatan. Kertas-kertas kulit Amati dari orang-orang Aztec dan Mayan, dan sesuatu yang disebut kertas merang dari Formoza. Kertas merang yang digunakan di sini adalah nama yang salah, karena kertas merang dari Formoza tersebut sebenarnya adalah suatu bahan yang tipis dan dipotong secara spiral dari lapisan bagian dalam sebuah pohon asli di negara tersebut dan tidak ada hubungannya dengan padi atau turunannya, atau kertas merang yang sebenarnya. Kertas merang digunakan digunakan di Cina untuk lukisan sumi dan kaligrafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menemukan kertas untuk pertama kali secara pasti tidak diketahui, meskipun dokumen-dokumen sejarah Cina lama secara hati-hati dan tegas menyebutkan Ts’ai Lun membentuk kertas pertama kali pada tahun 105 sesudah Masehi. Hal ini ditulis Sukey Hughes (1978) dalam buku Washi The World of Japanese Paper sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Exactly how true paper come into being is not precisely known, but scolars have formed a good theory. Although old Chinese historical documents carefully and explicitly credit one Ts’ai Lun, acourt&amp;nbsp; eunuch, with the invention of paper ini central China in 105 A.D., it is certain that neither the idea nor the product was arrived at overnight.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perbedaan pendapat yang menyatakan apakah Ts’ai Lun benar-benar sebagai penemu kertas sesungguhnya atau sebelumnya sudah ada yang menemukan kertas. Masalah ini dinyatakan oleh Vance Studley (1977) sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“There is some dispute as to whether Ts’ai Lun was indeed the true inventor of paper. Scholar feel that a kind of paper made from silk may have preceded his product. The credit of original invention of fused paper first used silk waste to make paper, and the time was before A.D. 105. It was known that in the year 12 B.C. paper was already used for wrapping medicine in the imperial court. The fact that Ts’ai Lun retained the old name chih, a partial word for silk, instead of using a new name was further proof that paper was not an entirely new product but only an improvement on something which already existed.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kertas dapat menjadi bagian dari budaya Eropa melalui perjalanan sejarah yang panjang. Terlepas dari pro – kontra tentang penemu kertas, tetapi sejarah telah mencatat Ts’ai Lun mempersembahkan kertas hasil ciptaannya pada Kaisar Ho Ti pada tahun 105 Masehi. Hal ini membuat gembira hati kaisar sehingga ia dianugerahi gelar kebangsawanan (lih. Hart, 1990: 62; Bani Sudardi, 2003: 91 – 92). Kertas ciptaan Ts’ai Lun ini dibuat dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero Cina. Baru pada tahun 600 sesudah Masehi, pembuatan kertas mencapai Korea, dan baru sekitar 15 tahun kemudian sampai ke Jepang seiring dengan menyebarnya bangsa-bangsa Cina ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Sungai Talas pada tahun 751 Masehi. Selama perang di sepanjang perbatasan Turkistan, sejumlah pembuat kertas bangsa Cina tertangkap dan dipaksa untuk membuka rahasia profesinya. kepada orang-orang Arab sehingga di zaman Abbasiyah, muncullah pusat-pusat industri kertas baik di Baghdad maupun Samarkand. Kemudian Samarkand menjadi wilayah pembuat kertas karena mendapat pengetahuan baru yang diperolehnya serta didukung kondisi alamiah yang cocok untuk pembuatan kertas. Berangsur-angsur para ahli pembuat kertas pindah ke Timur, ke arah Damaskus kemudian ke Mesir dan Maroko, dan kota-kota industri lainnya, kemudian menyebar ke Italia dan India. Eropa memperoleh pengetahuan tentang pembuatan kertas agak terlambat, yaitu pada abad ke 12 atau ke 13 melalui Itali dan Spanyol khususnya setelah Perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol (lih. Hart, 1990: 63; Bani Sudardi, 2003: 91).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar abad ke 12 orang Spanyol membuat kertas di Valencia, kemudian menyebar ke Perancis, dengan pabrik pertama didirikan di Troyes. Akhirnya keterampilan membuat kertas sampai di Inggris pada akhir abad ke 15. Pada awalnya, kertas-kertas Eropa dibuat dari rongsokan linen dan kapas seperti sekarang ini, ketebalan dan kekasaran lembaran menuntut perekatan dengan selatin dari binatang, sebelum kertas tersebut dapat menerima tinta dari pena bulu angsa. Kemudian Johann Gutenberg menggunakan press cetak untuk menyesuaikan permukaan kertas ukuran Eropa yang keras dan kenyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dokumen yang pertama kali diketemukan, menunjukkan bahwa pembuatan kertas di Itali berlangsung pada akhir abad ke 13 dan dibuat di pabrik Fabriano, yang saat ini masih berproduksi. Pabrik di Fabriano merupakan tempat yang penting karena menghasilkan kertas dengan kaulitas bagus dan tidak seperti kertas biasa pada waktu itu karena diberi bahan perekat dari kulit binatang. Hasil pembuatan pabrik tersebut permukaannya sangat halus dan bagus untuk menulis dan menggambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian lem dari kulit binatang pada kertas menyebabkan kertas tersebut sebagai suatu pengganti dari parchment dan vellum. Teknik dari pabrik tersebut segera ditiru oleh pabrik-pabrik kertas di seluruh Eropa. Di Perancis, ada sebuah legenda bahwa pada tahun 1147, seorang warga negara Perancis bernama Jean Montgolfier telah dipenjara selama Perang Salib ke 2 dan dijatuhi hukuman kerja paksa selama 3 tahun di sebuah pabrik kertas di Damascus. Di sana ia belajar membuat kertas sehingga sepulangnya ke Perancis, sanggup mendirikan pabrik kertasnya sendiri. Selama 200 tahun berikutnya, maka pabrik-pabrik kertas berkembang di Perancis selama beberapa dasawarsa. Di sana terdapat bukti bahwa pabrik-pabrik kertas telah menghasilkan barang-barang kertas di Cologne dan Mainz, Jerman pada tahun 1320. Hal itu terdapat dalam catatan harian dari pembuat kertas Nuremberg, Ulman Stromer yang telah membuat dokumen bahwa Stromer telah membangun pabrik dan melengkapinya pada tahun 1390. Pabrik Stromer yang terletak dekat kota Nuremberg merupakan pabrik kertas pertama yang digambar dalam sebuah buku yang dipublikasikan dalam: Hartmann Schedel’s Nuremberg Chronicle of 1493.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan kertas menjadi suatu kerajinan yang mapan di Belanda selama akhir abad ke 16. Perang delapan puluh tahun masih berlangsung kemudian dan ikatan-ikatan dengan pusat-pusat pembuatan kertas Perancis telah menjadi hancur pada tahun sebelum jatuhnya Antwerpen oleh Spanyol. Hal ini menimbulkan suatu migrasi ke Utara, dari Antwerpen (Pusat kertas terbesar yang dikuasai Austria) pindah ke Amsterdam. Pada akhir abad tersebut Amsterdam menjadi pusat produksi kertas dan perdagangan Internasional. Dari sinilah kemudian produksi kertas meluas ke Eropa dan menjadi terkenal (lih. Churchill, 1965: 5; Bani Sudardi, 2003: 91 – 92). Selain itu, penemuan alat Hollander beater, sebuah alat yang dipakai untuk merendam dan menyiapkan bubur kertas pada abad ke 17, maka pembuatan kertas menjadi industri utama, dan Belanda menjadi terkenal karena kertas-kertas putihnya yang bagus dan halus. Saat ini Perusahaan Kertas Van Gelder masih terus beroperasi dengan menggunakan pabrik kertas yang bertenaga angin (wind-driven paper mill). Pabrik tersebut terletak di Westzaan dan dibangun pada tahun 1692.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kertas produksi Eropa yang kemudian menyebar ke daerah-daerah jajahan Eropa mempunyai ciri yang tidak ditemukan pada kertas Cina dan Arab. Kertas Eropa memiliki watermark. Kertas tertua yang memiliki watermark berasal dari tahun 1346 yang saat itu sudah ditemukan 271 model watermark yang berasal dari Italia, Perancis, Swzitzerland dan Jerman. Hal ini menunjukkan sudah beragamnya jenis kertas yang diproduksi (lih. Churchill, 1965: 6; Bani Sudardi, 2003: 92).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2. Sejarah Kertas Daluang atau Dluwang dan Pemanfaatannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah daluang atau dluwang sebenarnya merujuk pada sejenis pohon yang nama Latinnya adalah Broussonetia papyryfera Vent. Pohon saeh (sebutan di Sunda), yakni sejenis tumbuhan tingkat rendah yang termasuk dalam keluarga Moraceae. Di beberapa tempat disebut pula Paper moerbeiboom, Murier a papier, Japanischer papierbaum atau paper mulberry. Dalam istilah lain, tanaman ini disebut sepukau di Basemah, glugu/galugu (Jawa), dhalubang/dhulubang (Madura), kembala/rowa (Sumba Timur dan Barat), linggowas (Banggai), iwo (tembuku) dan malak di Alf Seram (Tedi Permadi, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tedi Permadi (2006) menyatakan bahwa sejarah kertas ini sudah lama ditemukan oleh ahli arkeologi dan ahli sejarah sastra kuno. Awalnya daluang berfungsi sebagai alat bantu kehidupan sehari-hari, misalnya pakaian. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya sebuah “paneupuk” dari batu (penumbuk kulit kayu) di Desa Cariu, Kabupaten Bogor yang diperkirakan dari abad 3 SM. Hasil olahan kulit kayu yang ditumbuk untuk kebutuhan sehari-hari masayarakat itu disebut “tapa”. Selain itu, di dalam buku Literatur of Java muncul nama daluang pada zaman kebudayaan Hindu di Nusantara. Kertas daluang saat itu digunakan untuk menuliskan cerita wayang beber dalam bentuk gambar-gambar. Selain itu, digunakan juga sebagai pakaian pelengkap para Pandita Hindu, media untuk menuliskan tradisi tulis atau mantera-mantera adalah orang-orang suci. Bahkan sampai saat ini pun, kertas daluang hanya boleh digunakan oleh kaum Brahmana di Bali untuk kepentingan upacara ritual masyarakat Hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1970-an masyarakat Hindu di Bali menggunakan kertas daluang ini untuk pelaksanaan upacara Ngaben. Daluang di sana menjadi salah satu syarat wajib pelaksanaan upacara Ngaben, yang disimpan di dalam “kitir”. Konon, “kitir” berbentuk kupu-kupu dan berfungsi sebagai simbol magis yaitu medium pengantar arwah ke nirwana. Selain itu terdapat “kajang” yang berbahan dasar daluang. “Kajang” bagi masyarakat Hindu Bali dipakai sebagai penutup jenazah dalam sebuah upacara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daluang bagi masyarakat Pacitan, Jawa Timur, digunakan sebagai kertas penulisan cerita Ramayana. Secara etimologis, kata ”daluwang” terdiri atas dua kata, yaitu “dalu” yang berarti malam dan “wang” yang berarti orang. Jadi, “dalu” + ”wang” adalah orang yang bekerja pada malam hari. Karena proses pengerjaan kertas daluang untuk ditulisi cerita-cerita atau teks–teks penting hanya dapat dikerjakan oleh kaum Brahmana pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kebudayaan Hindu di daerah Kediri, daluang digunakan untuk menuliskan cerita Panji untuk pergelaran wayang beber. Kemudian pada zaman ke-Islaman di Nusantara, fungsi daluang diganti menjadi medium untuk menuliskan ayat-ayat al-Quran atau karya seni kaligrafi. Hal ini juga terjadi di pondok pesantren Jetis, Jawa Timur, bahwa kertas daluang digunakan oleh para ulama dan santri untuk menuliskan kitab-kitab keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya proses pembuatan daluang tidak jauh beda dengan proses pembuatan kain (pakaian) dari kulit kayu yang dibuat di pedalaman Kalimantan (suku Dayak) dan Sulawesi (Banggai). Akan tetapi proses pewarisan sistem teknologi dan pengetahuan tradisional pembuatan daluang ini telah ”terputus” (Rumphius dalam Basri Marzuki, 2008). Karena generasi berikutnya sudah tidak tertarik lagi untuk melanjutkan tradisi pembuatan daluang, seperti halnya yang terjadi di Donggala, Sulawesi Tengah. Siti Lima, perempuan yang berusia lebih dari 70 tahun dari desa Pandere, kecamatan Gumbasa, kabupaten Donggala adalah satu-satunya perajin yang tersisa di daerah itu menyatakan bahwa tidak ada anak dan cucunya yang mau mewarisi keahlian sang nenek. Padahal dahulu kala, orang-orang tua hanya mengenal kain yang terbuat dari kulit kayu untuk menutupi tubuhnya. Bahan baku di hutan-hutan yang cukup melimpah dan alat-alat sederhana yang banyak terdapat di sekitar, membuat kain penutup tubuh itu mudah dibuat. Namun seiring dengan perjalanan waktu, terutama ketika teknologi dan globalisasi merasuk ke semua sendi kehidupan, kain yang terbuat dari kulit kayu pun mulai ditinggalkan. Dengan beberapa lembaran rupiah saja, seseorang tidak lagi harus masuk hutan untuk mencari bahan kayu dan tak lagi harus melalui sejumlah prosesi dan pantangan untuk menghasilkan kain dari kulit kayu. Akan tetapi ditinggalkannya kain kulit kayu bukan karena kemajuan teknologi semata, makin berkurangnya populasi pohon di hutan juga makin menyulitkan warga untuk mendapatkan bahan baku gratis. Lagi pula hidup orang modern kini semakin menjadi pilihan karena dianggap lebih praktis (Basri Marzuki, 2008). Untuk itu diperlukan reka ulang dan revitalisasi proses pembuatan daluang sehingga proses pewarisan sistem teknologi dan pengetahuan tradisional pembuatan daluang dapat terus dilestarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam revitalisasi kertas daluang dibutuhkan upaya penanaman pohon tersebut di daerah dengan kemiringan tanah tertentu. Pasalnya, akar pohon ini membutuhkan ruang penjalaran tersendiri untuk menumbuhkan tunas-tunas baru. Akar pohon ini yang muncul ke permukaan dan mendapat sinar matahari berpotensi tumbuhnya tunas baru. Seperti halnya tumbuhan tingkat rendah, pohon saeh tidak memiliki bunga dan buah. Adapun daunnya menyerupai telapak tangan yang sedang mengembang dan sedikit berbulu Walaupun demikian, batang yang tampak dari pohon tersebut sebenarnya merupakan batang semu. Hal ini disebabkan oleh sistem reproduksi tanaman saeh dilakukan melalui akar rimpangnya atau geragih. Karena di dalam akar tersebut terdapat semacam jaringan tumbuh, maka apabila akar tersebut menyembul ke permukaan tanah lalu terkena sinar matahari, akar tersebut akan terangsang berfotosintesis sehingga mengeluarkan tunas baru. Pohon ini dapat tumbuh setinggi 6 meter dengan diameter batang sekitar 20 cm dalam usia satu tahun. Satu tahun adalah umur yang ideal untuk panen. Lebih dari satu tahun, kulit pohon ini akan keras sekali dan dibutuhkan proses yang lebih lama untuk membuat kertas daluang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kertas tradisional ini milik masyarakat Indonesia dan sekaligus menjadi kekayaan yang unik dalam pembuatan naskah-naskah sejarah penting pada zaman dahulu. Di negera Cina, Tailand dan Mesir juga memiliki tradisi tulis yang sama, yaitu penggunaan kertas tradisional yang diolah secara tradisional sebagai simbol masa kejayaan kebudayaannya. Kini, pohon paper Mulberry ditanam dalam jumlah 6.000 pohon oleh keluarga Abidin dan Deden di Kampung Trenggilis, Desa Cinunuk, Wanaraja, Kabupaten Garut. Keluarga Abidin memang sudah turun-temurun menanam pohon itu dan menggunakan kulit Saeh itu untuk membuat kertas daluang (Tedi Permadi, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya revitalisasi dan sosialisasi kertas daluang juga dilakukan pada kalangan seniman rupa untuk dijadikan sebagai medium berkarya. Uniknya, kertas daluang ini dapat digunakan beberapa kali. Bila ingin difungsikan sebagai kain, maka kertas itu harus dibasahi secukupnya hingga menemukan elastisitas kain pada umumnya. Hal lainnya, serat pada kertas daluang ini sangat kuat. Tak mengherankan bila naskah-naskah kuno yang berumur ratusan tahun masih nampak utuh. Hal ini terbukti dari fakta kesejarahannya setelah ditemukan beberapa naskah kuno dan perkamen kebudayaan kuno Indonesia di museum-museum di tanah air (lih. Sakamoto, 2003). Selain itu, kertas daluang dapat dipakai untuk menggambar, menulis, atau melukis. Bahkan daluang ini juga dapat dibentuk menjadi boneka atau topi dengan mengeringkannya di atas cetakan atau model. Kertas daluang ini juga dapat difungsikan seperti halnya kertas biasa, beberapa penulis juga pernah menggunakan kertas daluang untuk mencetak buku, mencetak foto dan lain-lain. Sayangnya, peran pemerintah baru sebatas pengguna atau konsumen kertas ini, yaitu sering memesan kertas daluang untuk pembuatan sertifikat atau piagam penghargaan. Padahal, daluang berpotensi sebagai salah satu kekayaan budaya tradisional yang layak dijadikan simbol kejayaan kebudayaan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, sebelum kertas diketemukan, manusia mengungkapkan perasaan, pikiran dan gagasannya melalui bahasa gambar dan bahasa tulisan sehingga mereka berusaha mencari permukaan-permukaan benda yang sekiranya cocok untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Pada awalnya cara mereka mengungkapkan perasaan melalui suatu kegiatan menggambar, seperti menggurat, mengukir, mentakik atau menoreh di atas permukaan batu, tulang belulang, dan sebagainya. Setelah kertas ditemukan, keberadaannya dalam kehidupan manusia menjadi relatif penting, karena kertas berfungsi sebagai pencatat ilmu pengetahuan, media untuk promosi perdagangan, sarana untuk menyampaikan pikiran serta gagasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kertas menjadi bagian budaya Eropa melalui perjalanan sejarah yang panjang. Setelah Ts’ai Lun mempersembahkan kertas hasil ciptaannya pada Kaisar Ho Ti pada tahun 105 Masehi. Baru pada tahun 600 sesudah Masehi, kertas mencapai Korea, dan baru sekitar 15 tahun kemudian sampai ke Jepang. Pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia. Namun. akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Sungai Talas pada tahun 751 Masehi. Kemudian muncullah pusat-pusat industri kertas baik di Baghdad maupun Samarkand. Kemudian berangsur-angsur para ahli pembuat kertas pindah ke Timur, ke arah Damaskus kemudian ke Mesir dan Maroko, dan kota-kota industri lainnya, kemudian menyebar ke Italia dan India. Eropa memperoleh pengetahuan tentang pembuatan kertas agak terlambat, yaitu pada abad ke 12 atau ke 13 melalui Itali dan Spanyol khususnya setelah Perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pada awalnya kertas daluang ini berfungsi sebagai alat bantu kehidupan sehari-hari, misalnya, pakaian. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya sebuah “paneupuk” dari batu (penumbuk kulit kayu) di Desa Cariu, Kabupaten Bogor yang diperkirakan berasal dari abad 3 SM. Masyarakat menamakannya hasil olahan kulit kayu yang ditumbuk untuk kebutuhan sehari-hari dengan istilah “tapa”. Selain itu, kata daluang telah disebutkan dalam buku Literatur of Java, yang menyatakan bahwa kemunculan nama tersebut berasal pada zaman kebudayaan Hindu di Nusantara. Kertas daluang saat itu digunakan untuk membuat wayang beber, pakaian pelengkap para Pandita Hindu, media untuk menuliskan mantera orang-orang suci. Bahkan di Bali saat ini pun, daluang hanya boleh digunakan oleh kaum Brahmana untuk kepentingan upacara ritual umat Hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, upaya revitalisasi dan sosialisasi kertas daluang perlu dilakukan pada semua kalangan untuk dijadikan sebagai medium berkarya agar proses pewarisan sistem teknologi dan pengetahuan tradisional pembuatannya dapat terus dilestarikan. Kertas daluang memiliki serat kuat sehingga naskah-naskah kuno dapat bertahan sampai ratusan tahun. Selain itu, kertas daluang dapat digunakan untuk mencetak buku, mencetak foto dan lain-lain. Sayangnya, peran pemerintah baru sebatas pengguna atau konsumen, yaitu sebagai pemesan kertas daluang untuk pembuatan sertifikat atau piagam penghargaan. Padahal, daluang berpotensi sebagai salah satu kekayaan budaya tradisional yang layak dijadikan simbol kejayaan kebudayaan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afriastini, J.J. 1988. Daftar Nama Tanaman. Jakarta : Penebar Swadaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bani Sudardi. 2003. Penggarapan Naskah. Surakarta: Badan Penerbit Sastra Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basri Marzuki. 2008. “Kisah Kain Kulit Kayu yang Layu” dalam http://www.panyingkul.com/ view.php?id=896&amp;amp;jenis=kabarkita, diakses 10 Agustus 2008 Pukul 09:00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Casparis, J.D. 1975. De Indonesia Paleography: A History of Writing in Indonesia from the Beginnings to C. A.D. 1500. Leiden: E.J. Brill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Churchil, W.A. 1965. Watermarks in Paper in Holland, England, France Etc. in the XVII and XVIII Centuries and Their Interconnection. Amsterdam: Menno Hertzberger &amp;amp; Co.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edi Sedyawati. 2006. Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni dan Sejarah. Jakarta: RajaGrafindo Persada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endang Sri Hardiati. 2002. “Perkembangan Aksara di Indonesia” dalam Pameran Perkembangan Aksara Di Indonesia. Jakarta: Museum Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gallop, Annabel Teh and Bernard Arps. 1991. Surat Emas Raja-raja Nusantara: dari Koleksi Inggris. Jakarta: Yayasan Lontar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hart, Michael. H. 1990. Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah. Jakarta: Pustaka Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hughes, Sukey. 1978. Washi The World of Japanese Paper. Tokyo, New York and San Fransisco : Kodansha International.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumar, Ann and John H. McGlynn. 1996. Illumination: The Writing Traditions of Indonesia. Jakarta: Lontar Foundation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;McGlynn, John. H. 2002. Bahasa dan Sastra. Jakarta: Grolier International, Inc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nooryan Bahari. 1995. Karakteristik Kertas Buatan Tangan dengan Bahan Baku Limbah Pertanian,Ttanaman Nonproduktif, dan Sampah Kertas. Bandung: Laporan Penelitian – ITB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tedi Permadi. 2006. “Cara Membuat Kertas Daluang”. dalam http://daluang.com/cara-membuat-kertas-daluang/ diakses 10 Agustus 2008 Pukul 08:30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________. 2007. ”Kertas Tradisional, Daluang, Bagi Perupa” dalam http://argusbandung.blogspot.com/2007/08/kertas-tradisional-daluang-bagi-perupa.html diakses 10 Agustus 2008 Pukul 09:20 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakamoto, Isamu. 2003. Konservasi Naskah. Jakarta: Materi Pelatihan Penelitian Filologi yang diselenggarakan oleh The Toyota Foundation dan Yayasan Pernaskahan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studley, Vance. 1977. The Art &amp;amp; Craft of Handmade Paper. New York: Van Nostrand Reinhold Company.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-988008596355122729?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/988008596355122729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/11/daluang-atau-dluwang-dalam-perspektif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/988008596355122729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/988008596355122729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/11/daluang-atau-dluwang-dalam-perspektif.html' title='Daluang atau Dluwang dalam Perspektif Kodikologi'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-1790368345094042087</id><published>2011-01-11T22:52:00.000+07:00</published><updated>2012-01-03T23:02:50.040+07:00</updated><title type='text'>Hasil Formulir Warisan Budaya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Hasil yang diperoleh dari formulir warisan budaya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="500" src="https://docs.google.com/spreadsheet/pub?hl=en_US&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;key=0At9-DiXirPOldF9fQTZWUGxKYWQ1Q3h1VEZ6RTFKcHc&amp;amp;single=true&amp;amp;gid=0&amp;amp;range=a1%3At100&amp;amp;output=html&amp;amp;widget=true" width="570"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-1790368345094042087?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/1790368345094042087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/11/hasil-formulir-warisan-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/1790368345094042087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/1790368345094042087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/11/hasil-formulir-warisan-budaya.html' title='Hasil Formulir Warisan Budaya'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-510154438530520945</id><published>2011-01-11T22:14:00.000+07:00</published><updated>2012-01-03T23:02:21.733+07:00</updated><title type='text'>Formulir Mata Budaya</title><content type='html'>Mungkin ada yang tahu nama mata budaya yang perlu dilestarikan. Tolong informasikan dengan cara mengisi pada formulir di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="750" marginheight="0" marginwidth="0" src="https://docs.google.com/spreadsheet/embeddedform?formkey=dF9fQTZWUGxKYWQ1Q3h1VEZ6RTFKcHc6MQ" width="570"&gt;&amp;amp;lt;p&amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;p&amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;p&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;p&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;p&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;p&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;p&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;p&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;Loading...&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;/p&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;/p&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;/p&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;/p&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;/p&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;/p&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;/p&amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;lt;/p&amp;amp;gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya dapat anda lihat &lt;a href="http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/11/hasil-formulir-warisan-budaya.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-510154438530520945?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/510154438530520945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/formulir-mata-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/510154438530520945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/510154438530520945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2011/12/formulir-mata-budaya.html' title='Formulir Mata Budaya'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-2398482142694996923</id><published>2010-05-05T21:58:00.002+07:00</published><updated>2011-12-28T10:02:52.835+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni 2D'/><title type='text'>Superhero Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahukah bahwa sebelum ada transformer, avatar, dan lain-lain superhero yang saat ini sedang booming di Indonesia, pernah ada banyak superhero asli Indonesia yang kerap dibaca oleh anak-anak Indonesia masa lalu? Setidaknya pernah ada sekitar 36 superhero penegak keadilan yang membasmi kejahatan dalam cerita komik. Berikut adalah nama-namanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="2"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/s/sriasih.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/s/sriasihsm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/g/gundala.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/g/gundalasm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/a/aquanus.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/a/aquanussm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/m/maza.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/m/mazasm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/g/gunturgen.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/g/gunturgensm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/s/sriasih.htm"&gt;Sri Asih&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/g/gundala.htm"&gt;Gundala&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/a/aquanus.htm"&gt;Aquanus&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/m/maza.htm"&gt;Maza&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/g/gunturgen.htm"&gt;Gunturgen&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/p/pangeran.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/p/pangeransm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/p/putri.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/p/putribinsm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/s/sridewi.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/s/sridewism.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/s/sembrani.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/s/sembranism.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/n/nusantara.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/n/nusantarasm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/p/pangeran.htm"&gt;Pangeran Mlaar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/p/putri.htm"&gt;Putri Bintang&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/s/sridewi.htm"&gt;Sri Dewi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/s/sembrani.htm"&gt;Sembrani&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/n/nusantara.htm"&gt;Nusantara&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/k/kalong.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/k/kalongsm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/b/boga.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/b/bogasm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/g/garudaputih.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/g/gardudasm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/j/jinkartubi.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/k/kartubism.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/h/herbintang.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/h/herbintangsm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/k/kalong.htm"&gt;Kalong&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/b/boga.htm"&gt;Boga&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/g/garudaputih.htm"&gt;Garuda Putih&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/j/jinkartubi.htm"&gt;Kartubi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/h/herbintang.htm"&gt;Herbintang&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/t/tira.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/t/tirasm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/h/halilintar.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/k/kaphalsm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/m/merpati.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/m/merpatism.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/g/gina.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/g/ginasm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/s/sriti.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/s/sritism.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/t/tira.htm"&gt;Tira&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/h/halilintar.htm"&gt;Kapten Halilintar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/m/merpati.htm"&gt;Merpati&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/g/gina.htm"&gt;Gina&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/s/sriti.htm"&gt;Sriti&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/g/godam.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/g/godamsm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/b/blacan.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/b/blacansm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/v/virgoindonesia.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/v/virgosm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/s/santini.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/s/santinism.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/u/untara.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/u/untarasm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/g/godam.htm"&gt;Godam&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/b/blacan.htm"&gt;Blacan&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/v/virgoindonesia.htm"&gt;Virgo&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/s/santini.htm"&gt;Santini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/u/untara.htm"&gt;Untara&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/b/bantala.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/b/bantalasm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/k/kaptensurya.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/k/kapsuryasm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/k/kaptenbandung.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/k/kaptenbandungsm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/c/caroq.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/c/caroqsm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/j/jawara.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/j/jawarasm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/b/bantala.htm"&gt;Bantala&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/k/kaptensurya.htm"&gt;Kapten Surya&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/k/kaptenbandung.htm"&gt;Kapten Bandung&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/c/caroq.htm"&gt;Caroq&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/j/jawara.htm"&gt;Jawara&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/a/agni.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/a/agnism.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/s/saras008.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/s/saras008sm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/m/manusiamilenium.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/m/manmileniumsm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/m/matsabet.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/m/matsabetsm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/m/manusiakecoa.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/m/mankecoasm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/a/agni.htm"&gt;Agni&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/s/saras008.htm"&gt;Saras 008&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/m/manusiamilenium.htm"&gt;Manusia Milenium&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/m/matsabet.htm"&gt;Mat Sabet&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/m/manusiakecoa.htm"&gt;Manusia Kecoa&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/z/zuhara.htm"&gt;&lt;img align="middle" height="120" src="http://www.internationalhero.co.uk/z/zahurasm.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.internationalhero.co.uk/z/zuhara.htm"&gt;Zuhara&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-2398482142694996923?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/2398482142694996923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2010/05/superhero-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/2398482142694996923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/2398482142694996923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2010/05/superhero-indonesia.html' title='Superhero Indonesia'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-1418649044191127326</id><published>2010-05-05T21:34:00.004+07:00</published><updated>2011-12-27T21:50:52.320+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fauna'/><title type='text'>Cing cuing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkadang saat di siang hari terdengar suara burung terdengar nyaring yang dikatakan dalam mitos sebagai burung pembawa kematian. Apabila ada suara burung tersebut maka di daerah yang dilalui burung itu akan ada orang yang meninggal. Masyarakat sunda mengenal burung itu dengan nama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cing c&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/S-GFwAvD-xI/AAAAAAAAAIM/VfYrBRXjNzA/s1600/cing+cuing.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467798482482101010" src="http://3.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/S-GFwAvD-xI/AAAAAAAAAIM/VfYrBRXjNzA/s200/cing+cuing.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 142px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 115px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;uing&lt;/span&gt;. Burung yang dalam bahasa latinnya bernama &lt;i&gt;Cacomantis merulinus berbadan &lt;/i&gt;&lt;i&gt;kecil dan berbulu hitam &lt;/i&gt;&lt;i&gt;dengan panjang tak lebih dari 21 cm. &lt;/i&gt;Burung dewasa berwarna &lt;i&gt;kelabu di kepala, leher dan dada bagian atas&lt;/i&gt;. Punggungnya merah kecoklatan dan perutnya kuning jingga. Sisi bawah ekor dengan warna putih di ujung-ujung bulu yang kehitaman. Burung muda berwarna burik; kecoklatan dengan garis-garis hitam di sisi atas tubuh, dan keputihan dengan garis-garis hitam yang lebih halus. Burung betina kadang-kadang berwarna seperti burung muda, sehingga mungkin terkeliru dengan burung wiwik lurik (&lt;i&gt;C. sonneratii&lt;/i&gt;) yang berkerabat. Bedanya, Wiwik lurik &lt;i&gt;memiliki alis dan pipi keputihan&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung ini dapat dikatakan hidup di berbagai daerah seperti tegalan, hutan, bahkan perkotaan.  Lokasi tersebut dimungkinkan bagi sang burung untuk hidup karena makanan mereka adala dari jenis serangga yang banyak hidup di segala tempat seperti laba-laba, semut dan sebagainya. Burung ini juga memakan buah-buahan. Mereka hidup terutama dalam kerimbunan pepohonan sehingga meski suara burung tersebut sangat nyaring tapi belum tentu kita dapat menemukannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-1418649044191127326?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/1418649044191127326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2010/05/cing-cuing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/1418649044191127326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/1418649044191127326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2010/05/cing-cuing.html' title='Cing cuing'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/S-GFwAvD-xI/AAAAAAAAAIM/VfYrBRXjNzA/s72-c/cing+cuing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-8778651699363729532</id><published>2009-08-06T21:17:00.005+07:00</published><updated>2009-08-06T21:42:41.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips and trick'/><title type='text'>ebook search queen</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mencari sebuah referensi yang cukup akurat dan padat berisi data lumayan lengkap dan cepat sangat dibutuhkan banyak orang yang berkecimpung dalam dunia karya tulis. Apalagi setelah internet masuk sekolah, mulai SD, SMP, dan SMA, warnet seakan kebanjiran para murid-murid yang ingin mencari data guna dipresentasikan di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa mesin pencari data yang selama ini banyak terdapat di warnet, seperti yahoo, google, dan firefox (group google). Sementara itu, adapula mesin pencari lain meski kurang populer seperti netscape, opera, dan lain-lain. Keseluruhan mesin pencari tersebut secara umum mencari situs yang berkaitan dengan kalimat atau kata yang kita ketik. Selanjutnya akan muncul situs terkait berikut sederetan iklan yang menyertainya. Hal ini tentu saja sangat merepotkan apalagi kalau file iklan tersebut dari jenis flash yang tentunya memakan memory. Mesin pencari berikutnya adalah dari blog-blog yang juga turut memberikan berbagai informasi. Namun untuk yang satu ini terkadang sering hanya menerapkan kata dalam link saja sementara isinya sangat berbeda dari yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan saya yang sangat membutuhkan mesin pencari yang cukup akurat. Dan, sepertinya saat ini saya sudah menemukannya yaitu dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://www.ebook-search-queen.com/&lt;/span&gt;. Mesin pencari ini hanya menyortir file yang terkait dengan kata atau kalimat yang kita inginkan dalam format PDF, TXT, WORD,  PPT, dan RTF. Sebelumnya memang telah ada mesin pencari data yang mengkhususkan diri mencari file namun hanya satu format saja yaitu PDF dalam situs&lt;span style="font-style: italic;"&gt; www.pdfsearchengine.com&lt;/span&gt;. Selain hanya satu format saja, mesin pencari PDF ini memakan waktu cukup lama dalam mencari data. Sementara itu, ebook search queen menunjukkan kecepatan yang lebih baik. berikut ada proof esuai dengan format yang ada.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-8778651699363729532?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/8778651699363729532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/08/ebook-search-queen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/8778651699363729532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/8778651699363729532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/08/ebook-search-queen.html' title='ebook search queen'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-4291953869353878551</id><published>2009-08-02T13:50:00.001+07:00</published><updated>2011-12-27T21:51:10.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obat'/><title type='text'>Obat pegal linu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Obat Tradisional Kabupaten Purwakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Akar cecenetan 1 batang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Akar kawung 1 batang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Akar gedang ranti 1 batang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Proses pembuatan obat:&lt;br /&gt;Direbus dengan air 1 liter sampai surut menjadi 1 gelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menggunakan obat:&lt;br /&gt;Di minum langsung sampai habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Informan: Erwin Andrianto               &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-4291953869353878551?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/4291953869353878551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/08/obat-pegal-linu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/4291953869353878551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/4291953869353878551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/08/obat-pegal-linu.html' title='Obat pegal linu'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-6400391967109100690</id><published>2009-08-02T13:45:00.002+07:00</published><updated>2011-12-27T21:51:23.830+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obat'/><title type='text'>Obat sakit mata</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Obat Tradisional Kabupaten Purwakarta&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bahan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Pohon singkong diambil pangkal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Pohon kajijaran 1 potong&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Proses pembuatan obat :&lt;br /&gt;Salah satu bahan diambil pangkal batangnya kemudian diruncingkan seperti tombak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menggunakan obat:&lt;br /&gt;Diangkat vertikal dengan bagian yang runcing tepat diarahkan ke mata. Tunggu sampai ujung yang runcing itu meneteskan cairan (2 tetes) ke mata. Digunakan untuk anak atau dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Informan: Erwin Andrianto             &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-6400391967109100690?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/6400391967109100690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/08/obat-sakit-mata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/6400391967109100690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/6400391967109100690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/08/obat-sakit-mata.html' title='Obat sakit mata'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-3710419166024283002</id><published>2009-07-31T08:23:00.003+07:00</published><updated>2009-07-31T08:34:38.355+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips and trick'/><title type='text'>Logo animasi Gratis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Blog yang dihiasi oleh animasi pada gadget yang sesuai tentu akan menarik untuk dilihat. Sangat banyak situs yang menyediakan animasi namun hanya ada beberapa saja yang memiliki fasilitas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;free&lt;/span&gt; dan salahsatunya ada di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://www.allmyspacegraphics.com/&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Cara mendapatkan animasi yang diinginkan sangat mudah. Selain tidak memerlukan sign up, allmyspacegraphics menyediakan beragam jenis animasi. Berikut adalah jenis-jenis animasi dari allmyspacegraphics:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3D Myspace Graphic&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4th Of July&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;About Me Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Adult Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alcohol Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Angel Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Animal Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Animated Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anime Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;April Fools Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bear Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beer Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beautiful Day Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bird Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bleach Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Blue Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Book Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Boy Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bug Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bunny Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Butterfly Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Car Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cartoon Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cat Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Child Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Christmas Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Christmas Doll Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Christmas Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Comment Back Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Comment Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Comment Back&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Compliments Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cool Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;City Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cute Animal Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cute Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cute Doll Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cute Love Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cute Stuffs&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dancing Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Day Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Days Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Death Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Diddle Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Divider Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Doll Glitters&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Doll Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dropping Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dragon Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Easter Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Emo Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fantasy Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fire Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fireworks Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fish Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Flag Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Flashing Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Flirty Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Flame Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Flower Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Food Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Friends Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Friendship Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Frog Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Funny Animated GIF&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Funny Halloween&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Funny Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Funny Pictures&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ghetto Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ghost Myspace Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;God Myspace Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Good Morning Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Girl Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Girly Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Girls Sayings&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Glitter Butterfly Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Good Day Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Good Week&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Goodbye Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Good Luck Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Great Day Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Guys Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Graduation Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Graduation Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Great Weekend Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hamtaro Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Happy Anniversary&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Happy Birthday Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Happy Weekdays Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Happy Weekend Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Have A Great Day&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Have A Great Weekend&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Have A Nice Weekend&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Head Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Heart Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hello Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hi Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hi, Hello Wassup? Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Holiday Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Horse Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Halloween Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hugs Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hot Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hot &amp;amp; Sexy Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Icon Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I Love You Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I Miss You Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kiss Glitters&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kisses&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kitten Comments&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Labor Day&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Latin Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Love Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Marijuana Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mardi Gras Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memorial Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Miss You Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mother Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mother's Days Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Music Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Myspace Love Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Naughty Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Naruto Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;New Year Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nascar Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Note Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;People Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Picture Comments&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pink Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Playboy Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pot Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pride Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pumpkin Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Quote Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Religious Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Returning Love Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rose Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ruby Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;St Patrick's Day Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saint Patrick's Day Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Santa Claus Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Scary Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sexy Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sexy Girl Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Showing Love Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Showing Some Love&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Silver Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Simpson Animated Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Skeleton Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sorry Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;So Sweet Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sports Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sweet Day Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Taken Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Thanks Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Thanks For Add Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Thanksgiving Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Thinking Of You Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Valentine's Day Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wedding Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wednesday Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Weed Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Welcome Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;What's Up Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Word Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Word Glitter Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Xmas Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;You Rock Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Youre Hot Graphics&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Zodiac Graphics &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-3710419166024283002?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/3710419166024283002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/logo-animasi-gratis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/3710419166024283002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/3710419166024283002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/logo-animasi-gratis.html' title='Logo animasi Gratis'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-6008941947311769848</id><published>2009-07-26T21:58:00.002+07:00</published><updated>2009-07-26T22:02:29.795+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips and trick'/><title type='text'>Kalender Hijriah Gratis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tools kalender masehi telah banyak ada untuk menghiasi blog anda namun untuk kalender hijriah hanya ada beberapa saja, dan sangat sedikit yang menyediakan secara gratis. Salah satu situs yang menyediakan kalender hijriah gratis adalah http://www.al-habib.info/islamic-calendar/.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya sangat mudah dan tanpa melakukan sign up. Buka situs tersebut lalu pilih bentuk kalender yang anda inginkan. Klik download pada bagian bawah tampilan kalender tersebut. Copy paste dan lampirkan dalam gadget anda. Selesai dan selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-6008941947311769848?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/6008941947311769848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/kalender-hijriah-gratis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/6008941947311769848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/6008941947311769848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/kalender-hijriah-gratis.html' title='Kalender Hijriah Gratis'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-2077389255357295333</id><published>2009-07-26T21:48:00.004+07:00</published><updated>2009-07-26T21:58:07.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips and trick'/><title type='text'>Bikin Banner Gratis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kadang sulit menemukan tool gratis untuk mempercantik blog anda. Banner contohnya, hanya ada beberapa tool saja yang memberikan fasilitas gratis tanpa sign up sekalipun, meski resikonya harus memasang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;product maker &lt;/span&gt;di belakangnya. Tapi gak apa-apa karena telah ada banner di blog anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu di antara tool gratis adalah dari http://www.flashvortex.com/. Situs ini menyediakan tidak hanya banner gratis saja tetapi juga tool menu, animasi text, buttons, dan clocks. Cara penggunaannya sangat mudah. Klik salah satu variasi banner, menu, animasi text, buttons, dan clocks yang anda sukai. Lalu edit text sesuai dengan kepentingan anda. Klik generate animation untuk mendapatkan kode html/javascript. Copy paste pada  gadget yang anda inginkan. Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-2077389255357295333?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/2077389255357295333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/bikin-banner-gratis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/2077389255357295333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/2077389255357295333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/bikin-banner-gratis.html' title='Bikin Banner Gratis'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-851692760538907628</id><published>2009-07-25T08:39:00.003+07:00</published><updated>2009-07-25T08:48:55.793+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Obat sakit mata ( peureuh )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Obat Tradisional Kabupaten Purwakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan    :&lt;br /&gt;Daun kalingsir    secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembuatan obat    :&lt;br /&gt;Dihaluskan sambil dicampur air lalu di saring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menggunakan obat    :&lt;br /&gt;Di teteskan ke mata (2 atau 3 tetes) atau mata dapat langsung direndam ke dalam larutan tersebut dengan menggunakan tatakan. Digunakan untuk anak atau dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Informan    :&lt;br /&gt;Erwin Andrianto   &lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-851692760538907628?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/kesehatan' title='Obat sakit mata ( peureuh )'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/851692760538907628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/obat-sakit-mata-peureuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/851692760538907628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/851692760538907628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/obat-sakit-mata-peureuh.html' title='Obat sakit mata ( peureuh )'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-4311969706738578899</id><published>2009-07-25T08:36:00.001+07:00</published><updated>2011-12-27T21:51:47.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obat'/><title type='text'>Obat darah tinggi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Obat Tradisional Kabupaten Purwakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan    :&lt;br /&gt;1.         Daun sintrong    Ons/buah/potong/secukupnya&lt;br /&gt;2.        Daun kunir   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembuatan obat    :&lt;br /&gt;Kedua bahan dapat langsung dimakan/ dilalap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menggunakan obat    :&lt;br /&gt;Di konsumsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Informan    :&lt;br /&gt;Erwin Andrianto               &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-4311969706738578899?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/kesehatan' title='Obat darah tinggi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/4311969706738578899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/obat-darah-tinggi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/4311969706738578899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/4311969706738578899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/obat-darah-tinggi.html' title='Obat darah tinggi'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-7264110743004350783</id><published>2009-07-25T08:34:00.001+07:00</published><updated>2011-12-27T21:52:04.975+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obat'/><title type='text'>Obat agar anak tidak ngompol</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Obat Tradisional Kabupaten Purwakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan :&lt;br /&gt;Akar sereh    Ons/buah/potong/secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembuatan obat:&lt;br /&gt;Dikunyah atau diitumbuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menggunakan obat:&lt;br /&gt;Di semburkan pada pusar si anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Informan:&lt;br /&gt;Erwin Andrianto   &lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-7264110743004350783?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/kesehatan' title='Obat agar anak tidak ngompol'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/7264110743004350783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/obat-agar-anak-tidak-ngompol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/7264110743004350783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/7264110743004350783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/obat-agar-anak-tidak-ngompol.html' title='Obat agar anak tidak ngompol'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-88820437464188423</id><published>2009-07-25T08:30:00.001+07:00</published><updated>2011-12-27T21:52:21.322+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obat'/><title type='text'>Obat setelah melahirkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Obat Tradisional Kabupaten Purwakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;1.         Daun jawer kotok      3 helai&lt;br /&gt;2.         Daun sembung    3 helai&lt;br /&gt;3.         Daun seureuh    3 helai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembuatan obat:   &lt;br /&gt;Semua bahan direbus kurang lebih 5 menit atau sampai keluar sari yang berwarna hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menggunakan obat:&lt;br /&gt;Di minum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Informan:&lt;br /&gt;Erwin Andrianto&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-88820437464188423?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/kesehatan' title='Obat setelah melahirkan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/88820437464188423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/obat-setelah-melahirkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/88820437464188423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/88820437464188423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/obat-setelah-melahirkan.html' title='Obat setelah melahirkan'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-7313409099949433472</id><published>2009-07-25T08:25:00.001+07:00</published><updated>2011-12-27T21:52:50.989+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obat'/><title type='text'>Obat sakit pinggang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Obat Tradisional Kabupaten Purwakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan: Daun singkong (semua jenis) yang masih muda 5 helai&lt;br /&gt;Proses pembuatan: Bahan dicuci bersih kemudian ditumbuk sampai halus, dicampur air matang lalu disaring&lt;br /&gt;Cara menggunakan obat    :    Diminum. Digunakan untuk anak atau dewasa.&lt;br /&gt;Nama Informan    :    Erwin Andrianto&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-7313409099949433472?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/kesehatan' title='Obat sakit pinggang'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/7313409099949433472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/obat-sakit-pinggang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/7313409099949433472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/7313409099949433472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/obat-sakit-pinggang.html' title='Obat sakit pinggang'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-7830422460014285944</id><published>2009-07-24T22:41:00.003+07:00</published><updated>2011-12-28T10:01:33.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>Gundala The Movie</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmnYCV9eqqI/AAAAAAAAAHM/GhkrmpIlhxo/s1600-h/gundala+putera+petir.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362054366127631010" src="http://3.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmnYCV9eqqI/AAAAAAAAAHM/GhkrmpIlhxo/s320/gundala+putera+petir.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 215px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gundala, hmmm memang ini film yang aku tunggu. Waktu kecil aku seneng banget beli komik gundala. Aku simpan tapi sekarang entah gak tau kemana. Entah taun berapa, mungkin waktu aku masih SD, pernah ada memang film gundala jadul, dan aku nonton ma bapak. Dah pasti film gundala yang sekarang ini pasti lebih seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ada resume Gundala The Movie dari wikipedia versi inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"An ancient artifact, a powerful ring that grants ultimate power to its bearer, is the source of conflict that has been going on for hundred years. Sancaka, a young archaeolog is pulled into the center of the conflict and ultimately becoming it’s bearer. He transforms into Gundala, The Son of Lightning, the only one standing in the way of Gazul, the shadowy figure who wants the artifact for his evil purpose. Will Gundala be able to stop Gazul’s nefarious plan? The answer is coming up next year, June 2009."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-7830422460014285944?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/film' title='Gundala The Movie'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/7830422460014285944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/gundala-movie.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/7830422460014285944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/7830422460014285944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/gundala-movie.html' title='Gundala The Movie'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmnYCV9eqqI/AAAAAAAAAHM/GhkrmpIlhxo/s72-c/gundala+putera+petir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-461618342573905785</id><published>2009-07-24T22:19:00.003+07:00</published><updated>2011-12-28T10:03:46.568+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni 2D'/><title type='text'>Movie 2008 - May 2009</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;http://www.movieweb.com/movies/releases/year.php. pada tanggal 20 Jul 2009 14:08:04 GMT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  12&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The 13th Alley&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  2 Guns&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  21 Jump Street&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The 28th Amendment&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  36&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  41&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  44 Inch Chest&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The 4th Kind&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  500 Days of Summer&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Aardvark Art's Ark&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Acacia: The War With the Mein&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Accidentes&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Acolytes&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Across the Hall&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Adopt Me, Michael Jordan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Adoration&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Adrift&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Adventures of William Tell&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Agora&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Akira&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Alchemist&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  All About Adam&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  All Creatures Great and Small&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  All Good Things&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Alone&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Amelia&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  American Girl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Americanese&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  An Education&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  An Invisible Sign of My Own&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Anabasis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Antarctica&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Antichrist&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Anubis Tapestry: Between Twilights&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  April 23&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Arcanum&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Archive&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Army of the Dead&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Arthur and the Vengeance of Maltazard&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Astro Boy&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Atari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Attack of the Killer Tomatoes!&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  August: Osage County&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Austin Powers 4&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Aventures Extraordinaires d'Adele Blanc-Sec&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Awaken the Dragon&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Baby on Board&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bachelor No. 2&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bachna Ae Haseeno&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bad Biology&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Bad Lieutenant&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bad Meat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bag of Bones&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bangkok 8&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Banquet&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Baster&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bat Out of Hell&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Battle Angel&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Battle: Los Angeles&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Beacon&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Beaujolais&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Beautiful Miscellaneous&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Beyond a Reasonable Doubt&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Big Man on Campus&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Billy Smoke&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bioshock&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Birds of America&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Birds&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bitch Slap&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Black&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Black Death&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Black Water Transit&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Black Waters of Echo's Pond&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Blackbeard&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Blade Itself&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Blind Side: Evolution of a Game&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Blood on the Leaves&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Blue State&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Boat That Rocked&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bob Funk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bob: The Musical&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bobby Zero&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bobism&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bog Bodies&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Book of Blood&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Book of Eli&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Boomsday&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Borgia&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Boston Stranglers&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Broken Embraces&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Brooklyn's Finest&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Brothers&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  A Bunch of Amateurs&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bunraku&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Burning Plain&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Burt Dickenson, Most Powerful Magician on the Planet Earth&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Butcherhouse Chronicles&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  By Any Means Necessary&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Cabin Fever 2: Spring Fever&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Caliber&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Calling All Robots&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Capricorn One&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Castlevania&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Cat Tale&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Certified Copy&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Charlie &amp;amp; Boots&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Cherrybomb&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Children of the Corn&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Chilled in Miami&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Chopper Zombie&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Cirque du Freak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  City Island&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Ciudad&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Clash of the Titans&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Clock Tower&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Close Far Away&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Cloverfield 2&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Coffin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Colonel&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Colony&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Coma Boy&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Company Men&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Conan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Convoy&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Cool School&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Countdown&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Cowboys &amp;amp; Aliens&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Cowboys &amp;amp; Aliens&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Cowboys for Christ&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Crazies&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Crazy Heart&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Creation&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Crood Awakening&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Crowley&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Cryptozoo Crew&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Curve&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Cutlass Island&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dali &amp;amp; I: The Surreal Story&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Dallas Buyers Club&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Damned&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dan Mintner: Badass for Hire&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dare&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dark Fields&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dark House&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dark Shadows&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Date Night&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Day&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Daydream Nation&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Dead Outside&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Deadgirl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Deadline&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Deal with the Devil&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dear John&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Debt&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Deep Blue Goodbye&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Demoted&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Den of Thieves&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Descent 2&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Devil's Dungeon&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Devil's Pies&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Diary of a Young London Physician&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Diary of the Dead 2&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Divorce Ranch&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Dogs of Babel&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dolan's Cadillac&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dolce's Inferno&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dominion&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Don McKay&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Don't Be Afraid of the Dark&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Don't Look Up&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dorian Gray&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dorothy Mills&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dracula Year Zero&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dragonology&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Drink, Play, F@#K&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Drive&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Driving Lessons&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dying Breed&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dylan Dog&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Easy Virtue&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Echelon Vendetta&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Eddie the Eagle&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Edge of Love&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  El Eternauta&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Elfquest&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Eloise in Paris&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Emily the Strange&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Empire&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  End Zone&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Escape&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Escape From New York&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Escape From Tehran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Escape of The Pacific Clipper&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Eternals&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Evil Live&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Face Value&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Facttracker&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Fading of the Cries&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Family Bond&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Farlanders&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Fatties: Fart 2&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Fear Phil&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Feast 3: The Happy Finish&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Fencewalker&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Fifth Mafia&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Fighter&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Final Orbit&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Five Dollars a Day&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Flash Gordon&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Fools Rush In&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  A Forest of Mirrors&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Fraggle Rock&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Frankie and Alice&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Freakdog&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  From a Buick 8&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  From Time to Time&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  From Zero to Sixty&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Fruitcake&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Funny Money&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Fury Road&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Game&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Garden of Eden&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Gatchaman&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Gate: 20 Years Later&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Gaza&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Gears of War&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Get Him to the Greek&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Ghost&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Ghosts of Girlfriends Past&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Giallo&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Gigantic&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Girl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Give 'em Hell, Malone&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Given Day&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  God and California&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  God's Spy&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Good&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  A Good Old Fashioned Orgy&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Goonies 2&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Grace&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Graves&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Great Buck Howard&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Greatest American Hero&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Greatest&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Green Eyes&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Greenburg&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Gregory Burns&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Grudge 3&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Hack/Slash&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Hadrian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Halloween Sequel&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  HangingOutHookingUpFallingInLove&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Happy Little Family&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Happy Tears&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Harbinger&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Harvard Zombie Massacre&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Hater&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  He-Man and the Masters of the Universe&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Heartless&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Heaven &amp;amp; Earth&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Heckler&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Hellphone&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Henson&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Here Be Monsters!&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Hexum&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Hickory Nation&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Hiding in Time&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  High School&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Highlander&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Highway 61&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Hills Run Red&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Historian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Hole&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Hollywood and Wine&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Home Movie&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Home&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Homecoming&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Homeschooled&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Horsemen&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Horton Bliss&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Host 2&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Hot Tub Time Machine&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Hothouse Flowers&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  House of Eternity&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The House of the Devil&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Housebroken&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  How to Make Love to a Woman&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Howl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Human Factor&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Hungry Ghosts&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Hurt Locker&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  I Hate Valentine's Day&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  I Hope They Serve Beer in Hell&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  I Love You Phillip Morris&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The I Scream Man&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  I Spit On Your Grave&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  I Want to ______ Your Sister&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Ice Man&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Illegal Aliens&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Illustrated Man&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Imaginarium of Doctor Parnassus&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Imaginary Larry&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  iMurders&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  In Deep&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  In the Stars&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Incredible Shrinking Man&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Infestation&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Inglorious Bastards&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Inside Passage&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Interstellar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Into Temptation&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Invention of Hugo Cabret&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Invisible Man&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Islands in the Stream&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  It's Alive&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Jack and Ben&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Jailhouse Rock&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Jay and Seth vs. the Apocalyps&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Jeepers Creepers 3: Cathedral&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Jonah Hex&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Julia's Eyes&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Julius&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Jungle Book&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Kane &amp;amp; Lynch&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Keep&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Kept&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Kerosene Cowboys&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Kick-Ass&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Killer Movie&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Killing Jar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Killing on Carnival Row&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Killing Pablo&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Killing Rommel&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Kind One&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  King Lear&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  King of the Hill&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Knights Templar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Kung Fu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  La Horde&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Labor Pains&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Laid to Rest&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Last Battle Dreamer&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Last Call&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Last Caller&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Last Day of Summer&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Last Equation&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Last House on the Left&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Law Abiding Citizen&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Le Car&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Leaves&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Legion&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Lies &amp;amp; Illusions&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Lightkeepers&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Like Father&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Linguists&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Live Girls&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Lodger&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Lombardi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Lone Survivor&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Long Good Friday&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Long Time Gone&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Lost Adventures of Stone Perlmutter Jr.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Lost Girls&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Lost Planet&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Lost Squad&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Loudermilk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Lovely Bones&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Made for Each Other&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Madman's Tale&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Magic Man&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Maintenance Man&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Malice in Wonderland&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Man on the Train&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Man on Wire&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Man-Witch&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Mandrake&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Maneater&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Manure&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Marlowe&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Martha Gellhorn&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Marvin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Marvin the Martian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Master Harold... and the Boys&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Matadors&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Me and Orson Welles&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Medium Raw&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Men Who Stare at Goats&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Messenger&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Messengers 2&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Metal Gear Solid&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Middle Men&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Mild Things&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Mission: Intolerable&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  MNP&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Money for Nothing&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Mongoose&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Moon&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Motherhood&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Mountain&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Move&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Mutant Chronicles&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  My Fair Lady&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  My Life in Ruins&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  My One and Only&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  My Own Love Song&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  My Samurai&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  My Sister's Keeper&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  My Spy&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  My Tutor&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Mythological Veterinarian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Nagin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Nailed&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Napoleon and Betsy&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Neverwhere&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  New York State of Mind&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Night of the Living Dorks&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Night Train&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  A Nightmare on Elm Street&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Nine&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Ninja Gold&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  No Man's Land&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  No Place Like Home&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  No Relation&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Norman&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Not Forgotten&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Nutcracker -- The Untold Story&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Obsessed&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Ocean&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Olympia&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Once Fallen&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  One Chance&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Operation Checkmate&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Opposite of Love&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Opus: The Last Christmas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Other Side&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Ouija&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Pandorum&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Paper Man&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Paranorman&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Pastor Brown&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Paul&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Peacock&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Peck&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Permission&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Personal Effects&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Pet&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Phenom&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Pierre Pierre&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Pig People&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Pilgrim&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Pinkville&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Piranha 3-D&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Pitch Perfect&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Playboy&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Playing for Pizza&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Point Break: Indo&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Pontypool&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Poor Things&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Pope Joan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Positive&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Post-Grad Survival Guide&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Poughkeepsie Tapes&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Prince of Providence&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Private Lives of Pippa Lee&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Project A&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Property&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Public&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Pulse: Invasion&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Quantum Quest: A Cassini Space Odyssey&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Queen of the South&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Rain Fall&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Rapunzel Unbraided&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Rebellion&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Rebound&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Red Circle&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Red Dawn&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Red Mist&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Release&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Relentless&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Rendezvous with Rama&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Repeat After Me&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Repossession Mambo&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Return to Castle Wolfenstein&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Revelations&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Ripley's Believe It or Not&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The River Why&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Road Train&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Robosapien: Rebooted&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Rock 'n' Roll High School&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Rocky Horror Picture Show&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Ronin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Roommate&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Roundtable&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Rudo y Cursi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Rules of Deception&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Rum Diary&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Run&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Run for Her Life&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Runaways&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  S. Darko&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Sacrilege&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Saint John of Las Vegas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Sanctuary&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Savvy&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Saw VI&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Scared Straight&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Scent of Adam&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  School of Rock 2: America Rocks&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Sci-Fi Movie&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Science Fair&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Scott Pilgrim vs. the World&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Scott Pilgrim's Little Life&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Second Sight&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Secret Dream World of a Shopaholic&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Secret Life of Walter Mitty&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  See Me, Feel Me: Keith Moon Naked for Your Pleasure&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Seminar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Serbis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  A Serious Man&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Seven Wonders&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Seventeen&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Sexual Healing&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Sexykiller&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Shared Fare&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Shell Game&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Shelter&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Shinjuku Incident&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Shinobi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Short Circuit&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Shortcut&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Shred&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Shrink&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Shuttle&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Sigma Protocol&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Silver Cord&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Simon Bloom&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Skellig&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Skulduggery Pleasant&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Sleeper&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Slipping Into Darkness&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Slumdog Millionaire&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Snitch&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Solo&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Something Borrowed&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Sounds of Tokyo&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Source Code&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Space Buddies&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Space Invader&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Spin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Splice&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Spook's Apprentice&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Spread&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Spy Hunter&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Spy Next Door&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Stan Helsing&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Stay Cool&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Stealing Time&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Step Up 3-D&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Stigmata 2&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Still You&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Stop Huntingdon Animal Cruelty&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Storyteller&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Strangers 2&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Strays&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Streets of Blood&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Substitution&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Surrogate&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Suspiria&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Sympathy for Delicious&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Synchronicity&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Table for Three&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Taking Woodstock&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Tar Beach&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Tarzan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Teeth of the Night&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Tehran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Tekken&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Tell-Tale&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Tenure&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  That Face&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Thaw&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Thing on the Doorstep&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Thirteenth Hour&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Thomas Crown Affair 2&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Thousand Splendid Suns&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  A Thousand Words&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Three Musketeers&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Throttle&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Thulsa Doom&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Thundercats&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Ticket to Ride&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Time of My Life&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Time Traveler&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Tintin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Totally Spies! The Movie&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Tourist&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  TR2N&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Trail&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Training Ground&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Transplants&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Traveling&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Triage&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Triangle&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Trucker&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The True Confessions of Charlotte Doyle&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Tug&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Turok&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Twenty Percent Fiction&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Two Face&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Two: Thirteen&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Ugly Truth&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Unforgettable&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Unpleasant Profession of Jonathan Hoag&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Unstoppable&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Up in the Air&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Venom&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Vicious Kind&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Vintner's Luck&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Vinyan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Virgin Territory&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Virulents&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Void Moon&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Wake the Dead&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  A Walk in the Woods&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  War of Gods&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Warcraft&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  We Are the Strange&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Wedding Banned&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Welcome to the Sticks&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  What I Know About Love&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Whatever Works&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  When in Rome&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Whip It!&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The White Giraffe&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Wild Cherry&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Will&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Witchblade&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Wolf Boy&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Woman Next Door&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  World's Greatest Dad&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Wreck&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Wrong Turn 3&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  X-Men Origins: Magneto&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Y: The Last Man&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Ye Olde times&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Yomigaeri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Your Highness&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Zero Dark Thirty&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  ZMD: Zombies of Mass Destruction&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Zombieland&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;January 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Donkey Punch&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Butterfly Effect: Revelation&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  From Within&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Perkins' 14&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Slaughter&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Midnight Movie&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Unborn&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bride Wars&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Clive Barker Presents: Hellraiser&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Inkheart&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Hotel for Dogs&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  I Love You, Man&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Mall Cop&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  My Bloody Valentine 3-D&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Ninja Assassin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Notorious&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Vacancy (Prequel)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Last Chance Harvey&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Possession&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Taken&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Underworld 3: The Rise of the Lycans&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Uninvited&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;February 2009    &lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Eden Log&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Under the Sea 3D&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  He's Just Not That Into You&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Wayans Bros. Comedy&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  A Walk to Beautiful&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Confessions of a Shopaholic&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Friday the 13th&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  New York, I Love You&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Pink Panther 2&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  They Came From Upstairs&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The International&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Tyler Perry's Madea Goes to Jail&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Jonas Brothers: Burning Up&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Street Fighter: Legend of Chun-Li&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;March 2009    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  All About Steve&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Watchmen&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  12 Rounds&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Race to Witch Mountain&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Box&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Duplicity&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Fired Up&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Knowing&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  This Side of the Truth&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Accidental Husband&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Assassination of a High School President&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  I Love You Beth Cooper&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Informant&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Janky Promoters&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Monsters vs. Aliens&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;April 2009    &lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Burrowers&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Dragonball&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Wolf Man&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Bandslam&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Case 39&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Observe and Report&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Old Dogs&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  17 Again&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Crank 2: High Voltage&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Julie &amp;amp; Julia&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Mardi Gras&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  State of Play&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Earth&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Vanilla Gorilla&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Whiteout&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;May 2009   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  The Hannah Montana Movie&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  X-Men Origins: Wolverine&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  Star Trek&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-461618342573905785?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/film' title='Movie 2008 - May 2009'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/461618342573905785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/movie-2008.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/461618342573905785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/461618342573905785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/movie-2008.html' title='Movie 2008 - May 2009'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-6580026374033472714</id><published>2009-07-24T22:10:00.002+07:00</published><updated>2011-12-28T10:04:02.397+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni 2D'/><title type='text'>New Moon</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmnQByJrfyI/AAAAAAAAAHE/D-WNYXEeHQ8/s1600-h/new+moon.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362045560422104866" src="http://2.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmnQByJrfyI/AAAAAAAAAHE/D-WNYXEeHQ8/s320/new+moon.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 200px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-style: italic;"&gt;From http://www.newmoonmovie.org/trailer/&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;Here is the official press release from Summit about the choice of Chris Weitz as director of New Moon. In the synopsis it lists both Kristen Stewart as Bella Swan and Robert Pattinson as Edward Cullen, but the “irresistible Jacob Black” is suspiciously not tagged with Taylor Lautner’s name:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   In NEW MOON, Bella Swan (Kristen Stewart) is devastated by the abrupt departure of her vampire love, Edward Cullen (Robert Pattinson) but her spirit is rekindled by her growing friendship with the irresistible Jacob Black. Suddenly she finds herself drawn into the world of the werewolves, ancestral enemies of the vampires, and finds her loyalties tested. Production on NEW MOON is scheduled to begin in the coming months and the studio is planning to release the film towards the end of 2009 or early 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seems like a pretty glaring thing to leave out if Lautner is going to play Jacob. The rest of the press release follows–&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Los Angeles, CA, December 13, 2008 — Summit Entertainment announced today that filmmaker Chris Weitz has been hired to direct the second film in the studio’s TWILIGHT film franchise. The film, NEW MOON, is based on the second book in author Stephenie Meyer’s blockbuster book series. The announcement was made by Erik Feig, Summit’s President of Production.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Weitz, an Acadamy Award®-nominated writer, director and producer, has a proven track record working with a broad range of material dealing with youth-oriented characters, fantasy and action. As such, he has the potential to bring alive in NEW MOON the dimensions and depth that fans will demand in the next installment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Feig stated, “We love Stephenie Meyer’s fantastic TWILIGHT series. Thinking long and hard about how to turn NEW MOON into the amazing movie we know it will be, and working with Stephenie Meyer to find the right candidate, we are thrilled to announce Chris Weitz as director of the film. Chris very much understands the world of NEW MOON and has the skill set required to bring the book to glorious life as a movie. We think he will be an excellent steward of Stephenie Meyer’s vision.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   “I am honored to have been entrusted with shepherding NEW MOON from the page to the screen,” said Weitz. “The extraordinary world that Stephenie has created has millions of fans, and it will be my duty to protect on their behalf the characters, themes and story they love. This is not a task to be taken lightly, and I will put every effort into realizing a beautiful film to stand alongside a beautiful book.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Weitz previously penned ABOUT A BOY, which led to an Academy Award Nomination for Best Adapted Screenplay in 2002, and adapted and directed THE GOLDEN COMPASS (2007), which was nominated for two Academy Awards and won the Academy Award for Best Visual Effects. Additionally, Weitz co-wrote the 1998 animated film ANTZ and went on to produce the major box office success AMERICAN PIE and executive produced the film’s two theatrical sequels. Weitz also produced IN GOOD COMPANY starring Dennis Quaid and Topher Grace and executive produced AMERICAN DREAMZ starring Hugh Grant, Dennis Quaid and Mandy Moore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   In NEW MOON, Bella Swan (Kristen Stewart) is devastated by the abrupt departure of her vampire love, Edward Cullen (Robert Pattinson) but her spirit is rekindled by her growing friendship with the irresistible Jacob Black. Suddenly she finds herself drawn into the world of the werewolves, ancestral enemies of the vampires, and finds her loyalties tested. Production on NEW MOON is scheduled to begin in the coming months and the studio is planning to release the film towards the end of 2009 or early 2010.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-6580026374033472714?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/film' title='New Moon'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/6580026374033472714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/new-moon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/6580026374033472714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/6580026374033472714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/new-moon.html' title='New Moon'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmnQByJrfyI/AAAAAAAAAHE/D-WNYXEeHQ8/s72-c/new+moon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-8226626530405525153</id><published>2009-07-24T22:02:00.001+07:00</published><updated>2011-12-27T21:46:08.804+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obat'/><title type='text'>Obat memar (peuhpeur)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Obat Tradisional Kabupaten Purwakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan: Daun kiurat, Daun kiremek Secukupnya&lt;br /&gt;Proses pembuatan obat:     Kedua bahan ditumbuk sampai halus&lt;br /&gt;Cara menggunakan obat:     Dibalurkan pada bagian yang memar. Digunakan untuk anak atau dewasa.&lt;br /&gt;Nama Informan: Erwin Andrianto   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-8226626530405525153?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/kesehatan' title='Obat memar (peuhpeur)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/8226626530405525153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/obat-memar-peuhpeur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/8226626530405525153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/8226626530405525153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/obat-memar-peuhpeur.html' title='Obat memar (peuhpeur)'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-6953880776845857478</id><published>2009-07-24T21:54:00.001+07:00</published><updated>2011-12-27T21:53:12.818+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obat'/><title type='text'>Obat panas dalam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Obat tradisional di Kabupaten Purwakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan: Daun wera 3 helai&lt;br /&gt;Proses pembuatan obat Di tumbuk, diperas kemudian disaring&lt;br /&gt;Cara menggunakan obat: Air perasan diminum. Digunakan untuk anak atau dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan: daun sampeu edi secukupnya. Diremas/ ditumbuk dicampur airmatang lalu diperas kemudian airnya disaring. Air perasan diminum. Digunakan untuk anak atau dewasa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Nama Informan : Erwin Andrianto&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-6953880776845857478?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/kesehatan' title='Obat panas dalam'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/6953880776845857478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/obat-panas-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/6953880776845857478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/6953880776845857478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/obat-panas-dalam.html' title='Obat panas dalam'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-6915166967123688175</id><published>2009-07-24T21:33:00.003+07:00</published><updated>2011-12-27T22:56:54.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gallery'/><title type='text'>Supir Angkot dari masa ke masa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-weight: bold;"&gt;Supir Angkot dari masa Kejayaan ke masa Keterpurukan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-weight: bold;"&gt;Studi Kasus Penurunan Penghasilan Supir Angkot Di Kabupaten Purwakarta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;oleh Irvan Setiawan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Angkot, sebuah nama yang sangat lazim untuk kendaraan angkutan umum jenis minibus 1000 cc - 1500 cc, menjadi roda angkutan utama di kabupaten Purwakarta yang dimulai pada tahun 80-an. Kala itu merek kendaraan yang digunakan kebanyakan adalah daihatsu zebra 55 wide, berbentuk seperti kotak sabun berpenumpang kurang lebih 10 orang. Hanya ada 3 rute utama untuk menjelajahi seluruh wilayah di kota Purwakarta, yaitu rute atau jalur 1, 2, dan 3. Ketiga jalur tersebut selalu menjadi rebutan penumpang terutama pada pagi, siang dan sore hari. Dan lagi, sangat sedikit jumlah angkot yang ada pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil dari minimnya jumlah kendaraan untuk melayani sekian banyak penumpang adalah penghasilan yang sangat lumayan bagi supir ataupun juragan angkot. Bahkan, pada waktu itu, seorang pemilik angkot dapat menambah armadanya hanya dalam waktu satu tahun saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, jika tidak salah, telah ada sekitar 13 rute untuk melayani wilayah di seluruh kota Purwakarta. Ketigabelas rute tersebut masing-masing memiliki sangat banyak armada. Bahkan, untuk jalur 1 saja ada sekitar 200 kendaraan. Sudah tentu para penumpang dapat lebih leluasa untuk mendapatkan angkot, sementara supir angkot sendiri harus rela untuk menunggu penuh muatan. Dengan kata lain, efek yang terjadi sebagaimana hukum atau prinsip ekonomi berbicara "Jumlah barang yang berlimpah akan menurunkan harga jual".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;bersambung...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-6915166967123688175?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/otomotif' title='Supir Angkot dari masa ke masa'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/6915166967123688175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/supir-angkot-dari-masa-ke-masa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/6915166967123688175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/6915166967123688175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/supir-angkot-dari-masa-ke-masa.html' title='Supir Angkot dari masa ke masa'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-7944774668479868256</id><published>2009-07-24T19:11:00.001+07:00</published><updated>2011-12-27T21:53:44.114+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flora'/><title type='text'>Terapi Petai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Anda semua pasti mengenal bahwa Petai (Pete) sebagai buah yang membuat bau mulut dan bau kentut sangat tidak sedap. Tapi mungkin banyakdiantara anda tidak mengetahui bahwa pete mengandung 3 macam gula alami yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi kandungan ini mampu memberikan dorongan tenaga yang instan, namun cukup lama dan cukup besar efeknya. Riset membuktikan dua porsipete mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukanaktivitas beratselama 90 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya jangan heran jika pete adalah buah yang disukai olehpara atlettop. Penelitian juga membuktikan bahwa pete tidak hanyamemberikanenergi, namun juga mampu mencegah bahkan mengatasi beberapamacampenyakit dan kondisi buruk. Ini membuat pete menjadi salah satumakananpenting dalam makanan keseharian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depresi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasienpenderitadepresi, banyak orang merasa lebih baik setelah makan pete. Hal ini terjadi karena pete mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat relax, memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PMS (premenstrual syndrome)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mengalami PMS saat 'tamu' datang, anda tidak perlu minum pil ini ataupun itu, cukup atasi dengan makan pete. Vitamin B6 yang dikandung pete mengatur kadar gula darah, yang dapat membantu mood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anemia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kandungan zat besi yang tinggi, pete dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tekanan darah tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah tropis unik ini sangat tinggi kalium, tetapi rendah garam, sehingga sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Begitu tingginya, sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan pete untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kemampuan otak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;200 siswa di Twickenham (Middlesex) tertolong dengan mudah melalui ujian pada tahun ini karena memakan pete pada saat sarapan, istiraha, dan makan siang. Riset telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu belajar dengan membantu siswa semakin waspada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sembelit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kandungan serat yang tinggi, maka pete akan mempermudah menormalkan kembali aksi pencernaan, membantu mengatasi permasalahan ini tanpa harus kembali ke laksativ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Obat mabuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan "penyakit" mabuk adalah milkshake pete, yang dimaniskan dengan madu. Pete akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu akan meningkatkan kadar gula darah yang jatuh, sedangkan susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kekenyangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pete memiliki efek antasid pada tubuh, sehingga bila dada anda terasa panas akibat kebanyakan makan, cobalah makan pete untuk mengurangi sakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mual di pagi hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan pete diantara jam makan akan menolong mempertahankan kadar gula dan menghindari muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gigitan nyamuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum anda meraih krim gigitan nyamuk, coba untuk menggosok daerah yang terkena gigitan dengan bagian dalam kulit pete. Banyak orang berhasil mengatasi rasa gatal dan bengkak dengan cara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Untuk saraf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pete mengandung vitamin V dalam jumlah besar, sehingga akan membantu menenangkan sistem saraf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kegemukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian di Institute of Psychology Austria menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkan orang sering meraih makanan yang menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien di rumah sakit, peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi. Laporan menyimpulkan bahwa, untuk menghindari nafsu memakan makanan karena panik, kita butuh mengendalikan kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan kadarnya tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Luka lambung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pete digunakan sebagai makanan untuk merawat pencernaan karena texturnya yang lembut dan halus. Buah ini adalah satu-satunya buah mentah yang dapat dimakan tanpa menyebabkan stress dalam beberapa kasus yang parah.&lt;br /&gt;Buah ini juga mampu menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengatur suhu tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak budaya lain yang melihat pete sebagai buah 'dingin' yang mampu menurunkan suhu tubuh dan emosi ibu yang menanti kelahiran anaknya. Di Belanda misalnya, ibu hamil akan makan pete untuk meyakinkan agar si bayi lahir dengan suhu tidak tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seasonal Affective Disorder (SAD) (penyakit emosional yang kacau)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pete dapat membantu penderitas SAD kerena mengandung pendorong mood alami, tryptophan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Merokok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pete dapat menolong orang yang ingin berhenti merokok. Vitamin B6 dan B12 yang dikandungnya, bersama dengan kalium dan magnesium, membantu tubuh cepat sembuh dari efek penghentian nikotin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stress&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalium adalah mineral penting, yang membantu untuk menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Ketika kita stress, kecepatan metabolisme kita akan meningkat, sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Hal ini dapat diseimbangkan lagi dengan bantuan makan petai yang tinggi kalium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stroke&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut riset dalam "The New England Journal of Medicine," makan pete sebagai bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko kematian karena stroke sampai 40%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Caplak / Kutil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang suka berpaling pada pengobatan alami akan berani bersumpah, jika anda ingin mematikan caplak, maka ambil sepotong pete, dan letakkan di caplak itu. Tetap pertahankan pete itu dengan menggunakan plester! Setelah membaca semua fakta diatas maka anda harus percaya bahwa pete adalah obat alami untuk berbagai macam penyakit. Jika anda membandingkannya dengan apel, pete memiliki protein 4 kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat Vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-7944774668479868256?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/7944774668479868256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/terapi-petai.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/7944774668479868256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/7944774668479868256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/terapi-petai.html' title='Terapi Petai'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-829889171335906577</id><published>2009-07-24T19:08:00.002+07:00</published><updated>2011-12-27T22:57:50.531+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gallery'/><title type='text'>overload truck</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/Smmktzb2NfI/AAAAAAAAAG8/ZB5JM0fZYa4/s1600-h/truck79.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361997938169361906" src="http://1.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/Smmktzb2NfI/AAAAAAAAAG8/ZB5JM0fZYa4/s320/truck79.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 173px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmmkgfRp0TI/AAAAAAAAAG0/H6kQt80ckcw/s1600-h/asian_rednecks.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361997709419598130" src="http://2.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmmkgfRp0TI/AAAAAAAAAG0/H6kQt80ckcw/s320/asian_rednecks.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 226px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Tak gendong ... kemana-mana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-829889171335906577?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/829889171335906577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/overload-truck.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/829889171335906577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/829889171335906577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/overload-truck.html' title='overload truck'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/Smmktzb2NfI/AAAAAAAAAG8/ZB5JM0fZYa4/s72-c/truck79.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-801124870117178241</id><published>2009-07-24T18:59:00.006+07:00</published><updated>2011-12-27T22:58:02.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gallery'/><title type='text'>Big Truck</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/Smmi0i7VgLI/AAAAAAAAAGs/eOpFTk_F-NQ/s1600-h/k0226553.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361995854973862066" src="http://3.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/Smmi0i7VgLI/AAAAAAAAAGs/eOpFTk_F-NQ/s320/k0226553.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/Smmiqoq1L9I/AAAAAAAAAGk/rX0_TjG7910/s1600-h/k0275181.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361995684716556242" src="http://3.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/Smmiqoq1L9I/AAAAAAAAAGk/rX0_TjG7910/s320/k0275181.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 259px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Dulu gue pernah kepikiran punya rumah yang mobile. kayak gini neeh.&lt;br /&gt;Kalo ditanya alamat, tergantung gue berenti dimane&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-801124870117178241?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/gallery' title='Big Truck'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/801124870117178241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/big-truck.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/801124870117178241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/801124870117178241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/big-truck.html' title='Big Truck'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/Smmi0i7VgLI/AAAAAAAAAGs/eOpFTk_F-NQ/s72-c/k0226553.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-3797196438100543125</id><published>2009-07-24T18:48:00.005+07:00</published><updated>2011-12-27T22:58:14.924+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gallery'/><title type='text'>Lamborghini Gallardo_2003</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmmiCOApzfI/AAAAAAAAAGU/cM-xqfMDqVk/s1600-h/Lamborghini-Gallardo_2003_800x600_wallpaper_06.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361994990365560306" src="http://1.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmmiCOApzfI/AAAAAAAAAGU/cM-xqfMDqVk/s320/Lamborghini-Gallardo_2003_800x600_wallpaper_06.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/Smmf5NwTKoI/AAAAAAAAAGM/6dTJjaWg_PQ/s1600-h/Lamborghini-Gallardo_2003_800x600_wallpaper_05.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361992636654889602" src="http://3.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/Smmf5NwTKoI/AAAAAAAAAGM/6dTJjaWg_PQ/s320/Lamborghini-Gallardo_2003_800x600_wallpaper_05.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;in my dream -- Lamborghini-Gallardo_2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-3797196438100543125?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/gallery' title='Lamborghini Gallardo_2003'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/3797196438100543125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/in-my-dream-lamborghini-gallardo2003.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/3797196438100543125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/3797196438100543125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/in-my-dream-lamborghini-gallardo2003.html' title='Lamborghini Gallardo_2003'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmmiCOApzfI/AAAAAAAAAGU/cM-xqfMDqVk/s72-c/Lamborghini-Gallardo_2003_800x600_wallpaper_06.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-8335019866909222706</id><published>2009-07-23T21:15:00.002+07:00</published><updated>2009-07-24T21:12:02.702+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sex'/><title type='text'>Bisakah cowo multi orgasme?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada beberapa trik yg moga moga bisa berguna .&lt;br /&gt;Saat kita klimaks, kita liat dulu pasangan kita masih niat main apa enggak. Kalo masih niat makanya trik ini bisa kayaknya di pakai :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Jangan keluarin di dalam, soalnya problemnya nanti pas main ronde 2 kondisi udah "becek". Kita jadi enggak enak mainnya. Kalo udah sempat keluar ke dalam, yah terpaksa tu cewe di suruh berdiri biar cairan bisa turun ke bawa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Sedangkan bila cewenya udah becek , Yah siapin handuk atau lap kain. Kalo pake tissu sih sebenarnya gw enggak saranin soalnya pas bersih bersih sebentar kertas tissu sering nempel nempel di sekitar "V". Bersihinya dengan posisi berdiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Mulai deh persiapan ronde 2...biasanya gw oral, itu gw lakuin ke cewe, biar dia bisa dapet kondisi puncak lagi nah disini sih cewe yg pada ronde 1, mungkin sudah sempat climax bisa terjadi multi orgasme lanjutan. Sedangkan bagi kita cowo, kondisi ini bisa kembali membuat "P" kita otomatis tegang ( kalo enggak tegang juga yah.... KASIAN DEH LOE LMAO.gif ).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Bisa juga juga kalo ada cewe mau , setelah ronde 1, suruh dia oral kita. Atau yg posisi 69 sampai menuju pada kondisi "P" kita fit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Kalo "P" udah siap tempur lagi, yah silahkan lanjutkan perjuangan menurut posisi favorit kita masing masing LMAO.gif&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posisi doggy rekomendasi buat "P" yang belum optimal, karena yang penting udah "ON" dikit aja "P" nya bisa melakukan penetrasi. Biarin cewenya yg goyang, biar kita enggak kecapean dan nunggu "P" kembali tegang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Kalo kita udah paham trik ini, maka enggak ada kata mungkin buat kita cowo bisa multi orgasme&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=21157&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-8335019866909222706?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/sex' title='Bisakah cowo multi orgasme?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/8335019866909222706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/bisakah-cowo-multi-orgasme.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/8335019866909222706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/8335019866909222706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/bisakah-cowo-multi-orgasme.html' title='Bisakah cowo multi orgasme?'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-4173441723942984194</id><published>2009-07-23T21:10:00.002+07:00</published><updated>2009-07-24T21:12:27.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sex'/><title type='text'>Jangan Bugil di Depan Kamera</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sulit dipercaya. Saat ini lebih dari 500 video porno buatan Indonesia beredar di masyarakat. Baik dalam bentuk VCD, DVD, maupun yang beredar dari ponsel ke ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih mengejutkan lagi, dari 500 lebih video porno yang beredar itu, 90% di antaranya dibuat oleh mahasiswa dan pelajar. Sungguh mencengangkan karena setiap hari minimal dua film porno baru buatan mahasiswa dan pelajar yang beredar di tengah masyarakat melalui internet dan handphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian Sony Ady Setyawan, seorang mahasiswa asal Yogyakarta ini, semakin meyakinkan kita tentang banyaknya video porno buatan mahasiswa dan pelajar yang bergentayangan di internet dan dari handphone ke handphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar video porno itu dibuat secara amatiran, berdasarkan keisengan belaka. Kebanyakan dari video porno itu dibuat melalui kamera yang ada di ponsel. Sedangkan gambar yang direkam mulai dari adegan telanjang sampai hubungan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang membuat kekhawatiran semakin menjadi-jadi adalah sudah mulai ditemukan video yang menggambarkan adegan perkosaan yang direkam. “Adegan itu sengaja direkam untuk kemudian disebarkan,” ujar Sony. Sampai saat ini belum diketahui motif dari pembuatan film semacam itu. “Tapi, kita harus waspada. Sebab dengan beredarnya film-film kekerasan seks seperti itu, kita sudah masuk pada gelombang keempat dalam dunia pornografi, seperti yang terjadi di jepang,” Sony menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony tidak berlebihan. Teknologi video saat ini sudah melekat hampir di semua ponsel. Dengan perangkat tersebut, anak-anak muda banyak yang tergoda untuk merekam adegan mesra mereka yang sangat pribadi, bahkan adegan hubungan seks, melalui ponsel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara yang bermula dari keisengan itu juga diakui Rini dan Ita, dua remaja pelajar di sebuah SMU di Jawa Tengah, yang pernah merekam adegan mandi mereka di ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman buruk dalam urusan seperti ini juga dialami Femmy Permatasari. Bersama Rachel Maryam, Sarah Azhari, dan sejumlah artis gambar mereka ketika sedang ganti baju beredar di masyarakat dalam bentuk VCD dan juga melalui internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar yang direkam ketika mereka sedang casting untuk sebuah produk iklan itu berakhir dengan diseretnya pemilik studio, Budi Han, ke meja hijau. “Tapi, saya telanjur shock. Pertama kali lihat rekaman itu saya muntah-muntah dan akhirnya harus dirawat di rumah sakit,” ungkap Femmy kepada Andy Noya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat film iu, bukan cuma Femmy yang terpaksa mengundurkan diri dari pergaulan, sang suami juga merasa tertekan dan menarik diri dari pergaulan. Mereka juga berupaya agar rekaman tersebut tidak dilihat oleh sang anak yang masih kecil. “Tapi VCD-nya saya simpan. Suatu hari nanti, ketika dia sudah siap, saya akan jelaskan soal ini,” kata Femmy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik ini kembali ingin mengingatkan kita semua, terutama para remaja, untuk berhati-hati tampil di depan kamera. Bermula dari iseng, masa depan bisa hancur berantakan. Karena itu, gerakan kampanye yang saat ini sedang digalang oleh sejumlah aktivivis perlu mendapat dukungan. Mereka bersama-sama menggerakan kesadaran untuk “Jangan Bugil di Depan Kamera!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber berita: Kick Andy MetroTV http://www.metrotvnews.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-4173441723942984194?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/sex' title='Jangan Bugil di Depan Kamera'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/4173441723942984194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/jangan-bugil-di-depan-kamera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/4173441723942984194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/4173441723942984194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/jangan-bugil-di-depan-kamera.html' title='Jangan Bugil di Depan Kamera'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-2107904451298172107</id><published>2009-07-23T21:08:00.001+07:00</published><updated>2009-07-24T21:12:54.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sex'/><title type='text'>Perilaku Buruk Orang Tua dan Sex di Usia Dini</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Orang tua dengan perilaku buruk akan membuat anak-anak mereka memiliki keinginan untuk berhubungan seks di usia dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua yang merokok, minum alkohol atau gagal menjaga kesehatan dengan baik akan mempengaruhi anak mereka untuk bersikap serupa. Orang tua dengan perilaku buruk seperti itu juga membuat anak-anak mereka memiliki keinginan untuk berhubungan seks di usia dini. Demikian hasil studi medis yang dirilis ReutersHealth, Jumat (30/8) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hasil penelitian itu menyebutkan lebih dari 50 persen remaja yang orang tuanya perokok, ditemukan sudah memiliki pengalaman seksual sejak usia 15 tahun, “Remaja yang orangtuanya terlibat dalam perilaku berbahaya untuk kesehatan, seperti merokok, umumnya memiliki perilaku seksual yang sangat aktif, sejak usia sangat muda,” demikian tulis Esther Wilder dari Lehman College di New York dan Toni Terling Watt dari Southwest Texas State University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain meniru perilaku merokok orang tua mereka, anak-anak ini juga minum alkohol, menggunakan narkotika atau apapun yang biasa digunakan kawan-kawan sebayanya. Selain itu, mereka juga lebih mudah terjerumus dalam tindak kejahatan. "Tapi jangan lalu disimpulkan begitu saja, bahwa orangtua perokok menyebabkan anak mereka aktif secara seksual di masa remaja,” kata Wilder kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk menentukan penyebab secara pasti, Anda harus masuk dan mengamati apa yang terjadi dalam setiap rumah tangga. Bisa saja perilaku seks aktif remaja terkait dengan orangtua yang merokok dan tidak memperhatikan kesehatannya. Namun, bisa juga terkait dengan faktor selain itu. Siapa yang bisa memastikan mekanisme munculnya perilaku itu? Saya menduganya sangat kompleks,” jelas Wilder lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua sosiologi itu mengambil data penelitian mereka dari sebuah survey besar-besaran yang dinamakan ‘Studi Kesehatan Remaja Nasional Amerika Serikat’. Survey ini berusaha mengungkap perilaku seks remaja di Amerika dari 19 ribu remaja usia 13 sampai 18 tahun yang diwawancarai. Remaja dan orangtuanya diwawancarai secara terpisah dalam survey itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 31 persen dari seluruh orangtua adalah perokok dan itu dianalisa sebagai pemicu paling kuat dari perilaku seks beresiko yang dilakukan anak remaja mereka, kata Wilder. Hubungan perilaku antara orang tua dan anak, sebenarnya sudah diketahui luas. Sebagai contoh, remaja yang memiliki orangtua yang minum alkohol, kebanyakkan meniru perilaku minum minuman keras itu, dan umumnya jika remaja menenggak alkohol, mereka juga berhubungan seks di saat bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena orangtua menjadi figur panutan untuk anaknya, sangat beralasan jika orangtua yang memiliki perilaku tidak sehat akan memiliki anak yang tendensi perilakunya serupa,” tulis Wilder dan Watt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar pendidikan sudah lama memberitahu para orangtua bahwa anak-anak akan berperilaku seperti apa yang mereka lihat saban hari, bukan apa yang diperintahkan atau diajarkan oleh orangtua untuk dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilder dan Watt juga menemukan bahwa remaja laki-laki lebih banyak memiliki perilaku seks aktif sejak dini, jika orangtua mereka sering lalai menggunakan sabuk penganan ketika berkendaraan. Namun, kecenderungan yang sama tidak ditemukan pada remaja perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilder menyatakan bahwa sangat mungkin orangtua secara tidak langsung mengajari anak-anaknya bahwa melakukan perilaku beresiko itu menantang atau menyenangkan. "Jika orangtua melakukan sebuah perilaku berbahaya, itu akan memulai sebuah rantai situasi yang mendorong anak-anak mereka melakukan perilaku berbahaya yang lain,” kata Wilder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survey ini juga menganjurkan pengawasan tertutup dari orangtua --selain dari sekolah--membuat anak berperilaku lebih aman dan sehat. Artinya berada di rumah ketika anak pulang sekolah, menemani mereka di malam hari dan menanyakan aktivitas harian mereka, orangtua mengurangi potensi perilaku berbahaya si anak. Tapi kalau orangtua merokok dan minum alkohol secara terus menerus, pengaruh dari perilaku mengurangi manfaat pengawasan yang sudah dilakukan, kata Wilder. “Perilaku buruk itu mementahkan pengawasan independen orangtua, agama, dan lainnya,” kata Wilder lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini menjadi penting, khususnya di Amerika Serikat, karena sejak 1999 ditemukan setengah dari siswa sekolah menengah sudah melakukan hubungan seks dan enam persen diantaranya hamil. Bagaimana dengan di Indonesia? (reutershealth/wahyu dhyatmika)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: Klinik.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;http://situs.kesrepro.info/krr/okt/2002/krr01.htm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-2107904451298172107?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/sex' title='Perilaku Buruk Orang Tua dan Sex di Usia Dini'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/2107904451298172107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/perilaku-buruk-orang-tua-dan-sex-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/2107904451298172107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/2107904451298172107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/perilaku-buruk-orang-tua-dan-sex-di.html' title='Perilaku Buruk Orang Tua dan Sex di Usia Dini'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-9024320955935574544</id><published>2009-07-23T20:59:00.002+07:00</published><updated>2009-07-24T21:13:20.547+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sex'/><title type='text'>Perilaku Seksual Pada Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Iqlima, beberapa hari belakangan ini memang sedang menunjukkan ketertarikanya pada alat kelaminya. Deuhhh…pertama kali lihat aku kaget juga, sebab beberapa tahun yang lalu, Orlin pun demikian, tapi sekarang sudah nggak pernah lagi. Sekarang giliran Iqlima, dia melakukannya ketika setelah mandi, atau bahkan (pernah) sambil minum susu, kebanyakan sih ketika dia nggak pake celana. ( hehhe abis pipis belum dipakein celana gitu.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang tanganya aku sentil dech, dikaish tahu nggak ngerti juga nih..hehhe, ternyata menurut artikel di bawah nggak boleh dimarahin ya..:(. Maafkan daku ya darling.  peace ya Iq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************************************************************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAK USAH PANIK MENDAPATI ANAK "MASTURBASI"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar, kok, bila si kecil memainkan alat kelaminnya karena memang sedang fasenya. Tapi, tetap harus dicegah dan ditangani secara tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, orang tua langsung panik kala mendapati anak prasekolahnya memegang-megang atau memain-mainkan alat kelaminnya. Hingga, dimarahilah si anak. Padahal, seperti diungkap Dra. Ratih Andjayani Ibrahim, Psi.MM, dari LPT UI, Jakarta, perilaku demikian wajar terjadi pada anak usia 3-6 tahun. "Anak usia ini memang suka bermain-main dengan alat genitalnya untuk mencapai kenikmatan. Sebab, pusat kenikmatan anak di usia ini berada di sekitar alat genitalnya, yang disebut fase phallic."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh dijelaskan Ratih, fase phallic merupakan bagian dari proses perkembangan anak. Awalnya, dari usia 1-1,5 tahun, pusat kenikmatan anak berada di mulut, disebut fase oral. Itulah mengapa, di usia tersebut anak senang sekali memasukkan segala sesuatu ke mulut. Berikutnya, pada umur 1,5-3 tahun, anak berada pada fase anal; dia mulai menahan keinginan BAB-nya. Selanjutnya, anak mengalami fase phallic. "Fase ini biasanya akan berhenti sampai anak berumur 6 tahun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARUS DICEGAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tahapan ini merupakan fase yang normal, ya, Bu-Pak. Bukan berarti si kecil tengah melakukan masturbasi. Walau begitu, kita tak boleh membiarkan si kecil asyik memainkan alat kelaminnya. Sebab, terang Ratih, "Jika sudah menjadi kebiasaan, maka inilah yang dinamakan dengan masturbasi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kita harus mencegahnya. Namun, jangan lantas kita girap-girap alias panik; berteriak-teriak atau marah, bahkan memukuli anak kala melihatnya tengah memainkan alat kelaminnya. Cukup katakan dengan tenang kepadanya, "Kak, penisnya jangan dibuat mainan, nanti lecet, lo." Atau, "Jangan sering melakukan itu, ya, Kak, supaya vaginanya enggak lecet. Kalau lecet, nanti kalau mau pipis, sakit lo." Selanjutnya, alihkan perhatian anak. Pindahkan tangannya dari aktivitasnya itu, lalu beri mainan yang menarik minatnya. Bila perlu, ajak dan temani anak bermain, hingga ia lupa dengan aktivitasnya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang tua bekerja, pesan Ratih, sebaiknya pesankan kepada pengasuh agar melakukan hal yang sama. Minta si pengasuh untuk menegur dan mengingatkan anak kala kedapatan tengah melakukan aktivitas tersebut. Juga, minta dia sering mengajak anak bermain hingga anak lupa pada aktivitasnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANGANI SECARA TEPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, dalam menyampaikan larangan kepada anak, jangan sampai menunjukkan rasa panik. Ingat, anak seusia itu punya rasa ingin tahu. Jika ia melihat respon dari orang tua atau lingkungannya demikian, anak akan merasa, "Ini ada apa, sih? Pasti ada yang menarik di sini." Maka dia akan terus melakukan aktivitas itu, bahkan akan jadi makin terfokus ke sana. Jadi, kebiasaan melakukan masturbasi bisa terjadi pada penanganan yang tak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, anak sebenarnya memegang-megang alat kelaminnya tanpa berpikir panjang. "Pokoknya, enak dipegang. Lalu karena respon ibunya keliru, misal, jadi marah, histeris, atau anaknya dipukuli, tanpa sadar ini justru memacu anak untuk lebih sering memainkan alat genitalnya atau semacam mendapat stimulus. Mungkin ia melakukan kebiasaan tersebut dengan cara mencuri-curi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, karena merasa nikmat, anak akan melakukan itu secara terus-menerus. Bahkan bisa hingga masa pubertasnya. Pada masa pubertas, stimulasinya akan berbeda lagi. "Mungkin tadinya cuma geli-geli saja, begitu sudah remaja, akan ada fantasi seksual yang menyertai atau ada perilaku seksual tertentu yang menyertai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, karena mendapat stimulus terus, bisa terjadi penis si Buyung akan berdiri. "Bisa saja saat itu anak mendekat kepada ibunya dan menggosok-gosokkan penisnya kepada ibunya. Kalau ibunya lantas girap-girap atau ‘heboh’, anak bisa melakukan terus atau malah mencari objek lain." Lain hal jika si ibu memberitahu, "Kak, stop! Jangan begitu, dong. Tuh, lihat di televisi ada apa?" Atau, "Ayo kita bermain." Jadi perilaku anak yang distop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, bagaimanapun, papar Ratih, yang namanya masturbasi seperti kecanduan narkoba. Ada levelnya. "Pertama cuma pegang-pegang, lalu makin lama makin berkembang menjadi advanced. Selanjutnya jadi makin canggih dengan tingkat kerumitan yang makin tinggi." Kalau ini menjadi kebiasaan, mungkin kelak alat genitalnya tak bisa berfungsi secara wajar saat akan berhubungan dengan istrinya. Namun bila penanganannya tepat, biasanya pada umur 6 tahun kebiasaan memegang-megang alat kelamin atau "masturbasi" ini akan hilang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEDA DENGAN ORANG DEWASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, aku Ratih, reaksi spontan orang tua yang marah atau teriak, lebih karena ia belum tahu perilaku "seksual" anak-anak. Biasanya orang tua mengira perilaku seksual anak akan sama dengan perilaku orang dewasa. Padahal, pada masa kanak-kanak, anak masih makhluk aseksual karena ia belum mengalami pubertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, orientasi anak bukan seperti pada perilaku seksual orang dewasa. Keterangsanganya juga berbeda, walau anak bisa menikmati. "Jika pada orang dewasa, untuk mencapai kepuasan seksual menggunakan organ seksualnya dengan perilaku seksual. Maka pada anak, ‘seksual’nya lebih pada kalau penisnya dipegang, disentuh, dan dielus. Itu menimbulkan rasa nikmat." Walaupun demikian, tak membuat anak ereksi. Ereksi pada anak yang berumur prasekolah jelas berbeda dengan orang dewasa. "Biasanya pada anak, ereksi akan muncul di pagi hari setelah bangun tidur, mau kencing atau setelah kencing." Namun sekali lagi, sekalipun fokusnya bukan pada seksual, tapi jangan pernah bosan mengingatkan anak untuk tak mempermainan alat genitalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Erni Koesworini.Foto:Iman Dharma(nakita) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;http://www.tabloid-nakita.com/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;- mahadewi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;anak-anak memang begitu…. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-9024320955935574544?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/sex' title='Perilaku Seksual Pada Anak'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/9024320955935574544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/perilaku-seksual-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/9024320955935574544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/9024320955935574544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/perilaku-seksual-pada-anak.html' title='Perilaku Seksual Pada Anak'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-588107830174092047</id><published>2009-07-23T20:50:00.002+07:00</published><updated>2009-07-24T21:14:10.402+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sex'/><title type='text'>GAYA BERCINTA KAISAR TUNG UNTUK KEHARMONISAN RANJANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perkembangan penting antara tulisan-tulisan clasic tentang seks dan ajaran-ajaran ranjang Dinasty T’ang, sebagaimana yang dipaparkan Yang Mulia Kaisar Tung, seorang Kaisar yang sangat terkenal akan kemampuan seksualnya dalam memuaskan dirinya dan juga para istri dan gundik di dalam Haremnya, adalah penambahan pada bagian yang mendetail tentang tehnik, yang biasanya disebut Seni di Kamar Tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ajaran tentang seks dibuat dengan menghubungkan petunjuk-petunjuk clasic Sang Kaisar dengan instruktur tehnik seks yang dipadukan oleh para Rahib Taois dan Buddhis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh kebudayaan Cina, H Maespro, pengarang La Chine Antique,  yakni bahwa Yang Mulia Tung adalah Li Tung-Hsua, kepala Departement Pengobatan di Ibukota Cina pada abad ke-7 M. Seni di kamar tidurnya kemudian dibeberkan lagi oleh Yeh Te-Hyu (1864-1927) dalam ensiklopedi seks :  Shuang-mei-ching-an-ts’ung-shu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pengantar karya seksualnya, Yang Mulia Tung memberi prakata sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya percaya bahwa segala sesuatu dibawah langit adalah menakjubkan, tapi pria paling menakjubkan diantara semuanya. Perbedaan ini karena keunikan alamiah pada dorongan seksualnya dan itu merupakan bagian dari Harmoni Yin-Yang, dan juga merupakan bagian dari Harmoni Langit dan Bumi. Jika seorang pria mengikuti hukum-hukum alam, dan memahaminya, dia akan merawat intisari vitalnya, memperpanjang umurnya, dan tahu hari akhir pemuasannya. Jika seorang pria mengingkari hukum-hukum alam, dan melecehkan keyakinan, intisarinya akan kering sebelum waktunya dan hidupnya akan singkat dan menyedihkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Rahin dan Bijak, diantara penulis hubungan Seni Ranjang, merasionalisasikan aksi YIN dan YANG adalah saat menakjubkan ketika mengatasi kesengsaraannya dengan eksistensi jasmani, dan dalam waktu singkat menikmati penyatuannya dengan “kosmos”. Itu sakral dan religius. Para Tois lantas merasa bertanggungjawab untuk memberikan nama-nama dari terminologi yang digunakan untuk aktivitas seks, organ-organ seks, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Kehidupan Ranjang karya Yang Mulia Tung yang sangat indah, menjadi dasar bagi penjabaran Seni Ranjang di belakang hari. Dalam bukunya yang diberi judul, Sex Methods  (Peking, 1927), Yeh Te-Hui, membuatnya lebih sakral dengan sejumlah variasi berwarna-warni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Cina seringkali menuruti hasrat bercintanya tanpa peduli dengan kehadiran orang lain, dan telah berabad-abad lamanya taman dan rumpun bambu merupakan tempat pilihan untuk permainan cinta. Yeh Te-Hui memulai adegan 11 jurus itu dengan katalog adegan “udara terbuka” dan meskipun banyak diantaranya dikembangkan sendiri, dasar-dasarnya tentu terdapat juga pada buku bantal kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini uraian adegan ranjang tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. TERBANG DIANTARA AWAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria dan wanita sama-sama telanjang, duduk diayunan yang tergantung pada sebuah cabang. Si pria dibawah dan di belakang wanita yang meringkuk dalam duduknya. Pada pembuantu menarik ayunan dengan tali, sementara pria dan wanita menimati kedekatannya. Ketika badan menyatu, mereka merasakan sensasi dari gerakan ayunan. Yeh Te O Hui dalam penjelasannya mengatakan, untuk posisi ini diperlukan banyak praktek agar dapat melakukan menikmati awan dan hujan yang semakin sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. BERCINTA DIRENTANG TALI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seuntas tali terentang sedikit diatas tanah. Para pecinta sama-sama berdiri sampai terjadi “penggabungan”, dengan bantuan para pembantu, mereka menapak ditali. Jika persebadanan itu telah sempurna, keasyikan membawa mereka keujung tali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. MONYET BERTENGGER DIPOHON BUAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita memanjat pohon buah yang rindang. Saat pijakan kakinya sudah mantap, ia melemparkan buah kepasangannya di bawah. Prianya pun segera mengejra dan menguasainya diantara dahan-dahan yang rindang. Sangat menyenangkan dilakukan saat cuaca terang. Mirip adegan Tarzan bercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. LABA-LABA TERPERANGKAP DIJARING SENDIRI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita digantung dengan tali dan katrol dari atap, tinggi tubuh terentangnya disesuaikan keinginan pria. Jika ia menghendaki “persekutuan berayun”, tapi yang digunakan hendaknya cukup kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. LUMBA-LUMBA MENGAPUNG.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya ideal dikolam renang. Pria mengapung telentang dan wanita diatasnya. Dayung kaki digunakan untuk membantunya agar tetap mengapung. Sembari mengayuh kaki, maka tongkat giok dan gerbang permata  yang telanjang saling menggesek. Jika sudah terjadi persekutuan yang diinginkan, gerakan yang telah disepakati bersama membuat mereka tidak tenggelam. Air kolam harus hangat, kata Yeh Te-Hui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. TOPI ALGOJO.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut panjang wanita dibagi menjadi dua bagian. Dijalin kemudian diikatkan dileher si pria sehingga wajah mereka menyatu. Seorang pembantu kemudian mengikatkan lengan mereka bersama, yang kanan dengan yang kiri dan sebaliknya, meninggalkan merwka untuk mencapai bersebadanan semampu mereka. Semakin sulit semakin merangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. MEMBANGUN PUTRI TIDUR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita pura-pura mati. Tubuhnya lemas dan matanya terpeja. Pria menanggalkan semua pakaian wanita, dan ia tetap tidak bergerak. Pria kemudian menggodanya pada bagian bukit kembar dan “mutiara” di jade step, sementara ia terus bertahan untuk tetap lemas. Tiba-tiba ia seolah memperoleh kehidupannya kembali dan Iron Implement menyerang kearah giok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. ORANG BUTA TELANJANG.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata keduanya ditutup dan saling mencari didalam ruangan kamar tidur. Saat wanita tertangkap, ikatan itu tetap dibiarkan selama mereka melakukan persebadanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. SANG PECINTA BERKEPALA TENANG.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangkuk teh diletakkan dikepala mereka, dan mereka terupaya melakukan persebadanan tanpa menumpahkan setetespun air dimangkuk tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. AIR DARI PANCURAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita duduk mengangkang dipangkuan pria. Mereka saling berhadapan kemudian saling bermain lidah, sementara di bagian bawah jade stem mulai mengarungi lute strings. Tidak ada penyisipan, hanya sentuhan-sentuhan ringan baik diatas maupun dibawan. Baru setelah cairan kehidupan mengalir, ia mulai terjun ke dalam gate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;11. DIATAS PELANGI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria berlutut dipembaringan dan meletakkan bantal di kakinya yang menghadap ke atas, kemudian mendudukinya. Wanita duduk mengangkangi lututnya dan melemparkan dirinya dibelakang kepalanya meraih pembaringan dan tubuhnya melengkung. Pria menyerang kedepan dari ujung pelangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah 11 jurus Rahasia Seks Cina Kuno yang dibeberkan Yang Mulia Tung dan ditulis ulang oleh seorang pemerhati seks Cina Kuno, Yeh Te-Hui (1927), Erika Shu-Progress. Semoga ada manfaatnya  untuk menghangatkan kehidupan ranjang pembaca.HESTI INDRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Maret 13, 2008 - Ditulis oleh BaNi MusTajaB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;http://gus7.wordpress.com/2008/03/13/11-jurus-kitab-guling-sex-methods/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-588107830174092047?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/sex' title='GAYA BERCINTA KAISAR TUNG UNTUK KEHARMONISAN RANJANG'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/588107830174092047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/gaya-bercinta-kaisar-tung-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/588107830174092047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/588107830174092047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/gaya-bercinta-kaisar-tung-untuk.html' title='GAYA BERCINTA KAISAR TUNG UNTUK KEHARMONISAN RANJANG'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-3355342606853739527</id><published>2009-07-23T19:09:00.002+07:00</published><updated>2009-07-24T21:14:31.002+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sex'/><title type='text'>10 LANGKAH PENGHANGAT CINTA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Mengungkapkan Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut mengatakan cinta, kadang kita merasa bahwa hal tersebut tidak penting dan gombal, kadang kita berdalih bahwa kata-kata cinta tidak penting untuk diucapkan secara verbal tapi cukup dibuktikan dengan perbuatan. Tetapi coba kita tengok bagaimana Rasulullah mengajarkan kepada para shahabatnya ketika ada seseorang yang mengatakan kepada Rasul "Ya Nabiyullah, sesungguhnya aku sangat mencintai si fulan" sambil menunjuk kepada seorang lelaki yang sedang lewat dihadapannya."Apakah kamu pernah mengatakan perasaanmu kepadanya ?" Tanya Rasul. "Belum ya Rasul". Jawab shahabat. "Sekarang, katakanlah padanya". Jadi mengatakan cinta itu bukan hal yang tabu, tapi sunnah hukumnya. Dan mulai sekarang, katakanlah cinta pada istri tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I love u, I love u, I love u "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Efek Sentuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berjabat tangan ketika bertemu, memeluk atau mencium, adalah kiat-kiat penghangat cinta, jangan sampai satu haripun anda tidak menyentuhnya. Apakah hanya sekedar mencubit, menjewer mesra, dan sebagainya. Menurut ahli psikologi, efek sentuhan dapat memberi kenyamanan, kesenangan dan ketentraman dan menciptakan rasa kedekatan antar individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Memberi Bantuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memberi bantuan kepadanya diminta atau tidak, ketika ia sibuk di dapur, kita yang memandikan anak. Ketika ia sedang menyuapi anak, kita ngelap meja. Kamu bunga yang jadi tangkainya.....suit suiit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Siap Dengan Dukungan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memberi dukungan harus dilakukan, terutama jika istri kita mengalami tekanan psikologis. Tetapi memberi dukungan juga harus proporsional, jangan sampai berlebihan. Ini yang perlu diperhatikan. Dukungan moril sangat dibutuhkan di saat-saat tertentu. Misalnya istri sakit, jangan malah di takut-takutin "Mi' tetangga diseberang sana sakitnya juga sama kayak umi. Sekarang dia udah pulang ke Rahmatulloh lho."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Jangan Pelit Dengan Pujian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada suami yang pelit pujian, bisa dipastikan ia juga pelit dengan hartanya, kalau pujian yang gratis aja pelit, gimana dengan harta yang dicari dengan susah payah? Suami yang pemurah adalah suami yang senang memuji. Memuji yang baik tidak dilakukan di depan khalayak ramai, tetapi di saat berdua, misalnya memuji kecantikannya, enak masakannya, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Munculkan segala Kebaikan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Jika cinta sudah melekat, tempe goreng terasa coklat" begitu pepatah mengatakan. Tanda cinta adalah kita senantiasa mengingat kebaikan-kebaikannya, jika ada permasalah yang membuat renggang hubungan. Segera ingat kebaikan yang pernah ia lakukan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Sisihkan waktu Untuk berdua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kadang kesibukan membuat suami istri jarang punya waktu untuk mereka berdua, maka perlu disiasati supaya punya waktu untuk berbicara dari hati kehati, tanpa ada yang mengganggu. Just me and u.....cieee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Membuat panggilan khusus &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Panggil namanya dengan nama nama yang ia senangi misalnya "Mawar", "Darling", "Yayang", "My Love"jangan sebut nama panggilan yang ia tidak senangi "Ndut,.. sini ndut" (karena istrinya gendut) atau "Tuyul, sini yul" (karena namanya Yuli).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Mendengarkan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pendengar yang baik perlu kiat tersendiri, kadang kala ada rasa emosi, saat pulang kerja, lelah dan suntuk. Istri menyambut dengan cerita-cerita horor dan teror. Yah sabar sedikit, usahakan tersenyum. Dengarkan sampai ia selesai bicara. Setelah ia selesai baru bilang "umi tadi certain apa sih ?" (gubraks).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. Lazimkan Tiga kata ajaib : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Tolong : jika meminta bantuan&lt;br /&gt;- Terima kasih : jika selesai dibantu&lt;br /&gt;- Maaf : jika membuat kesalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dari www.dudung.net &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dibagikan gratis oleh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;http://groups.yahoo.com/group/rahasia_seks_kamasutra &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;di dukung oleh : http://pria-idaman.cjb.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-3355342606853739527?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/sex' title='10 LANGKAH PENGHANGAT CINTA'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/3355342606853739527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/10-langkah-penghangat-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/3355342606853739527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/3355342606853739527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/10-langkah-penghangat-cinta.html' title='10 LANGKAH PENGHANGAT CINTA'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-3100430318067658278</id><published>2009-07-23T19:06:00.002+07:00</published><updated>2009-07-24T21:14:58.921+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sex'/><title type='text'>Gaya bercinta yg aman ketika HAMIL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memang pada masa kehamilan trimester pertama, Anda berdua masih punya banyak pilihan posisi bercinta. Namun, setelah beberapa bulan kemudian pilihan posisi itu semakin terbatas. Berikut panduan gaya bercinta yang bisa Anda dan pasangan lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Posisi Misionaris&lt;br /&gt;Perempuan di bawah dan pria di atas. Jika dilakukan saat istri tengan hamil tentu menjadi tidak nikmat, bahkan bisa menyakitkan bagi istri Anda, bahkan juga untuk Anda sendiri. Itu sebabnya, posisi berhubungan seksual yang bisa dilakukan selama istri hamil adalah variasi dengan posisi menyamping, perut istri Anda terbebas dari tindihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perempuan di Atas, Pria di Bawah&lt;br /&gt;Dengan posisi ini, Anda (terutama istri Anda), bisa mencegah penekanan terlalu banyak pada bagian perut dan payudara istri Anda, yang memang membahayakan kehamilannya. Posisi ini memungkinkan perempuan untuk memegang lebih banyak kendali atas gerakan. Istri dapat membuatnya lambat atau capat, sambil mengontrol kedalaman penetrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Posisi Sendok&lt;br /&gt;Posisi ini dilakukan dengan tubuh berbaring menyamping. Anda berada di belakang istri Anda, sehingga penetrasi dapat dilakukan dari belakang (tetapi bukan hubungan seksual anal. Hanya penetrasinya lewat arah belakang). Posisi ini juga sesuai dilakukan pada saat perut istri sudah besar, atau sat istri tidak dapat berperan aktif lagi selama bercinta (seperti pada posisi perempuan di atas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Posisi Sendok Berhadapan&lt;br /&gt;Posisi menyamping berhadapan dengan pasangan. Tarik satu kaki untuk memberi ruang pada pasangan untuk melakukan penetrasi. Posisi ini lebih cocok dilakukan pada triwulan pertama, ketika perut istri belum terlalu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Posisi Duduk&lt;br /&gt;Perempuan duduk di pangkuan pasangan, ketika hamil belum terlalu besar, posisi berhadapan dapat dilakukan. Tapi ketika perut semakin membesar, posisi tidak berhadapan dapat dipilih. Posisi ini dapat menjadi pilihan pada masa kehamilan akhir trimester ke-2 atau pada awal trimester ke-3. Posisi ini cukup nyaman, baik untuk istri maupun Anda sendiri, sekalipun tidak memberikan kesempatan bagi Anda berdua untuk banyak melakukan gerakan aktif saat pemanasan (foreplay). Sayangnya, posisi duduk ini hanya nyaman dilakukan bagi berat tubuh istri tergolong normal. Sebab, pada posisi ini Anda harus menopang berat tubuh istri pada pangkuan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Doggie Style&lt;br /&gt;Agar perut tidak mendapat tekanan, istri bisa bersangga pada lutut dan tangannya, sepeerti hendak merangkak. Hanya saja, jika perut istri sudah sangat besar, bisa saja perut tetap menyentuh alas. Posisi ini juga tidak bisa dilakukan dalam tempo lama, karena cukup melatihkan bagi istri, walau ia tidak melakukan gerakan aktif. Keuntungannya, pembuluh darah di punggung tidak tertekan oleh berat perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Seks Non-Penetratif&lt;br /&gt;Di luar alternatif-alternatif posisi tersebut, Anda bisa juga melakukan seks non-penetratif. Artinya, alat kelamin suami tidak perlu memasuki vagina istri. Suami istri bisa saling memberikan seks oral atau masturbasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun posisi yang Anda berdua pilih, nikmatilah aktivitas seksual itu bersama-sama dengan tetap memperhatikan kondisi kehamilan istri Anda. Asalkan kehamilan istri Anda dinyatakan tidak memiliki risiko apapun, Anda berdua bisa melakukan hubungan seksual kapan pun Anda berdua menginginkannya, bahkan sampai menjelang persalinan sekalipun. Dengan tetap menikmati aktivitas yang satu ini bersama suami, Anda berdua bisa sling berbagi rasa takut maupun kekhawatiran, serta stres yang mungkin muncul selama masa kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika kehamilan istri Anda berisiko, seperti misalnya letak plasenta tidak pada posisi yang seharusnya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;plasenta previa&lt;/span&gt;), maka lebih baik berkonsultasi dulu dengan dokter spesialis kandungan jika Anda berdua tetap ingin bisa berhubungan seksual. Begitu juga apabila istri mengalami perdarahan ringan, seperti keluarnya flek-flek pada kehamilan trimester pertama, tunda dulu keinginan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1005747324444574255-3100430318067658278?l=danupratamasetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/search/label/sex' title='Gaya bercinta yg aman ketika HAMIL'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/feeds/3100430318067658278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/gaya-bercinta-yg-aman-ketika-hamil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/3100430318067658278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1005747324444574255/posts/default/3100430318067658278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danupratamasetiawan.blogspot.com/2009/07/gaya-bercinta-yg-aman-ketika-hamil.html' title='Gaya bercinta yg aman ketika HAMIL'/><author><name>Hanny Kamalia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02831892900703412057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RUvERO86A_4/SmMI4BeuObI/AAAAAAAAAFk/SqhId9fWl3Y/S220/my+honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1005747324444574255.post-6659425310601811363</id><published>2009-07-19T20:18:00.008+07:00</published><updated>2011-12-28T10:04:42.823+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni 3D'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keramik'/><title type='text'>Keramik Plered</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Disusun oleh:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Irvan Setiawan, S.Sos.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Drs. Tjetjep Rosmana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Dra. Ria Intani T.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Drs. Agus Heryana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Dra. Lina Herlinawati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Diterbitkan oleh: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung&lt;/span&gt; 2006&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;Keramik tak pemah lepas dari bayangan segumpal tanah liat yang plastis dan mudah dibentuk menurut kehendak hati si pembuat. Sifat tanah liat yang sangat menurut itu memberikan potensi pendayagunaan yang sangat luas, mulai dari pembuatan batu bata yang kaku hingga pada benda-benda rumah tangga, seperti piring, mangkok, atau patung¬patung yang sangat bebas bentuknya, bahkan dapat dibuat menjadi benda-benda saniter dan isolator listrik.&lt;br /&gt;Akan tetapi, sifatnya yang penting ini tidak akan bermanfaat banyak bagi manusia bila tidak didukung oleh sifat lain yang sama pentingnya, yaitu kemampuannya untuk berubah sifat menjadi keras dan kedap air bila bereaksi dengan api atau benda panas. Gabungan antara kedua sifat inilah yang menyebabkan keramik tumbuh menjadi suatu seni tersendiri yang unik, dengan aspek-aspek teknis yang sering menjadi bagian yang utuh dalam proses kreatifitas mencipta. Penguasaan aspek-aspek teknis dan estetis inilah yang membuat suatu benda keramik mencapai taraf penghargaan yang demikian tinggi, sehingga pada masa silam pantas menghiasi meja raja-raja dan sekarang dapat terpajang dalam museum-museum seni atau museum keramik khusus.&lt;br /&gt;Indonesia memiliki tradisi keramik bakaran rendah (terracotta) yang sangat kaya dan menarik. Gambaran keramik di Indonesia saat ini memperlihatkan suatu gambaran yang kompleks mengenai beberapa aktivitas pembuatan keramik, yang tampaknya berdiri sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;Pertama, terdapat keramik pedesaan yang masih memakai teknik yang sangat sederhana, yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa akan alat-alat dapur mereka. Aktivitasnya tersebar luas di seluruh Indonesia dan merupakan tradisi yang telah turun temurun dari nenek moyang kita. Di antaranya ada yang mengambil haluan baru walau teknik tetap lama, yaitu membuat benda-benda yang lebih mengarah pada benda hias, seperti di Kasongan, Yogyakarta, Bali. Selain itu, ada industri-industri rumah tangga yang memakai teknik keramik yang sudah lebih maju, yaitu mempergunakan bangunan tungku. Benda-benda yang dihasilkan adalah benda-benda hias untuk keperluan rumah tanggga atau hotel. Misalnya di Plered (Jawa Barat), Palembang (Sumatra Selatan), dan Kiaracondong, Bandung (sudah mengenal glasir).&lt;br /&gt;Kemudian menginjak industri-industri kecil yang sudah jauh berkembang dan merupakan pabrik kecil dengan teknik pembakaran yang cukup tinggi. Misalnya di Malang (Jawa Timur) yang menghasilkan porselin biru putih, Jakarta dan Bali yang menghasilkan keramik bakaran madya untuk rumah tangga, dan sebagainya. Lebih tinggi lagi adalah pabrik-pabrik yang menghasilkan barang-barang dengan cara produk massa, baik peralatan makan maupun bahan bangunan.&lt;br /&gt;Selain itu masih ada lagi suatu kelompok, yaitu para seniman yang tertarik pada ekspresi arstistik dalam media keramik, baik untuk seni murni maupun untuk benda pakai dengan berbagai teknik pembakaran. Masing-masing kelompok di atas tampaknya masih berjalan sendiri-sendiri dan jarang mengadakan kontak satu sama lain. Pada dasarnya masing-masing memiliki titik tolak yang berbeda, baik dalam pemasaran maupun dalam teknik yang dipakainya. Akan tetapi, prinsip keramik semuanya sama, yaitu perpaduan antara elemen-elemen teknis dan estetis.&lt;br /&gt;   Sejak tahun 1904 Plered dikenal sebagai kawasan industri keramik. Ketenaran tersebut tidak hanya dikenal luas oleh masyarakat Jawa Barat saja tetapi juga masyarakat di luar provinsi terutama Jakarta. Saat itu, yang diproduksi hanyalah berupa peralatan rumah tangga. Seperti coet, kendi, wajan, teko,dll. Peningkatan kualitas produksi terjadi tahun 1978. Para perajin mampu mengubah jenis produksi dari peralatan rumah tangga menjadi keramik barang hiasan rumah tangga. Sejak itulah hasil produksi kerajinan Plered mengalami kejayaan. Selain laku dijual di daerahnya sendiri, kini mampu dijadikan komoditas ekspor ke beberapa negara di Amerika Serikat dan Eropa. Industri keramik Plered merupakan salah satu produk unggulan di Indonesia. Hasil Keramik dari Plered ini terbukti mampu mengalahkan tiga daerah penghasil produk keramik seperti Lombok (NTB), Yogyakarta dan Malang Jatim. Ketenaran ini juga ditunjang dengan ruas jalan utama yang menghubungkan antara Bandung – Jakarta, sehingga masyarakat yang hendak ke Bandung atau ke Jakarta pasti akan melewati ruas jalan Plered yang dipenuhi dengan keramik dari berbagai bentuk dan variasi yang unik dan menarik.&lt;br /&gt;   Usaha Keramik di Plered muncul tentu bukan dengan sendirinya. Proses pewarisan dari nenek moyang mereka, etos kerja, dan kandungan tanah liat yang tergolong sangat bagus telah tersedia di wilayah Plered.&lt;br /&gt;   Telah dikenalnya kota Plered sebagai penghasil keramik membuat pesanan dari berbagai daerah semakin meningkat. Proses pembuatan yang dilakukan secara tradisional tentu tidak dapat mengejar omzet yang harus dipenuhi dalam jumlah besar. Oleh karena itu, inovasi dalam bidang proses pembuatan dan pengembangan motif keramik serta asesoris amat diperlukan untuk mengejar omzet tersebut. Adapun inovasi yang banyak terjadi adalah segi kepraktisan yang ditunjang efisiensi kerja dan biaya yang lebih murah dan cepat. Bentukan seperti itu kini mulai berkembang di kalangan pengrajin dan dianggap mampu mengejar omzet dan daya saing dengan penghasil keramik dari daerah lain.&lt;br /&gt;   Kendala belum ditemukan inovasi yang tepat guna yang dilakukan saat ini, lambat laun peralatan dan sistem teknologi tradisional pembuatan keramik yang telah dipergunakan sejak lama mulai ditinggalkan. Dalam situasi persaingan dagang dengan produk serupa lainnya, baik keramik, ataupun komoditi lain, kasus seperti ini memang telah biasa. Walaupun demikian, alangkah sangat disayangkan apabila teknologi tradisional pembuatan keramik yang selama ini dipakai masyarakat Plered ditinggalkan begitu saja tanpa ada upaya pelestarian. Dan, hal inipun pernah disampaikan oleh Bupati Purwakarta Drs. H. Lili Hambali Hasan kepada “PR” (Pikiran Rakyat, Sabtu, 23 Agustus 2003). Beliau mengatakan bahwa “Kota Plered yang telah dikenal luas sebagai sentra Keramik dan Kota Santri harus jadi pelopor keberhasilan membangun sumber daya manusia”. Selain itu, sesuai dengan komitmennya antara bupati dan wakil bupati, Pemda Purwakarta telah membentuk empat core business, yaitu memaksimalkan produk pertanian, pengembangan industri, jasa, dan pariwisata untuk mensejahterakan masyarakat Purwakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Permasalahan&lt;br /&gt;   Hal yang berbau tradisional secara umum dipandang sebagai suatu benda atau perkataan yang dianggap “kolot” dan tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Pandangan umum ini memang sebagian benar karena bagian dari budaya sekarang menuntut adanya perubahan dari suatu budaya terdahulu agar sesuai dengan prinsip keharmonisan hubungan sosial dan kepraktisan kerja. Walaupun demikian, pada sisi lain, hal yang berbau tradisional pada kelompok masyarakat tertentu dianggap sebagai suatu bentukan yang unik dan patut dijaga kelestariannya. Pandangan yang ada tentunya tertuju pada produk materi dari sebuah kebudayaan atau tradisi. Demikian juga halnya dengan kelangsungan teknologi tradisional pembuatan keramik Plered. Sebagian masyarakat menghendaki keramik yang dibelinya merupakan jenis keramik yang dibuat bernuansa tradisional dan estetis. Hasilnya tentu akan sangat berbeda dengan keramik yang dibuat bernuansa penuh dengan gaya modern (kebarat-baratan). Oleh karena itu,  fokus penelitian ini adalah pada masalah tentang bagaimana ciri dan nuansa ketradisionalan yang digunakan untuk membuat keramik Plered. Selain itu, fokus lainnya adalah proses pembuatan keramik Plered saat ini mulai dari bahan mentah hingga menjadi bentuk jadi; Sistem upah dan penjualan yang berperan penting dalam kelangsungan karya dan kehidupan pengrajin keramik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C. Kerangka Pemikiran&lt;br /&gt;Teknologi adalah jumlah keseluruhan dari teknik-teknik yang dimiliki oleh anggota suatu masyarakat, yaitu keseluruhan dari cara bertindak dan berbuat dalam hubungannya dengan pengumpulan bahan-bahan mentah dari lingkungannya dan memprosesnya menjadi alat-alat kerja, alat untuk menyimpan, makanan, pakaian, perumahan, alat-alat transportasi, dan kebutuhan lain yang berupa materiil. Adapun yang dimaksud dengan sistem teknologi tradisional adalah peralatan serta cara-cara mempergunakan peralatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari yang bersifat masih sederhana dan diwariskan secara turun menurun.&lt;br /&gt;Istilah keramik diambil dari bahasa Belanda yang ber¬arti barang-barang tembikar, seperti porselen dan lain-lain. Dalam Ensiklopedi Umum diterangkan bahwa keramik ialah semua benda yang dibuat dari tanah liat yang terutama terdiri dari silikat. Tembikar ialah "semua barang dari tanah liat yang dibakar, mulai dari yang kasar, tidak mengkilap, dengan hiasan sederhana, yang mengkilat dan besar, serta barang-barang batu seperti porselen dan barang-barang halus"'. Barang-barang tembikar banyak sekali yang bernilai tinggi dan mempunyai corak tertentu sesuai dengan negeri asal¬nya, seperti tembikar Koln dari Jerman, tembikar Delf dari negeri Belanda, tembikar Kopenhagen, tembikar Cina, dan lain-¬lain. Tembikar-tembikar ini sekarang lebih populer dengan sebutan barang antik.&lt;br /&gt;Berdasarkan pengertian di atas, seorang pengusaha ke¬ramik di Plered memberi definisi sebagai berikut: Keramik berarti segala barang, selain logam, yang dibuat dengan jalan dibakar. Dengan pengertian ini maka barang-barang seperti piring, gelas, porselen, genting, kendi, dan lain-lainnya ter¬masuk keramik. Alat bakarnya bisa dengan menggunakan kayu bakar, minyak tanah, gas, atau listrik.&lt;br /&gt;Keramik Plered merupakan salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat Kabupaten Purwakarta. Kerajinan Tradisional menurut Darminto (dalam Herayati dkk, 1987: 2) memiliki kekhasan yakni mengandung nilai-nilai estetik. Oleh karena itu, sebagian besar benda-benda kerajinan tradisional lebih cenderung dikatagorikan sebagai seni kriya. Adapun seni kriya adalah hasil karya yang bersifat terapan, artinya diciptakan dengan kesadaran dan rasa keindahan dan dikerjakan oleh perorangan dengan telaten untuk dipakai atau dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Astana dkk (www.ipteknet.go.id, 27 Januari 2006) mengatakan bahwa keramik adalah semua benda-benda yang terbuat dari tanah liat/lempung yang mengalami suatu proses pengerasan dengan pembakaran suhu tinggi. Pengertian keramik yang lebih luas dan umum adalah "bahan yang dibakar tinggi" termasuk di dalamnya semen, gips, metal dan lainnya. Jenis badan keramik menurut kepadatan terdiri dari beberapa macam, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;1.    Gerabah (Earthenware), dibuat dari semua jenis bahan tanah liat yang plastis dan mudah dibentuk dan dibakar pada suhu maksimum 1000°C. Keramik jenis ini struktur dan teksturnya sangat rapuh, kasar, dan masih berpori. Agar kedap air, gerabah kasar harus dilapisi glasir, semen atau bahan pelapis lainnya. Gerabah termasuk keramik berkualitas rendah apabila dibandingkan dengan keramik batu (stoneware) atau porselin. Bata, genteng, paso, pot, anglo, kendi, gentong dan sebagainya termasuk keramik jenis gerabah. Genteng telah banyak dibuat berglasir dengan warna yang menarik sehingga menambah kekuatannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;2.    Keramik Batu (Stoneware), dibuat dari bahan lempung plastis yang dicampur dengan bahan tahan api sehingga dapat dibakar pada suhu tinggi (1200°-1300°C). Keramik jenis ini mempunyai struktur dan tekstur halus dan kokoh, kuat dan berat seperti batu. Keramik jenis ini termasuk kualitas golongan menengah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;3.    Porselin (Porcelain), adalah jenis keramik bakaran suhu tinggi yang dibuat dari bahan lempung murni yang tahan api, seperti kaolin, alumina dan silika. Oleh karena badan porselin jenis ini berwarna putih bahkan bisa tembus cahaya, maka sering disebut keramik putih. Pada umumnya, porselin dipijar sampai suhu 1350°C atau 1400°C, bahkan ada yang lebih tinggi lagi hingga mencapai 1500°C. Porselin yang tampaknya tipis dan rapuh sebenarnya mempunyai kekuatan karena struktur dan teksturnya rapat serta keras seperti gelas. Oleh karena keramik ini dibakar pada suhu tinggi maka dalam bodi porselin terjadi penggelasan atau vitrifikasi. Secara teknis keramik jenis ini mempunyai kualitas tinggi dan bagus, di samping mempunyai daya tarik tersendiri karena keindahan dan kelembutan khas porselin. Juga bahannya sangat peka dan cemerlang terhadap warna-warna glasir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;4.    Keramik Baru (New Ceramic), adalah keramik yang secara teknis diproses untuk keperluan teknologi tinggi seperti peralatan mobil, listrik, konstruksi, komputer, cerobong pesawat, kristal optik, keramik metal, keramik multi lapis, keramik multi fungsi, komposit keramik, silikon, biokeramik, dan keramik magnit. Sifat khas dari material keramik jenis ini disesuaikan dengan keperluan yang bersifat teknis seperti tahan benturan, tahan gesek, tahan panas, tahan karat, tahan suhu kejut seperti isolator, bahan pelapis, dan komponen teknis lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Astana menambahkan bahwa badan keramik adalah bagian utama dalam pembuatan keramik dan bahan utamanya biasa disebut dengan bahan mentah keramik. Ada dua macam bahan keramik, yaitu bahan mentah keramik alam dan bahan keramik buatan. Contoh bahan mentah keramik alam seperti kaolin, lempung, felspar, kuarsa, pyrophillit dan sebagainya. Sementara itu, contoh bahan keramik buatan di antaranya mullit, SiC, Borida, Nitrida, dan H3BO3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Tujuan&lt;br /&gt;   Kondisi kekinian yang menuntut serba cepat ternyata tidak dapat memenuhi seluruh selera dan keinginan masyarakat. Hal yang berbau tradisional pada beberapa kelompok masyarakat masih menjadi menu utama yang terus menuntut untuk segera terpenuhi. Tujuan penelitian ini adalah deskripsi tentang sistem teknologi tradisional pembuatan keramik yang dilakukan warga di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Manfaat penelitian ini adalah menambah referensi dan pengetahuan bagi masyarakat yang ingin mengenal bagaimana cara dan alat tradisional yang dipergunakan untuk membuat keramik. Selain hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu bahan masukan bagi pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta untuk mengembangkan potensi masyarakat dalam membuat keramik secara tradisional mengingat pangsa pasar bagi kalangan tertentu amat diminati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Ruang Lingkup&lt;br /&gt;Penelitian ini mencoba untuk melihat sejarah singkat asal usul keramik Plered, proses pembuatan keramik yang di dalamnya akan dibahas di antaranya tentang proses pemilihan bahan mentah, ragam peralatan yang digunakan, motif dan bentuk keramik, dan proses pembuatan. Selain itu juga akan dipaparkan ritual yang (mungkin) mengingat sendi kehidupan budaya dan agama di Plered masih tergolong kental. Pada bagian akhir akan dipaparkan proses pemasaran yang menjadi inti kelangsungan dan kelestarian usaha keramik Plered.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Lokasi Penelitian&lt;br /&gt;   Plered dan keramik adalah sebuah ciri yang telah lekat. Ada beberapa wilayah di Kecamatan Plered yang menjadi sentra pengrajin keramik. Sementara itu, faktor pendukung dalam proses hilir dan hulu mencakup semua wilayah di Kecamatan Plered. Oleh karena itu, Untuk mendapatkan data yang lengkap, penelitian ini memilih wilayah yang menjadi sentra pengrajin keramik yaitu desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Metode Penelitian&lt;br /&gt;1. Metode dan Analisa Data&lt;br /&gt;   Penelitian menggunakan metode deskriptif, yaitu menggambarkan kegiatan pengrajin dalam proses pembuatan sejak mulai awal produksi hingga proses penjualan. Dengan metode ini diharapkan permasalahan yang ada dapat dilihat dan diungkapkan apa adanya, berdasarkan sudut pandang para pelaku. Analisa data yang telah terkumpul dilakukan secara kualitatif. Meskipun demikian, data kuantitatif tetap ada dalam penelitian ini tetapi prosentasenya relatif sedikit. Tujuan penerapan data kuantitatif ini adalah untuk mendukung analisa kualitatif. Sudjatmiko (1998: 1) mengatakan bahwa data kualitatif harus memperhatikan akurasi dan presisi data sehingga dapat diperoleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan terhadap obyek penelitian. Hidayat (2000: 8) menambahkan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap data kualitatif amat diperlukan karena bersifat non struktur, dan bahkan pada beberapa konsep penelitian yang ada belum dapat dijabarkan dan dipilah secara tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengumpulan Data&lt;br /&gt;   Data yang hendak dikumpulkan meliputi dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Data sekunder akan dicari dalam bentuk dokumen yang terbagi dalam 3 jenis yaitu dokumen formal, non  formal, dan pribadi. Data primer, baik berbentuk data kualitatif ataupun kuantitatif dicari dengan menggunakan observasi berkerangka yang dilanjutkan dengan melakukan intervieuw kepada responden/informan.&lt;br /&gt;   Ketiga proses di atas yaitu observasi berkerangka, intervieuw dan pencarian dokumen (formal, non formal, pribadi) tentu memerlukan instrumen penelitian. Bentuk instrumen penelitian tersebut adalah pedoman wawancara yang amat berguna untuk mengarahkan dan memprioritaskan pencarian data yang sangat penting. Selain pedoman wawancara, alat lain yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah tape recorder. Data yang telah terkumpul akan dipilah melalui proses editing yaitu pemilahan jawaban responden antara yang akurat dan tidak akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemilihan Responden dan Informan&lt;br /&gt;   Mengingat data identitas penduduk yang ada di lokasi penelitian bersifat dinamis dan selalu berganti, sangat sulit menentukan responden secara random sampling. Berdasarkan hal tersebut, pemilihan responden pada penelitian ini lebih mengarah pada pencarian yang bersifat non random sampling dengan menempatkan pilihan pada jenis purposive random sampling yang diikuti dengan teknik snow ball sampling agar kelangsungan proses pencarian dan akurasi data dapat tetap terjaga. Selain responden, pencarian data juga dilakukan pada key informan yaitu individu yang memiliki pengetahuan mendalam tentang liku-liku proses pembuatan keramik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;A. Letak dan Keadaan Alam&lt;br /&gt;Kecamatan Plered terletak 15 Km sebelah barat daya kota Purwakarta. Secara administratif kecamatan Plered dengan wilayah seluas 2.966,4527 Ha terbagi menjadi 16 Desa, 42 dusun, 242 RT, dan 86 RW. Keseluruhan desa di Kecamatan Plered menurut klasifikasi yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Purwakarta tahun 2002 dimasukan ke dalam desa swakarya. Dengan kata lain, terdapat kreatifitas kekaryaan yang cukup menonjol dan timbul dari kalangan masyarakat sendiri. Di antara desa tersebut terdapat Desa Anjun.  Desa Anjun terdiri dari 4 kampung, yaitu kampung Anjun, Gunung Cupu, Lio, dan Cidadap. Kabupaten Purwakarta merupakan bagian wilayah Propinsi Jawa Barat yang terletak diantara 107030’-107040’ BT dan 6025’-6045’ dengan luas wilayah 97.172 Ha atau 971,72 Km2. Berkisar 2,81% dari luas Propinsi Jawa Barat&lt;br /&gt;Desa Anjun dapat dicapai melalui jalan darat yang cukup baik dan desa ini merupakan pintu gerbang kota kecamatan, baik dari Bandung yang langsung ke desa Anjun maupun dari Purwakarta dan Jakarta. Biasanya orang-orang yang datang, atau pergi, ke desa atau ke luar desa ini menggunakan kenda¬raan colt mini, Sedangkan angkutan barang dari desa ke luar desa, khususnya angkutan barang-barang kerajinan tangan yang akan dijual di luar desa, selain menggunakan colt atau truk juga dapat menggunakan kereta api barang yang berhenti di stasiun kereta api Plered. Angkutan lokal (dalam kota Plered), baik untuk barang-barang maupun manusia, biasa menggunakan becak dan gelebeg (sejenis gerobak yang ditarik kuda).&lt;br /&gt;Luas desa Anjun sekitar 138,870 ha. Dilihat dari peng¬gunaan tanahnya, sebagian besar terdiri dari kawasan pertani¬an (palawija), sawah, dan tempat pemukiman penduduk. Se¬cara terperinci penggunaan tanah di desa Anjun dapat diper¬inci sebagai berikut: perumahan seluas 37,350 ha, sawah 12 ha, kuburan 1 ha, tegalan 54,750 ha (digunakan tempat pangangon¬an dan palawija), tanah titisara 3,540 ha, wakaf 1 ha, kolam 3,500 ha, tanah yang beium dimanfaatkan sekitar 11 ha dan lain-lain 26,560 ha.&lt;br /&gt;Keadaan cuaca di desa Anjun termasuk iklim tropis ber¬kisar antara 26 - 30 derajat Celcius dengan ketinggian sekitar 256,91 meter dari permukaan laut. Sepanjang jalan desa Anjun, yang merupakan pintu gerbang menuju kota kecamatan, sudah dipadati rumah penduduk, yang banyak di antara itu digunakan untuk menjual barang-barang kerajinan rakyat, setempat. Meskipun rumah-rumah itu terletak. kurang ber¬aturan tetapi cukup menarik untuk digunakan sebagai salah satu turist resort dalam program inter city tour di daerah Jawa Barat. Agak ke dalam dari jalan raya tersebar perumahan penduduk yang semuanya menjadi tempat para pengrajin keramik Plered.&lt;br /&gt;   Batas-batas wilayah desa Anjun adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;•    Sebelah utara dibatasi desa Liunggunung,&lt;br /&gt;•    sebelah selatan desa Plered,&lt;br /&gt;•    sebelah barat berbatasan dengan desa Liunggunung dan desa Plered,&lt;br /&gt;•    sebelah timur dibatasi oleh Desa Cianting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kependudukan&lt;br /&gt;1. Jumlah Penduduk&lt;br /&gt;Menurut monografi desa Anjun pada tahun 1984, pen¬duduk desa berjumlah sekitar 2.532 orang yang terdiri atas penduduk keturunan asli 2.527 orang yang terdiri dari 1.069 orang laki-laki dan 1.458 orang perempuan. Jumlah penduduk dewasa ada sekitar 522 orang laki-laki dan 713 perempuan, sedangkan jumlah anak-anak ada sekitar 547 orang laki-laki dan 745 perempuan.&lt;br /&gt;Jumlah penduduk keturunan asing tidak banyak di desa itu, ada sekitar 5 orang yang terdiri dari 4 orang keturunan Arab dan seorang laki-laki keturunan Cina. Keturunan Arab terdiri dari seorang laki laki dan 3 orang perempuan.&lt;br /&gt;Penyebaran penduduk untuk tiap kampung tidak me¬rata. Jumlah penduduk per kampung adalah sebagai berikut: Penduduk kampung Anjun ada sekitar 815 jiwa, kampung Gunung Cupu sekitar 665 jiwa, kampung Lio sekitar 447 jiwa, dan penduduk Kampung Cidadap sekitar 600 jiwa.&lt;br /&gt;Pada tahun 2003 jumlah penduduk di Kecamatan Plered bertambah – termasuk desa Anjun - seiring dengan meningkat sehingga memiliki angka kepadatan penduduk 496 jiwa/km2. Peningkatan tersebut disebabkan kenaikan jumlah angka kelahiran, tingkat kesehatan yang semakin baik, dan  arus migrasi.&lt;br /&gt;Saat ini jumlah sarana kesehatan di Kecamatan Plered dapat digolongkan kurang memadai. Hal ini terlihat dari belum didirikannya rumah sakit umum. Sementara untuk sarana pelayanan kesehatan masyarakat masih dilakukan pada rumah sakit bersalin (1 buah), puskesmas pembantu (4 buah), posyandu (67 buah), balai pengobatan (5 buah), BKIA (1 buah), apotik (1 buah), dokter praktek swasta (5 orang), dokter umum (1 orang), dan bidan (9 orang).&lt;br /&gt;Secara keseluruhan pada tahun 2003, jumlah penduduk kecamatan Plered menempati urutan ke-5 dari 17 kecamatan di Purwakarta. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TABEL 1&lt;br /&gt;Jumlah Penduduk Purwakarta Tahun 2003&lt;br /&gt;No    Kecamatan    Jumlah&lt;br /&gt;       Desa/Kel    L    P    L+P&lt;br /&gt;1    2    3    4    5    6&lt;br /&gt;1    Jatiluhur    10    26,701    27,459    54,160&lt;br /&gt;2    Sukasari    5    6,929    6,878    13,807&lt;br /&gt;3    Maniis    8    14,007    13,706    27,713&lt;br /&gt;4    Tegalwaru    13    21,605    20,776    42,381&lt;br /&gt;5    Plered    16    32,338    32,834    65,172&lt;br /&gt;6    Sukatani    14    29,617    29,146    58,763&lt;br /&gt;7    Darangdan    15    27,477    27,572    55,049&lt;br /&gt;8    Bojong    14    21,119    20,869    41,988&lt;br /&gt;9    Wanayasa    15    18,024    17,869    35,893&lt;br /&gt;10    Kiarapedes    10    12,381    11,554    23,935&lt;br /&gt;11    Pasawahan    12    18,221    18,525    36,746&lt;br /&gt;12    Pondoksalam    11    12,754    12,806    25,560&lt;br /&gt;13    Purwakarta    10    68,429    6,899    75,328&lt;br /&gt;14    Babakan Cikao    9    18,722    18,515    37,237&lt;br /&gt;15    Campaka    10    16,503    16,128    32,631&lt;br /&gt;16    Cibatu    10    12,809    12,119    24,928&lt;br /&gt;17    Bungursari    10    18,733    19,476    38,209&lt;br /&gt;Jumlah    192    376,369    313,131    689,500&lt;br /&gt;Sumber : Badan Kependudukan, Catatan Sipil dan KB Kab. Purwakarta tahun 2004.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa penduduk yang menempati 16 Desa pada kecamatan Plered pada tahun 2003 berjumlah 65,172 yang terdiri dari 32,338 jumlah penduduk laki-laki dan 32,834 perempuan.&lt;br /&gt;   Jumlah penduduk kecamatan Plered tersebut tersebar tidak merata di setiap desa Berikut perumahan yang ada. Hal tersebut tampak pada tabel 2 di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TABEL 2&lt;br /&gt;Jumlah KK per desa dan Rumah Tinggal di Kecamatan Plered Tahun 2003&lt;br /&gt;No    Desa/Kelurahan    Jumlah Keluarga    Jumlah Bangunan Rumah&lt;br /&gt;1.        Rawasari    640    600&lt;br /&gt;2.        Gandasoli    750    715&lt;br /&gt;3.        Gandamekar    657    539&lt;br /&gt;4.        Cibogohilir    1,226    1,227&lt;br /&gt;5.        Palinggihan    953    934&lt;br /&gt;6.        Babakansari    522    508&lt;br /&gt;7.        Plered    1,013    851&lt;br /&gt;8.        Sindangsari    978    818&lt;br /&gt;9.        Citeko    922    728&lt;br /&gt;10.        Citeko Kaler    683    607&lt;br /&gt;11.        Linggarsari    876    742&lt;br /&gt;12.        Pamoyanan    1,119    1,246&lt;br /&gt;13.        Liunggunung    1,237    1,023&lt;br /&gt;14.        Anjun    944    780&lt;br /&gt;15.        Cibogogirang    1,314    1,004&lt;br /&gt;16.        Sempur    1,151    1,090&lt;br /&gt;Jumlah    14,985&lt;br /&gt;13,412&lt;br /&gt;Sumber : Badan Kependudukan, Catatan Sipil dan KB tahun 2004.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terlihat pada tabel 2 di atas desa yang memiliki jumlah keluarga terbanyak adalah Desa Cibogogirang yaitu 1,314 keluarga. Mereka menempati 1,004 rumah. Dengan kata lain bahwa setiap rumah dihuni dihuni paling sedikit 2 keluarga.&lt;br /&gt;2. Kependidikan&lt;br /&gt;Lingkungan pendidikan formal memang menjadi minat siswa dan siswi di Kecamatan Plered. Hal ini diantisipasi pemda Plered dengan membangun sejumlah bangunan mulai tingkat TK hingga SLTA untuk menampung minat belajar siswa. Sebagai tenaga pengajar setidaknya telah tercantum sejumlah   guru yang mengisi 4 jenjang kependidikan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3 di bawah ini.&lt;br /&gt;TABEL 3&lt;br /&gt;Jumlah Bangunan Sekolah, Siswa  di Kecamatan Plered Tahun 2003&lt;br /&gt;No    Jenis Bangunan    Jumlah Bangunan    Jumlah Murid    Jumlah Guru&lt;br /&gt;1.        TK    4    152    7&lt;br /&gt;2.        SD    37    8.988    262&lt;br /&gt;3.        SLTP    4    2.934    118&lt;br /&gt;4.        SLTA    2    720    54&lt;br /&gt;Jumlah      47&lt;br /&gt;884&lt;br /&gt;441&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta tahun 2004.&lt;br /&gt;   Kenaikan jenjang pendidikan mulai jenjang SD hingga PT mengalami grafik penurunan. Hal ini terlihat dari angka minat siswa SD untuk meneruskan ke jenjang SLTP cukup lumayan, yaitu 45%. Prosentase tersebut menurun pada minat untuk meneruskan ke jenjang SLTA yaitu 30%. Dan terakhir adalah minat untuk ke jenjang PT hanya sebesar 15%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keagamaan&lt;br /&gt;   Sebagian besar dari warga Kecamatan Plered adalah beragama Islam. Komposisi penganut agama dalam prosentase adalah Islam sebanyak 59.713 orang (98,96%), Kristen 39 orang (0,98%), dan Budha 1 orang (0,06%). Ketaatan umat Islam di Kecamatan Plered dalam melakukan perintah ajaran agama Islam relatif masih kental. Hal ini terlihat dari sepinya para lelaki dewasa di pusat keramaian, sekolah dan kantor-kantor saat jumat siang karena semua pergi ke Mesjid untuk melaksanakan shalat Jumat. Selain itu, meski tidak sesepi saat shalat Jumat, kumandang azan untuk segera melaksanakan shalat lima waktu disertai dengan gerak langkah kaki mereka untuk melaksanakan shalat berjamaah di mesjid dan surau-surau kampung. Sarana peribadatan umat Islam di Kecamatan Plered cukup banyak. Terdapat tidak kurang dari 75 mesjid dan 188 mushalla untuk menampung jamaah.&lt;br /&gt;   Wiridan bersama untuk keselamatan seluruh warga kampung, adanya pendidikan membaca Al Quran di mesjid dan di surau-surau baik untuk orang dewasa maupun anak-anak, pendidikan agama melalui berbagai ceramah oleh para ulama setempat ataupun dari luar desa yang diundang ke desa Anjun.&lt;br /&gt;   Ketaatan dalam beribadah disertai dengan pola pendidikan agama yang masih cukup kental di desa Anjun dilatarbelakangi oleh keberadaan tokoh penyebar agama Islam yang sudah sangat dikenal yaitu Ajengan Sempur atau Mama Sempur. Mama Sempur adalah seorang tokoh agama Islam yang disegani dan terkemuka. Hingga saat ini banyak pengunjung baik dari daerah Plered maupun dari luar daerah yang berziarah ke makam tersebut. Letak makam Mama Sempur adalah di desa Sempur-Plered, 14 km dari kota Purwakarta, yang otomatis berdekatan dengan desa Anjun sehingga nuansa keislaman yang mengalir dari desa Sempur juga dirasakan oleh penduduk desa Anjun. Hingga saat ini tidak jarang masyarakat desa Anjun melaksanakan ziarah ke makam Keramat Sempur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mata Pencaharian Penduduk&lt;br /&gt;Kebijakan Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang menitik beratkan kepada 3 Basic Core yaitu Pendidikan, Agama, dan Kesehatan dengan kebijakan khusus pada sektor ekonomi melalui 4 Core Business yaitu terdiri dari Agribisnis, Industri, Jasa dan perdagangan serta pariwisata akan memperoleh suatu ksempatan yang baik dalam mengembangkan aspek tersebut. Dari ke empat core bisnis tersebut diatas, di antaranya adalah mengenai industri dan perdagangan. Kebijakan ini lebih menekankan terhadap pengembangan industri kecil yang memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Pengembangan sentra industri keramik Plered ini merupakan salah satu langkah kebijakan yang ditempuh. Hal ini cukup beralasan karena industri kerajinan keramik hias ini merupakan primadonanya sentra Industri kerajinan rakyat di Purwakarta dan juga sebagai penghasil komoditi ekspor yang sangat potensial, sehingga dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Purwakarta khususnya, maupun untuk kepentingan devisa negara. Saat ini jumlah perajin keramik hias di Plered tercatat sebanyak 30 orang.&lt;br /&gt;Selain sebagai pengrajin, penduduk di Kecamatan Plered juga berprofesi sebagai petani yang menggarap wilayah persawahan seluas 1.197 ha. Mereka (petani) menggarap dan mengairi lahan persawahannya dengan menggunakan 5 cara seperti terlihat pada tabel 4 di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TABEL 4&lt;br /&gt;Jenis Pengairan lahan Persawahan Berdasarkan Luas (ha)&lt;br /&gt;di Kecamatan Plered&lt;br /&gt;No    Jenis Pengairan    Jumlah Masa Tanam Pertahun&lt;br /&gt;       &amp;gt;= 2 X Setahun    1 Kali Setahun&lt;br /&gt;1.        Irigasi Teknis    235    0&lt;br /&gt;2.        Irigasi Setengah Teknis    315    0&lt;br /&gt;3.        Irigasi Sederhana    188    0&lt;br /&gt;4.        Irigasi Non PU    108    0&lt;br /&gt;5.        Tadah Hujan    0    351&lt;br /&gt;Jumlah     846&lt;br /&gt;351&lt;br /&gt;Sumber: Dinas Pertanian TP dan Perkebunan Purwakarta Tahun 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat pada tabel 4 di atas bahwa jumlah lahan persawahan yang menggunakan irigasi lebih luas (846 ha) dibandingkan dengan tadah hujan       (351 ha). Penghasilan petani irigasi pada akhirnya meningkat mengingat lahan sawah mereka ditanami padi setidaknya 2 kali dalam setahun, sementara sawah tadah hujan - sesuai dengan karakter musim hujan di Indonesia – hanya mengais panen sekali dalam setahun.&lt;br /&gt;Pertanian merupakan sektor yang cukup diminati penduduk Plered dan meraih prosentase terbesar yakni 44,64 %. Berdasarkan prosentase, jenis pekerjaan lainnya yang diminati adalah sektor jasa dan perdagangan (14,32%), sektor industri (12,41%), dan sektor lain-lain 28,63%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Transportasi&lt;br /&gt;   Transportasi merupakan sarana penunjang yang sangat penting dalam mobilitas penduduk desa Anjun untuk mencapai suatu tujuan dengan berbagai macam keperluan. Kaitannya dengan usaha kerajinan keramik adalah sangat jelas karena transportasi mendukung kelancaran pengiriman bahan baku, dan bahan jadi yang siap dikirim ke luar daerah. Jenis transportasi yang biasa digunakan adalah kendaraan bak terbuka untuk jenis keramik dengan kualitas sedang, sedangkan untuk kualitas ekspor biasanya dimasukkan terlebih dahulu ke dalam kotak dan ditaruh dalam truk bak tertutup (box) agar proses pengiriman tidak mengalami gangguan kerusakan pada barang (keramik) kiriman. Biasanya untuk pengiriman dengan menggunakan kendaraan bak tertutup ditujukan kepada pengirim dari luar daerah, bahkan luar negeri. Mereka sangat menjaga keutuhan barang kiriman tersebut.&lt;br /&gt;   Selain transportasi barang, jenis transportasi yang sangat banyak digunakan adalah untuk mengangkut penumpang. Terdapat berbagai jenis transportasi di antaranya ojeg, becak, colt, angdes (angkutan pedesaan), elf, dan bus. Seluruh jenis transportasi tersebut berjumlah sangat banyak dan cenderung tidak memperhatikan kualitas kondisi jalan dan penumpang. Hal ini dapat dilihat  dari kepadatan dan kemacetan lalu lintas di ibukota kecamatan Plered yang terjadi pada hampir setiap waktu.&lt;br /&gt;   Jenis angkutan tradisional yang masih bertahan hingga sekarang adalah delman. Angkutan tersebut hingga saat ini masih kerap digunakan masyarakat yang hendak bepergian dengan rute yang tidak begitu jauh.&lt;br /&gt;   Pusat pelayanan komunikasi di desa Anjun masih mengandalkan pada ibukota kecamatan Plered. Terlihat dari segi jumlah kantor pos yang ada di kecamatan Plered saat ini hanya 1 buah sedangkan kantor pos cabang pembantu belum ada. Sementara itu, Kantor telekomunikasi juga hanya 1 buah. Walaupun demikian, telah ada sedikitnya 10 wartel yang mendukung kantor telkom dalam membantu melayani masyarakat. Kehadiran wartel dengan jumlah tersebut dapat saja disebabkan maraknya kehadiran hand phone (telepon genggam) sehingga usaha wartel dirasa kurang diminati masyarakat desa Anjun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;BAB III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;KERAMIK PLERED&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;A. Sejarah Singkat  Asal Mula  Pembuatan  Keramik Plered&lt;br /&gt;Plered dan keramik merupakan dua hal yang saling mengingatkan. Artinya, apabila orang mengucap kata Plered maka akan teringat bahwa daerah tersebut terkenal dengan keramik, begitu juga sebaliknya. Hal tersebut menjadi satu pertanyaan besar tentang bagaimana proses dan asal mula masyarakat mengenal keramik dan cara pembuatannya, dan pemilihan Plered sebagai sentra pengrajin keramik di purwakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Plered&lt;br /&gt;Wilayah Plered  sudah menjadi salah satu wilayah hunian manusia sejak jaman Neolitikum. Pada jaman tersebut, penduduk telah berdatangan di daerah Cirata menyusuri sungai Citarum. Dari hasil penggalian di daerah Cirata ditemukan peninggalan dari batu, kapak persegi, dan alat untuk menumbuk dan alu dari batu. Hal tersebut menunjukkan bahwa penduduk daerah tersebut memilki kegiatan bertani, berhuma di ladang, menanam padi dan berburu, di daerah Cirata, juga diketemukan belanga dan periuk dari tanah, yang pembuatannya sangat sederhana. Di daerah Cirata telah ada panjunan (anjun), tempat membuat barang-barang dari tanah liat yang disebut gerabah. Sedangkan di daerah Plered telah terdapat kelompok manusia atau penduduk di daerah Panjunan / Anjun, Plered, Nanggorak, Citalang, Gandasoli, dan Cirata. Di daerah Panjunan / Anjun, penduduknya sudah membuat gerabah dan tanah liatnya diambil dari Citalang dan Citeko.&lt;br /&gt;Cerita mengenai asal usul nama Plered terdapat 2 (dua) versi. Versi pertama, berasal dari masa tanam paksa di jaman penjajahan Belanda, Diamana Plered – Cianting – Bunder – Selaeurih – Kembangkuning menuju Cikao Bandung. Dari Cikao Bandung kemudian iangkut memakai rakit sepanjang Sungai Citarum menuju Curug, Karawang. Dari Karawang diteruskan ke Tanjung Priok. Pengangkutan kopi tersebut ada juga yang melalui Pelabuhan Cirata. Pada masa tersebut, Jalan Raya Purwakarta – Cikampek – Kosambi masih belum ada dan baru dibangun setelah adanya jalan kereta api pada tahun 1905. Pedati pengangkut kopi tersebut dibuat dipapan kayu. Rodanya pun dari papan dan tidak memakai jari-jari, ditarik kerbau, sehingga kuat sekali kalau melalui jalan lumpur. Pedati kecil tersebut disbut pelered. Karena sekitar daerah Plered sekarang banyak sekali pelered untuk mengankut kopi, bamboo, kayu, tanah liat dan lain-lain, maka tempat itu dinamakan Pelered dan berkembang menjadi Plered.&lt;br /&gt;Versi kedua,   berasal dari masa setelah serangan Mataram ke Batavia (Jayakarta atau Jakarta). Pada tahun 1628 dan 1629, tentara Kerajaan Mataram menyerbu Batavia untuk mengusir VOC dari Batavia. Ada yang  melalui laut dari semarang- Cirebon –Batavia, dan ada pula yang melalui darat dari Jogyakarta – Purwokerto – Semarang – Cirebon – Indramayu – Pamanukan – Cikampek - Karawang - Batavia.  Karena kekurangan senjata  dan  bahan makanan, maka kedua serangan tersebut gagal. Tentara Mataram mengundurkan diri, tetapi mereka tidak mau pulang ke tempat asal. Sebagian ada yang menuju selatan, dan sampailah di daerah Panjunan (Anjun atau tempat membuat gerabah). Di antara rombongan tersebut, ada orang-orang yang berasal dari Plered Yogyakarta, yang dulunya sebelum menjadi prajurit bekerja sebagai tukang gerabah. Di Plered Yogyakarta juga terkenal tempat membuat gerabah atau keramik yang bagus. Menetaplah mereka di daerah Panjunan dan bekerja menjadim tukang gerabah sesuai dengan profesi semula, tetapi ada juga yang beralih menjadi petani. Untuk mengenang tempat kelahirannya, mereka kemudian memberikan  nama Plered kepada tempat kediaman mereka yang baru. Tentara Mataram selebihnya yang berasal Kroya Purwokerto, terus menuju selatan dan memberikan nama Kroya di daearah warung Jeruk, tempat kediaman mereka yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Desa Anjun&lt;br /&gt;Desa Anjun, yang berada di Kecamatan Plered dan terletak sekitar 15 km dari Kota Purwakarta, masyarakatnya selain dikenal sebagai masyarakat petani sawah, juga dikenal sebagai pengrajin barang-barang kerajinan alat rumah tangga yang dibuat dari tanah liat (keramik). Anjun sendiri dalam Kamus Umum Basa Sunda berarti tukang nyieun barang garabah `tukang membuat barang gerabah'. Panjunan berarti tempat membuat barang-barang gerabah. Akan halnya menurut masyarakat Desa Anjun, Kecamatan Plered sendiri, anjun berarti barang-barang yang dibuat dari tanah.&lt;br /&gt;Menurut Kamus Umum Basa Sunda 3, anjun berarti tukang nyieun barang gagarabah (tukang membuat barang gerabah). Panjunan berarti tempat membuat barang-barang gerabah. Pengertian ini agak berbeda dengan pengertian yang terdapat di masyarakat desa Anjun, kecamatan Plered. Menurut me¬reka anjun berarti barang-barang yang dibuat dari tanah; ngan¬jun berarti membuat barang-barang dari tanah. Berdasarkan pengertian ini tidak heran bila di Jawa Barat terdapat bebe¬rapa tempat yang bernama panjunan atau anjun dengan mata pencaharian utama penduduknya membuat keramik, setidaknya telah dilakukan semenjak zaman nenek moyang mereka. Hal yang menarik adalah bahwa daerah-daerah pembuatan anjun atau keramik di Jawa Barat hampir selalu berada di daerah yang bernama Plered (Purwakarta, Cirebon, Karawang, dan Banten.&lt;br /&gt;Dengan pengertian di atas, kata anjun dalam bahasa Sunda kira-kira sama kata dalam bahasa Indonesia “keramik” atau tembikar atau dalam bahasa Malaysia disebut seramik  (dari bahasa Inggris ceramics). Karena hampir semua penduduk di daerah itu mata pencaharian utamanya membuat anjun (keramik). Oleh karena itu, desa tersebut dinamakan Desa Anjun.&lt;br /&gt;Nama Desa Anjun di Plered mungkin mempunyai hubungan dengan historis dengan nama Panjunan di Cirebon sebagaimana dikemukakan dalam berbagai versi tentang mitos Pangeran Panjunan. Secara semantis dan etimologi memang antara Anjun dan Panjunan ada hubungannya. Panjunan berarti tempat membuat anjun seperti yang telah dikemukakan di atas. Di antara para informan ada yang mengatakan bahwa nenek moyang mereka berasal dari Panjunan Cirebon tetapi ada pula di antara mereka yang mengatarakan nenek moyang mereka berasal dari Plered (Purwakarta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sejarah Keramik Plered&lt;br /&gt;Perkembangan tumbuhnya kerajinan keramik Plered sulit dilacak kapan memulainya. Walaupun demikian, dalam data tertulis dikatakan bahwa mulai tahun 1795, yaitu pada masa penjajahan Belanda, di sekitar Citalang Ada Lio-Lio (tempat pembuatan genteng dan batu bata), serta di sekitar Anjun (Panjunan) untuk pembuatan gerabah. Sejak itulah rumah-rumah rakyat yang semula beratap ijuk, sirap, daun kelapa atau alang-alang di sekitar Plered dan di kabupaten karawang mulai diganti dangan atap genteng. Genteng-genteng itu dibuat dengan memakai cetakan tradisional.&lt;br /&gt;Menurut salah seorang tokoh keramik Plered yaitu Bapak Darma Kapal bahwa usaha kegiatan keramik ada sejak awal abad 20, tepatnya tahun 1904. Beberapa tokoh keramik pada tahun tersebut, di antaranya Dasjan, Sarkun, Wasja dan Suhara sudah memulai membuat keramik hanya saja pada saat itu produksinya berupa keramik gerabah kasar untu kebutuhan alat rumah tangga (benda pakai) seperti Kendi, Tempayan, Paso dan alat rumah tangga lainnya.&lt;br /&gt;Mulai tahun 1935, produk gerabah yang di glasir di Plered menjadi industri rumah tangga. Pada tahun tersebut, terdapat perusahaan Belanda yang membuka pabrik glasir bernama Hendrik De Boa di Warung Kandang, Plered. Luas pabrik pemerintah Indonesia sejak tahun 1979 karena berbahaya bagi pernafasan. Tapi sayang masih ada juga genteng yang menggunakan glasir.&lt;br /&gt;Pada jaman penjajahan Jepang, rakyat Plered sangat menderita seperti halnya di tempat-tempat lain di Indonesia. Rakyat Plered juga harus bekerja sebagai romusha, bekerja di markas Jepang yang letaknya di kaki Gunung Cupu dan Ciganea untuk membuat gua pertahanan tentara Jepang. Di Plered, pabrik De Boa dikuasai oleh  Jepang dan namanya diganti menjadi jadi Toki Kojo, sehingga perusahaan tersebut tetap berjalan.&lt;br /&gt;Pada masa kemerdekaan, banyak tukang gerabah ikut maju ke fron peperangan dan turut dalam pasukan rakyat di barisan Benteng atau Hisbullah menyerbu ke fron Padalarang, Tagog Apu atau fron Warung Jeruk. Dengan demikian, produksi gerabah dan keramik di Plered nyaris terhenti sama sekali.&lt;br /&gt;Setelah penyerahan kedaulatan tanggal 20 Desember 1949, keadaan di Plered berangsur baik, sehingga produksi gerabah dan keramik mulai bangkit lagi. Dalam perjalanan selanjutnya keramik Plered telah mengalami kemajuan yang pesat dan menggembirakan karena dapat menyerap tenaga kerja cukup banyak serta hasil produksinya dapat memasuki pasar Eksport. Kualitas dan kuantitas produknya meningkat dan akhirnya kegiatan usaha ini menjadi mata pencaharian pokok terutama sebagian besar masyarakat Desa Anjun.&lt;br /&gt;Pada tahun 1950, Bung Hatta membuka resmi Induk Keramik yang gedungnya dekat Gonggo. Mesin-mesin untuk menghaluskan tanah liat buatan Jerman dikirim langsung dari Jakarta. Induk Keramik yang berada di bawah binaan Dinas Perindustrian Jawa Barat memiliki tingkat produksi yang tinggi. Di samping memproduksi sendiri, Induk Keramik juga membimbing industri rumah tangga mulai dari aspek desain,bahan baku, sampai permodalan. Induk Keramik pernah jaya dan gemilang dalam sejarah perkeramikan di Plered. Hal ini dapat dibuktikan dengan produk keramik Plered yang telah digunakan untuk membangun atau menghiasi bagian-bagian dari beberapa gedung penting di Indonesia, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; Pembuatan gentong dan jolang besar berukuran tinggi 170 cm dan diameter 150 cm yang dibuat dalam menghadapi Ganefo (Game Of The New Emerging Force) pada tanggal 10 November 1963. Gentong dan Jolang tersebut menghiasi Senayan, Istana Bogor dan Cipanas.      &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; Pembangunan Masjid Istqlal, dimana badan dan menaranya terbuat dari bata merah kecil yang diproduksi oleh Induk Keramik, karena tanah liat Plered memiliki sifat yang sangat lengket dan padat (plastis) sehingga baik untuk pembangunan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali, Induk Keramik hanya bertahan 5 tahun, setelah itu bangkrut karena kesalahan manajemen. Pabrik De Boa yang kemudian dikuasai oleh Dinas Perindustrian Jawa Barat juga harus bubar karena kesalahan manajemen. Pada tahun 1975, pernah berdiri PT. Asep Abubakar yang merupakan anak asuh dari Pabrik Semen Cibinong. Perusahaan ini sempat melakukan ekspor, tapi pada tahun 1990 mengalami kebangkrutan.&lt;br /&gt;Pada tahun 1985 juga, seorang putra Plered bernama Suratani yang perah bekerja di Taman Impian Jaya Ancol di bagian keramik, mengadakan pembaharuan. Umumnya, untuk membuat kermik yang indah, gerabah atau biskuitan dari tanah liat harus dibakar 2 (dua) kali. Gagasan yang diusulkan oleh Suratani adalah proses pembakaran gerabah atau biskuitan dari tanah liat tersebut cukup dilakukan sekali saja, kemudian dicat atau dipernis, lalu digosok dengan sikat agar menjadi mengkilat dan tampak indah. Karena gagasan tersebut, banyak produk yang dihasilkan oleh Suratani yang digemari oleh pasar luar negeri, sehingga tiap bulan bisa mengekspor 2 – 3 kontainer. Gagasan tersebut juga membuahkan penghargaan dari presiden Republik Indonesia pada tahun 1985.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kronologis perkembangan keramik Plered dimulai pada abad 20;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Generasi pertama Th. 1904 – 1915 ditokohi oleh Ki Dasjan, Sarkun, Aspi dan Entas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; Generasi kedua dimulai Th. 1920 ditokohi oleh Saad, Tarman, Sura dan Arsah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; Generasi ketiga berkembang Th. 1925 ditokohi oleh Darma Kapal, Abu Gani, Soleh dan Suarno.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&
